Satgasus Tindak Pidana Korupsi Polri Temukan Kabupaten Lampung Tengah Belum Gunakan Aplikasi SIMIRAH
BUALBUAL.com - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Lampung mendampingi Personil Satgasus Bareskrim Polri Direktorat Tindak Pidana Korupsi dalam rangkaian kegiatan pencegahan tindak pidana korupsi untuk program distribusi dan penyimpanan barang kebutuhan pokok dan pupuk bersubsidi di wilayah Provinsi Lampung, Rabu (20/4/22).
Melanjutkan kegiatan di Provinsi Lampung, Satgasus Pencegahan Korupsi yang dipimpin oleh Hotman Tambunan
melaksanakan serangkaian kegiatan di Kabupaten Lampung Tengah.
Direskrimsus Polda Lampung, Kombes Pol Ari Rahman Nafarin mengatakan, kegiatan ini merupakan perintah Kapolri untuk melakukan deteksi, koordinasi dan merekomendasikan langkah-langkah pencegahan tindak pidana korupsi pada bisnis proses produksi dan distribusi barang kebutuhan pokok sehingga tidak mengganggu ketersediaan dan keterjangkauan barang pokok tersebut apalagi menjelang Lebaran.
Ari menjelaskan, tim langsung turun lapangan ke distributor, agen, pengecer bahkan sampai ke ke kelompok tani di Kabupaten Lampung Tengah.
"Hasil pengecekan di lapangan, minyak goreng curah sudah mulai tersedia di pasar dan para agen dan pengecer sudah mendapatkan kiriman walau memang masih perlu diperbanyak sehingga harga di tingkat rumah tangga tidak terlalu tinggi naiknya," ucap Ari.
"Beberapa temuan yang perlu perhatian diantaranya bahwa pihak dinas di kabupaten belum mempunyai aplikasi SIMIRAH sehingga pemerintah daerah tidak mengetahui siapa saja pengecer dan distributor di daerahnya dengan demikian tidak bisa memetakan situasi terkini ketersediaan minyak goreng di daerahnya," imbuhnya.
"Sementara dari inspeksi ke distributor pupuk, tim menemukan pengecer/kios pupuk masih transaksi manual belum menggunakan Kartu Tani atau Kartu Petani Berjaya", jelas Kombes Ari.
Ari juga menambahkan, bahwa dalam tahap melakukan penyusunan dan penetapan RDKK menjadi e-RDKK, perlu dilakukan validitas oleh Dinas Pertanian di Kabupaten, sehingga data petani yang menerima pupuk bersubsidi valid sesuai dengan ketentuan.
"Begitu juga tentang sistem pengawasan terhadap petani dalam penggunaan pupuk bersubsidi ke lahan pertanian perlu diawasi kesesuaian peruntukannya, pengawasan ini penting dilakukan oleh Pemerintah Daerah (karena dalam KP3 juga ada dari unsur Dinas dalam sidak tim Satgasus)," tandasnya.
"Kapolri memberi perhatian besar dan sangat berkomitmen untuk mengawasi sehingga sedapat mungkin dapat dihindari kenaikan dan kelangkaan harga pangan menjelang Lebaran sehingga masyarakat tidak terbebani, Minyak goreng bersubsidi dan pupuk bersubsidi jangan sampai diselewengkan oleh yang tidak berhak dan harus tepat kepada sasaran", pungkasnya.

Berita Lainnya
Wakasad Riksiap Ops Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Yang Akan Bertugas di Papua Barat
Program Swasembada Pangan 2026, Polsek Tempuling Turun Langsung ke Lahan Jagung
Lanudal Tanjungpinang Terima Tim Safari Logistik dari Mabesal
117 Peserta Ikut Donor Darah, Dubalang Kuansing dan Polres Kumpulkan 50 Kantong
Kapolres Lingga Turun ke Jalan Bagikan Takjil kepada Masyarakat
Kapolres Inhu Beri Semangat Untuk Anak Penerima Vaksinasi Covid-19
Turun ke Jalan, Kapolresta Tanjungpinang Atur Arus Lalulintas Kendaraan
Lebaran Kedua, Polres Inhu Tempatkan Personil di tempat Keramaian Masyarakat
Dandim Bojonegoro Bongkar Fokus TMMD 129: Jalan Desa, Rumah Warga, hingga Sekolah Dibangun!
Kapolres Bersama Ketua Bhayangkari Tanjungpinang Anjangsana kepada Purnawirawan Polri
Dandim 0315 Bintan Pimpin Apel Korps Perwira Masuk Satuan dan Purna Tugas Prajurit
Kapolres Jalin Silaturahmi dengan Pensiunan ASN Polri dan Warakawuri Polres Lingga