Warga Keluhkan Antrean Panjang Imbas Gangguan Layanan Disdukcapil Pekanbaru
Layanan perekaman dan pencetakan KTP elektronik (KTP-el) serta Kartu Identitas Anak (KIA) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pekanbaru mengalami gangguan selama hampir dua pekan. Kondisi ini menyebabkan antrean panjang masyarakat di Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru.
Pantauan di lokasi, Kamis (9/4), hingga pukul 15.00 WIB, jumlah warga yang datang untuk mengurus dokumen kependudukan terus meningkat. Antrean terlihat memadati area pelayanan akibat sistem online yang tidak dapat digunakan.
Salah seorang warga Kecamatan Bukit Raya, Riau (43), mengaku datang bersama anaknya untuk memperbaiki kesalahan data pada Kartu Keluarga (KK) dan KTP yang terjadi saat pencetakan beberapa hari sebelumnya. Ia menyebut gangguan server sudah berlangsung sejak Selasa (31/3).
Menurutnya, perubahan data yang dilakukan sebenarnya sederhana, yakni perbaikan penulisan tempat lahir anak. Namun, kesalahan tersebut harus segera diperbaiki karena berkaitan dengan kebutuhan mengikuti ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMP.
“Saya dapat antrean nomor 200, tapi sampai siang ini baru 100 orang yang dilayani. Kemungkinan harus datang lagi besok untuk ambil antrean baru,” ujarnya.
Ia juga mengeluhkan kondisi layanan yang dinilai justru menyulitkan masyarakat. Menurutnya, digitalisasi seharusnya mempermudah proses administrasi, bukan sebaliknya.
“Kalau layanan online tidak berjalan, masyarakat jadi terganggu. Pemerintah harus lebih serius dalam mengelola sistem digital ini,” tambahnya.
Kepala Bidang Disdukcapil Pekanbaru, Dermawan Putra, membenarkan adanya gangguan pada layanan https://sipenduduk.go.id yang telah berlangsung hampir dua pekan. Ia menjelaskan bahwa masalah tersebut berasal dari sisi server pusat, sehingga pelayanan sementara dialihkan secara manual di MPP dan kantor terkait.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya layanan perekaman dan pencetakan KTP-el serta KIA akibat kendala teknis tersebut.
Menurutnya, gangguan terjadi pada sistem jaringan milik vendor, khususnya pada aplikasi penerimaan berkas di front office. Sementara itu, aplikasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) tetap berjalan normal untuk proses entri data.
“Permasalahan ada pada jaringan vendor, bukan pada aplikasi SIAK. Saat ini kami tidak bisa menerima permohonan secara online, tetapi proses entri data tetap berjalan seperti biasa,” jelasnya.
Lebih lanjut, Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Disdukcapil berencana mengambil langkah tegas terhadap pihak vendor yang bertanggung jawab atas layanan tersebut. Sanksi hingga pemutusan kerja sama menjadi opsi yang tengah dipertimbangkan.
Ia menambahkan antrian panjang yang terjadi selama layanan offline menjadi pperhatian serius pihaknya. Untuk itu ddisdukcapil kembali mintak maaf atas ketitaknyamanan yang di alami.

Berita Lainnya
Penyengat Diresmikan Sebagai Pulau Digital oleh Ketua Umum TP-PKK Kepri
Bupati Inhil Hadiri Peringatan Hakordia 2025, Ajak ASN dan Masyarakat Perkuat Budaya Antikorupsi
Konflik HGU PT. IP dan Tapal Batas Desa Punti Kayu dengan Pauh Ranap, Pemkab. Inhu Gelar Mediasi
Menpan-RB Pastikan New Normal Tidak Ganggu Pelayanan Publik
Bidikan Bupati Bintan Tandai Penggunaan Lapangan Tembak Marda Sarjono
Ribuan Peserta Pawai Ta'aruf MTQ Ke-49 dilepas Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis
Dari Sepi ke Bergairah: Stadion Utama Riau Disiapkan Jadi Sentra Olahraga dan Bisnis
Kunjungan Strategis, Meranti dan Pekanbaru Bahas Infrastruktur dan Administrasi Modern
Pemprov Riau Siap Bertemu dengan Pihak Terkait Bahas Aturan Baru JHT
Prana Jaya Indra Rasyid: BTL Pemprov Riau Sebesar Rp300 Ribu Untuk Non PKH
Karhutla Inhu Makin Mengganas! Angin Kencang Bikin Api Sulit Dijinakkan, 2 Helikopter Diterjunkan
Kadis Perkim Ditahan, Pemkab Bintan Tunjuk Sekretaris Jabat Pelaksana Tugas