PLN UP3 Rengat Dinilai Lamban, Warga Reteh Berduka Kebakaran Diperparah Listrik Padam
BUALBUAL.com - Musibah kebakaran hebat yang terjadi di kawasan Pasar Bom, Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir, pada Rabu siang (8/4), menghanguskan sekitar ±106 unit rumah warga. Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda.
Di tengah situasi darurat tersebut, warga justru kembali dihadapkan pada persoalan lain, yakni padamnya aliran listrik yang dinilai berlangsung lama tanpa penanganan cepat dari pihak PLN UP3 Rengat yang merupakan distribusi listrik, diduga lamban dan acuh tak acuh terhadap kondisi musibah kebakaran.
Kondisi gelap gulita di malam hari semakin menyulitkan proses evakuasi, pencarian barang, serta bantuan kepada para korban.
Salah seorang warga Pulau Kijang, Haskar Junaidi, menyampaikan kekecewaannya terhadap kinerja PLN yang dianggap lamban dalam merespons kebutuhan listrik di lokasi terdampak.
“Kami sangat menyayangkan lambannya tindakan dari PLN. Di saat masyarakat sedang berduka dan membutuhkan penerangan, justru listrik padam tanpa kejelasan,” ujarnya dengan nada geram.
Haskar juga menilai, secara teknis, pemadaman seharusnya tidak dilakukan secara menyeluruh. Ia menjelaskan bahwa dalam sistem jaringan listrik terdapat mekanisme pemutus (stopan) yang memungkinkan pemadaman dilakukan hanya di titik lokasi kebakaran.
“Dalam aturan, tidak boleh semua pelanggan padam. Kecuali dalam kondisi tertentu seperti gempa bumi atau gangguan besar. Kalau kebakaran, seharusnya bisa diputus di titik lokasi saja. Yang jauh dari lokasi tetap harus menyala,” tegasnya.
Menurutnya, pemadaman satu gardu secara keseluruhan tanpa mempertimbangkan wilayah terdampak menunjukkan lemahnya manajemen penanganan gangguan.
“Ini bukan soal mau atau tidak mau. Ini memang sudah tugas mereka. Pelanggan yang tidak terdampak harus tetap mendapatkan aliran listrik. Masa harus satu gardu mati semua? Aneh juga PLN ini,” tambahnya.
Masyarakat berharap pihak PLN segera melakukan evaluasi dan mempercepat penanganan listrik di wilayah terdampak, agar proses pemulihan pasca kebakaran dapat berjalan lebih optimal.
Hingga saat ini, warga masih menunggu langkah konkret dari pihak PLN untuk mengembalikan penerangan, terutama di area yang tidak terdampak langsung oleh kebakaran.

Berita Lainnya
Ditabrak Mobil Pick Up, Pemotor Meninggal di Jalan Kaharuddin Nasution Pekanbaru
Banjir Bandang Libya Akibatkan 34 Ribu Orang Mengungsi dan Renggut 5.300 Nyawa
Warga Kepenghuluan Teluk Bano I Minta PT DRA Siram Jalan yang Berdebu
Sadis! Pria di Pelalawan Tewas Dibacok, Terduga Pelaku Ternyata Adik Kandung Sendiri
Warga Kelurahan Tanjung Aman Lampura Keluhkan Adanya Potongan PKH
Ini Kronologis Penangkapan 11 Orang Tersangka Penyeludupan 80 Kg Sabu di Riau
Sepeda Motor Honda Merk PCX Hangus Terbakar di Atas Fly Over Jalan Sudirman Pekanbaru
Istri Minta Warganet Tak Lagi Posting tentang Suaminya ''Aku Tak Sanggup Lagi''
Lahan Desa Junjangan Dikelola Kelompok Tani, PPWI Minta Dasar Hukumnya Dibuka
Ruang ODGJ RSUD Tembilahan Terbakar, 30 Anggota Damkar Diturunkan
Rokok Ilegal Merek HD Beredar Bebas di Swalayan di Kota Tanjungpinang
Kronologi Lengkap Hilangnya Dokter PPDS di Siak, Berakhir dengan Penemuan Jasad di Balik Semak