HMI Kota Pekanbaru Desak Gubri Evaluasi Disnakertrans Riau: Nyawa Pekerja dan Ijazah Anak Rakyat Bukan Tumbal Industri
BUALBUAL.com - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Pekanbaru mengecam keras lemahnya kinerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau dalam menangani persoalan keselamatan kerja dan perlindungan hak-hak tenaga kerja di daerah ini. Dalam pernyataan sikapnya, HMI menyebut bahwa serangkaian kecelakaan kerja yang menelan korban jiwa di wilayah Provinsi Riau Tahun 2025 menjadi bukti nyata gagalnya sistem pengawasan ketenagakerjaan di Provinsi Riau. 15/05/25
Tragedi demi tragedi terjadi tanpa ada langkah progresif yang terlihat. Pekerja tewas akibat ledakan dan terbakar di lingkungan PT Wilmar Dumai, pekerja tersengat listrik di PT PAA, serta pekerja rekanan Pertamina Hulu Rokan yang juga meninggal dunia tanpa adanya kejelasan hasil investigasi. Bahkan, kasus penahanan ijazah tenaga kerja oleh PT Sanel menambah daftar pelanggaran serius terhadap hak dasar pekerja. Ironisnya, oknum pejabat Disnakertrans Riau justru menyarankan korban untuk membayar uang kepada perusahaan agar ijazahnya dikembalikan. Lebih parah lagi, ucapan oknum tersebut yang menyebut “kalau tak penuh ke atas, ya penuh ke bawah” merupakan bentuk penghinaan terhadap nalar keadilan dan cerminan pembiaran terhadap praktik pemerasan.
Ketua Umum HMI Kota Pekanbaru, Ragil Erlangga, menyampaikan kekecewaannya terhadap minimnya langkah konkret dari pemerintah daerah meskipun Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia telah dua kali turun langsung ke Riau dan bahkan didampingi oleh Gubernur. Menurutnya, jika Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Disnakertrans Riau benar-benar bekerja secara maksimal dan bertanggung jawab, maka persoalan-persoalan tersebut seharusnya dapat ditangani dan diselesaikan dengan baik.
HMI Kota Pekanbaru secara tegas meminta kepada Gubernur Riau untuk segera melakukan evaluasi total terhadap kinerja Disnakertrans Provinsi Riau, khususnya pada sektor pengawasan dan pengaduan. Apabila tuntutan ini tidak direspons dengan langkah nyata, HMI Kota Pekanbaru menyatakan siap turun aksi bersama rakyat dan buruh sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan struktural dan kelalaian pemerintah terhadap keselamatan rakyatnya sendiri.
Dalam siaran pers ini, HMI menegaskan bahwa buruh bukan budak, dan ijazah bukan alat tekanan industri kepada anak bangsa yang telah berjuang menempuh pendidikan. Keselamatan dan hak pekerja adalah hal yang fundamental dan tidak bisa dikompromikan demi keuntungan kapital semata. HMI berkomitmen untuk terus bersuara dan bergerak bersama rakyat kecil demi Riau yang adil, manusiawi, dan beradab.

Berita Lainnya
HMI Riau Tangapi Polda Riau Akan Panggil Chaidir dan Nasrun Effendi untuk Klarifikasi Surat Penolakan Calon Gubernur
Kenapa Orang Indonesia Terlihat Malas Membaca? Ini Deretan 6 Penyebabnya
PJS Kampar Menilai Kadis Kominfo Kampar Tidak Profesional, Pilih Kasih Dengan Organisasi Pers dan Jurnalis
Rapat Perdana BPP Daerah Istimewa Riau, Ini Pembahasannya
Okejek Tembilahan Buka Pendaftaran Driver Mobil
55 Tahun Sambu Group, Semangat Bersama untuk Indonesia
Puluhan Kendaraan Parkir Liar di Depan RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Ditilang Polisi
Laskar dan Marwah: Juprian, Suara yang Menggema dari Tanah Riau
Kejati Riau Turun Tangan, Sikat PKS Permainkan Harga TBS
Rahmat Hidayat Resmi Jadi Ketua Umum Hipmawan Jakarta Periode 2024-2025
55 Tahun Sambu Group, Semangat Bersama untuk Indonesia
Peringatan Dini BMKG soal Cuaca Riau, Warga Harus Waspada