Nasdem dan PKB Usul KPK Periksa Semua Capres-Cawapres
BUALBUAL.com - Agar tidak menimbulkan kegaduhan dan prasangka buruk, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Nasdem usul agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dan memeriksa semua calon presiden (Capres) yang namanya sudah muncul di publik.
Usulan itu disampaikan politisi Partai Nasdem, Ahmad Sahroni, yang diamini Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid. Keduanya setuju agar KPK memeriksa semua Capres, tidak hanya Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.
Usulan Sahroni yang disetujui Jazilul itu mengemuka dalam program Dua Sisi TvOne, bertajuk "KPK Periksa Cak Imin, Proses Hukum atau Politik?", Kamis malam (7/9).
Awalnya Sahroni mengatakan, agar lebih adil, semua yang terkait dengan Capres-Cawapres dipanggil KPK.
"Capres Cawapres yang sudah muncul, tapi belum resmi, boleh juga dipanggil semua, biar rata. Supaya fair. Semua deklarasi di dalam ruangan KPK, semuanya rata, fair. Supaya nggak ada anggapan, 'oh hanya PKB yang dikriminalisasi'. Supaya enak," kata Sahroni.
Menanggapi itu, Jazilul setuju agar para Capres dan Cawapres yang namanya sudah muncul dipanggil dan diperiksa.
"Seperti yang disampaikan Pak Sahroni, usut semua Capres-Cawapres itu," katanya.
"Kalau diusut semua, berarti calon-calon lain juga ada indikasi bermasalah?" tanya Host Dwi Anggia.
Jazilul meyakini, calon-calon lain juga memiliki indikasi permasalahan hukum, salah satunya terkait food estate yang merupakan program Presiden Joko Widodo dan dikomandoi Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.
"Ada, ada (masalah), lihat saja di Google. Kemarin malah soal food estate. Jadi, maksud saya, di-clearing semua. Kalau memang mau diperiksa, periksa semua, diusut semua. Kalau mau ditutup, ditutup dulu, dimoratorium, seperti kejaksaan juga," jelas Jazilul.
Tujuannya, kata dia, agar tidak menimbulkan kegaduhan dan prasangka buruk. Bahkan bisa menimbulkan saling tuduh dan fitnah antara satu dengan yang lain.
"Nah, untuk menghindari itu, yang (namanya) sudah muncul dipanggil saja, diklarifikasi, kan nggak ada masalah, seperti usul Pak Sahroni itu. Seperti yang disampaikan Pak Syahganda, begitu ini dilaunching, dideklarasi, menggetarkan dan merusak semua peta yang ada, terus disoal," pungkas Jazilul.
Acara itu juga menghadirkan dua narasumber lain, pengamat politik Syahganda Nainggolan dan mantan pimpinan KPK, Saut Situmorang. Sementara pimpinan KPK, Nurul Ghufron, berhalangan hadir.

Berita Lainnya
Adam Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Kuansing, Gantikan Andi Putra yang Tersangkut Kasus Korupsi
Diacara Halal Bi Halal dengan Tokoh Masyarakat se Riau, Syamsurizal Sampaikan Keprihatinan Terhadap Riau
Nasir Singgung Persoalan Inhil Saat Ini, Wahid: Siapa Ya Bupatinya?
Tolak Disahkannya Ruu Cipta Kerja, Koalisi Rakyat Riau Nyatakan Sikap Mosi Tidak Percaya
Teka-teki Pelantikan Golkar Riau Terjawab, Juni Jadi Target Pelaksanaan
P4TEN, Forum Warga Kota Pekanbaru, Nyatakan Sikap Dukung Edy Nasution-Dastryani Bibra
Tiga Nama Srikandi Golkar Berpontensi Maju di Pilkada Inhil Tahun 2024 Mendatang
Ribuan Jamaat HKPB Riau Doakan Abdul Wahid Jadi Gubernur Riau
Mundur dari Caleg DPR RI, Benarkah Nurlia Maju di Pilkada Inhil?
KPU Riau: Cukup Lihat di Silon, Terkait Dualisme Partai Kepengurusan Garindra Rohul
Abdul Wahid: Dumai Akan Jadi Kota Industri Masa Depan yang Maju Tanpa Mengabaikan Lingkungan
Tidak Banyak Partai, Iwan Taruna Pastikan Paslon Fermadani Tanpa Mahar Politik di Pilkada Inhil