Kunjungi Bazar MTQ, Gubernur Ansar Borong Makanan Olahan Asli Kepri
BUALBUAL.com - Usai pelantikan Dewan Hakim MTQ IX Provinsi Kepri di Masjid Agung Baitul Makmur, Rabu (13/7), Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad mengunjungi bazar MTQ yang menampilkan etalase seluruh pemerintah Kabupaten dan Kota di Provinsi Kepri. Didampingi Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris dan Prof Dr Said Agil, Gubernur Ansar memborong banyak makanan olahan asli Kepri di setiap stand yang dikunjunginya.
Etalase pertama yang dimasuki Gubernur Ansar adalah etalase milik Pemerintah Kabupaten Karimun. Di dalam etalase tersebut, Gubernur Ansar melihat-lihat hasil produk olahan dari Karimun seperti kerupuk ikan tenggiri, kerupuk ikan, dan kerupuk udang. Gubernur Ansar pun membeli kue bangkit dan produk dari UP2K Kabupaten Karimun.
"Bazar seperti ini sangat bagus untuk UMKM dari seluruh Kepri, karena bisa menampilkan berbagai produk daerah dan bisa mengenalkan ke masyarakat luas," ujar Gubernur Ansar.
Gubernur Ansar yakin produk olahan asli Kepri memiliki kualitas yang tinggi, seperti yang pernah ditunjukkan dalam acara Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) di Kota Batam beberapa waktu lalu. Dirinya juga mengatakan seluruh produk olahan asli Kepri yang sudah dikurasi akan ditampilkan di Gedung Dekranasda yang sedang dibangun di Tanjungpinang.
"Kita lihat sendiri ketika Gernas BBI produk-produk makanan asli Kepri ini bisa mempunyai tampilan dan kualitas yang tinggi, dan sekarang di bazar ini menjadi kesempatan yang bagus untuk produk UMKM Kepri bisa berkembang," kata Gubernur Ansar.
Etalase selanjutnya yang dimasuki Gubernur Ansar adalah etalase milik Kabupaten Natuna dan Kabupaten Bintan, disitu Gubernur Ansar melihat produk-produk seperti mie sagu kering, madu hutan kelulut, emping Midai. Gubernur Ansar juga melihat kerajinan rotan yang dijadikan berbagai dekorasi dan peralatan rumah tangga. Tidak ketinggalan Gubernur Ansar membeli banyak makanan di etalase tersebut.
Di etalase Kabupaten Anambas, Gubernur Ansar mengecek produk makanan dalam kemasan seperti rendang tongkol dan belade ikan salai. Gubernur Ansar menjelaskan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau telah membeli sebuah mesin khusus untuk sterilisasi makanan, sehingga makanan olahan asli Kepri yang diproses menggunakan mesin tersebut bisa tahan hingga satu tahun tanpa tambahan bahan pengawet.
"Kalau sekarang kan makanan olahan kita hanya bisa tahan satu minggu, jadi tidak bisa kita ekspor keluar negeri. Dengan diolah memakai mesin yang kita beli tersebut, produk kita bisa kita kirim ke pasar Turki sampai pasar Eropa, potensinya sudah ada," kata Gubernur Ansar.
Saat ini mesin sterilisasi makanan tersebut hanya ada di kota Batam, namun Gubernur Ansar menjanjikan kota dan kabupaten lainnya akan dibelikan mesin yang sama agar produk-produk makanan olahan tiap daerah bisa lebih awet.

Berita Lainnya
Bupati Lampura Menyambut Baik Kegiatan TMMD ke-111 Kodim 0412-LU
Gubernur Ansar Hadiri Tabliqh Akbar Sempena HUT Kepri ke-20
Penyaluran Insentif Bagi Tenaga Medis Covid-19,Pemprov Riau Masih Tunggu Juknis dari Pusat
Jangan Diam! Warga Diminta Laporkan Tambang Ilegal yang Merusak Lingkungan
Ketua TP-PKK Inhil Tindak Lanjuti Surat Mendagri Prihal Gebrak Masker
Bupati Inhil dan Bunda PAUD Lepas Kontingen PORSENI IGTKI
Pertama Kali Perempuan Lebih Banyak Kasus PDP di Riau
Kejari Inhil Musnahkan Barang Bukti Perkara Inkrah di Tahun 2020
Moeldoko Minta Legalisasi Tanah Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil di Kepri Disegerakan
Pemko Pekanbaru Belum Selesai Buat Kajian Wacana Penerapan PSBB
Sejak 6 April 2020, Status Daerah Bengkalis Darurat Bukan Bencana Alam Akibat Covid-19
Camat Mandau Riki Rihardi: SIPINTAR, Solusi Bagi Pasangan Baru Menikah