Pasar Kuala Lahang Mangkrak 7 Tahun, IPPMKG-P Desak Pemkab Inhil Audit Proyek Rp 1,4 M
BUALBUAL.com - Pasar Kuala Lahang di Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, hingga kini belum difungsikan meski pembangunannya rampung akhir Desember 2019. Proyek senilai Rp 1,4 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) itu kini mangkrak dan kondisi bangunannya tampak miring.
Pembangunan pasar dilaksanakan mulai 27 Juni 2019 dan selesai akhir Desember tahun yang sama. Namun, hampir 7 tahun berselang, tidak ada aktivitas jual beli. Dari pantauan, selain kosong, struktur bangunan pasar juga terlihat miring dan dikhawatirkan membahayakan.
Kondisi ini memicu desakan dari Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kecamatan Gaung-Pekanbaru (IPPMKG-P). Ketua IPPMKG-P mendesak Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir segera mengevaluasi dan mengaudit proyek tersebut.
“Pasar itu dibangun 27 Juni sampai Desember 2019 pakai DAK Rp 1,4 miliar. Sekarang 2026 masih mangkrak, bangunannya malah miring. Ini uang negara. Kami minta Pemkab evaluasi total, audit juga konstruksinya,” Ujar Erdin Prayoga, Ketua IPPMKG-P
Menurut dia, kondisi miring mengindikasikan dugaan masalah pada kualitas konstruksi atau struktur tanah. Ditambah perencanaan yang lemah dan minim pelibatan masyarakat, pedagang enggan menempati pasar karena takut tidak aman dan lokasi dianggap tidak strategis.
“Kalau bangunannya aja miring, siapa yang mau jualan di situ? DAK itu dari pusat, jangan sampai Rp 1,4 miliar habis untuk bangunan yang tidak layak. Harus ada yang bertanggung jawab,” tegasnya.
IPPMKG-P menilai, selain mubazir, bangunan yang miring berpotensi membahayakan keselamatan. Jika dibiarkan, kerugian negara semakin besar karena DAK yang sudah dikeluarkan tidak memberi manfaat ekonomi bagi warga Kuala Lahang.
Pasar Kuala Lahang dibangun melalui DAK dengan tujuan menjadi sentra ekonomi baru di Kelurahan Kuala Lahang, Kecamatan Gaung. Proyek ini digadang-gadang dapat menampung pedagang lokal sekaligus meningkatkan PAD.
IPPMKG-P berharap Pemerintah Kabupaten Inhil segera mengambil langkah konkret. Mulai dari audit konstruksi, perbaikan bangunan jika masih memungkinkan, hingga merumuskan skema agar pasar bisa segera difungsikan. “Jangan biarkan DAK Rp 1,4 miliar jadi monumen mangkrak. Masyarakat Kuala Lahang butuh pasar yang layak dan aman untuk menggerakkan ekonomi,” pungkasnya.

Berita Lainnya
Ketua MPC PP Inhu Saat Pidato Pelantikan Pengurus PAC Rengat Barat Tegas dan lugas
IWO Riau dan Kapolsek Rumbai Bagikan 2.000 Masker Gratis di Perempatan PCR
Lapas Narkotika Tanjungpinang Ngopi Bareng Keluarga Warga Binaan
Hari Bhayangkara ke-79 Dimeriahkan Dragbike Spektakuler di Jantung Kota Rengat
Peran Aktif Bhayangkari Inhu Dalam Keselamatan Berlalulintas dan Pilkada Damai
Masih Gunakan Besek, Polres Inhu Potong dan Bagikan Daging 10 Ekor Sapi Kurban
Peringati HUT ke-41, YKB Cabang Inhil Bagikan Sembako kepada Anak Yatim dan Warakauri
Pemkab Inhil Berikan Penghargaan kepada Hantua Atas Jasa Pembangunan Bidang Ekonomi dan Sosial
PT.SWP Inhu Bagikan 4 Ekor Sapi ke Masyarakat
Datang ke Kenduri Akbar Melayu Nusantara 2026? Dinkes Pekanbaru Siapkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Semua Pengunjung
Lembaga LIMPAN Inhu Bagikan Takjil kepada Masyarakat di Desa Pematang Manggis
Kolaborasi BRK Syariah dan IWO Inhil Salurkan Sembako kepada Korban kebakaran di Desa Sialang Panjang