Unggas Mati Mendadak di Kampar, Pemprov Riau Tunggu Hasil Uji dari Labor Bukittinggi
BUALBUAL.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Riau masih menunggu hasil pemeriksaan sampel ayam mendadak di Desa Koto Masjid, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar.
Dimana sebelumnya, Dinas PKH Riau telah mengirimkan sampel ayam mati mendadak tersebut ke Laboratorium BVET Bukittinggi untuk memastikan ayam mati akibat flu burung atau tidak.
Kepala Dinas PKH Riau, Herman mengatakan, selain di Kabupaten Kampar, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan ada unggas di daerah lain yang ditemukan mati mendadak. Karena itu, pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium BVET Bukittinggi tersebut.
"Kami masih menunggu hasilnya, hingga saat ini belum keluar. Selain di Kampar, belum ada daerah lain yang melaporkan kejadian serupa," kata Herman, Jumat (10/3/2023).
Karena hasil uji laboratorium BVET Bukittinggi belum keluar, pihaknya belum bisa memastikan apakah ratusan unggas yang mati mendadak tersebut akibat flu burung.
"Masyarakat kami imbau tetap waspada, terutama saat bersentuhan dengan unggas. Intinya jaga pola hidup bersih," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Faralinda mengatakan, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar segera melaporkan ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten/kota atau petugas Puskeswan setempat, jika ada kematian ayam yang tinggi.
"Menjalankan biosekuriti di wilayah kandang, mulai dari pembatasan lalu lintas orang dari luar, menempatkan cairan desinfektan di wilayah masuk awal peternakan. Penggantian baju setiap masuk dan keluar kandang dan langsung dicuci setiap harinya sampai dengan pembersihan kandang dan penyemprotan desinfektan yang berkala," sebutnya.
Kemudian ia juga mengimbau, ibu rumah tangga yang berbelanja ke pasar untuk membeli ayam, untuk mejaga kebersihan personal, dengan cara mencuci baju yang digunakan dari pasar, cuci tangan dan peralatan yang digunakan untuk menangani produk unggas dengan sabun.
"Jadi jangan khawatir untuk mengkonsumsi ayam dan produknya, karena tidak menular melalui cara dikonsumsi. Yang perlu dikhawatirkan adalah sekresi/cairan/lendir atau kotoran dari ayam yang menempel pada produk unggas. Karena Virus Avian Influenza mati ketika dipanaskan pada suhu 80 derajat Celcius selama minimal 2-10 menit. Selama produk unggas dimasak secara sempurna, tidak perlu khawatir tertular. Periksakan ke dokter, jika ada anggota keluarga yg mengalami demam atau gejala flu, setelah ada kontak dengan unggas," terangnya.
Sebelumnya, Pemerintah provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan, sudah menerima surat edaran kewaspadaan terkait kasus flu burung dari Kementerian kesehatan (Kemenkes). Hal tersebut menindaklanjuti adanya kasus flu burung pada manusia di Kamboja.

Berita Lainnya
Bupati Kasmarni Tandatangani MoU dengan Kejari Bengkalis
Syiar Islam di Bukit Batu, Tausiyah UAS Tandai Peresmian Masjid Al-Ashr dan Kelulusan Santri Tahfizh Darul Khair
Menteri PPPA-RI Apresiasi Kabupaten Inhu menjadi Model DRPPA di Provinsi Riau
Alhamdulillah, Pasien Covid-19 Terakhir Dirawat di Inhil Sembuh
PI Blok Rokan Cuma $1, Gubernur Abdul Wahid Semprot PHR dan SKK Migas di Jakarta
Kabupaten Bengkalis Ternyata Juga Sudah Jadi Zona Merah Covid-19
Karhutla Riau Makin Meluas, Lahan Terbakar Capai 18.770 Hektare
PDP Covid-19 yang Dirawat dan Meninggal Masing-Masing Tambah 1 Orang
Bupati Rohil H Suyatno Tinjau Proyek Rehabilitasi Jalan Simpang 200 Parit Aman
Rapid Test Provinsi Riau Capai 15.941 dengan 221 Reaktif
Pemprov Riau Siapkan Anggaran 25 Miliar, Untuk Perbaikan Jalan Dalam Kota Pekanbaru
Pasca Libur Lebaran, Pemkab Lampura Lakukan Sidak Kerja Perangkat Daerah