Mengharukan! ''Satu Rupiah Pun Tidak Kami Ambil Dana Sedekah'' Kisah Fahrol dan Ario Menjaga Amanah Bangun Rumah Warga Miskin
BUALBUAL.com - Di balik video-video sederhana yang viral di media sosial, ternyata tersimpan perjuangan panjang, air mata, dan tanggung jawab besar yang tidak semua orang tahu. Pasangan suami istri konten kreator, Fahro Rozi dan Ario Pertamasari, selama ini terus berjalan membantu masyarakat miskin dengan membangun rumah layak huni bagi warga yang benar-benar membutuhkan.
Apa yang mereka lakukan selama ini tidak pernah semudah yang terlihat di layar ponsel. Banyak orang hanya melihat proses penyerahan bantuan atau rumah yang selesai dibangun. Namun di balik itu, ada perjuangan, tenaga, pikiran, hingga waktu yang harus mereka korbankan setiap hari.
Fahro Rozi menceritakan, menjaga kepercayaan masyarakat bukanlah perkara mudah. Setiap hari mereka harus memikirkan ide-ide konten baru agar pengikut tetap bertahan dan terus percaya dengan perjuangan yang mereka lakukan.
“Orang melihat dukungan di media sosial itu enak dan mudah. Padahal kami juga berpikir keras setiap hari, konten apa lagi yang harus dibuat, bagaimana supaya orang tetap percaya dan terus mendukung kegiatan sosial ini,” ujar Fahro. 13/05/26
Belum lagi tantangan perjalanan jauh, waktu bersama keluarga yang banyak tersita, hingga tenaga yang terkuras demi memastikan pembangunan rumah warga berjalan dengan baik.
Di tengah perjuangan itu, mereka juga sering menerima berbagai pesan aneh di media sosial. Ada yang meminta uang tunai, meminta dibayarkan hutang, hingga berbagai permintaan lain yang menurut mereka di luar tujuan awal gerakan sosial yang sedang diperjuangkan.
Dengan nada pelan, Fahro menjelaskan bahwa setiap bantuan yang masuk dari para donatur sudah memiliki tujuan masing-masing.
“Bukan kami tidak mau membantu. Tapi uang sedekah yang dititipkan orang-orang baik itu sudah ada peruntukannya. Ada yang memang untuk pembangunan rumah, ada yang khusus untuk membantu si A atau si B yang benar-benar membutuhkan,” jelasnya.
Fahro juga menegaskan bahwa selama ini mereka hanya menjadi perantara dari orang-orang baik yang ingin membantu sesama.
“Jujur saja, kami ini cuma modal niat dan bismillah. Yang sebenarnya membangun rumah-rumah warga itu bukan kami, tapi orang-orang baik yang bersedekah melalui kami,” katanya haru.
Meski terlihat sederhana, proses pembangunan rumah ternyata penuh tantangan. Mereka harus turun langsung memastikan semuanya berjalan amanah. Mulai dari membeli bahan bangunan, mengecek harga material, memantau proses pengerjaan tukang, hingga memastikan rumah selesai dan layak ditempati.
Semua itu mereka lakukan demi menjaga kepercayaan para donatur yang telah menitipkan bantuan kepada mereka.
“Kalau amanah itu rusak, habislah semuanya. Jadi kami benar-benar menjaga kepercayaan orang,” tambah Fahro.
Di tengah perjalanan mereka membantu masyarakat, tak sedikit pula yang mempertanyakan bagaimana Fahro dan Ario memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari jika seluruh uang sedekah diberikan kepada warga.
Menjawab pertanyaan itu, Ario Pertamasari menjelaskan dengan jujur bahwa mereka tidak pernah mengambil uang sedekah masyarakat untuk kebutuhan pribadi.
“Banyak yang bertanya, kalau semua sedekah diberikan ke warga, lalu kami makan dari mana? Alhamdulillah kebutuhan sehari-hari kami berasal dari pendapatan media sosial,” jelas Ario.
Ia mengatakan penghasilan mereka berasal dari hasil live TikTok, gift yang diberikan penonton di luar donasi sedekah, serta pendapatan dari konten-konten Facebook yang mereka buat setiap hari.
“Kalau untuk sedekah masyarakat, satu rupiah pun kami tidak pernah memotongnya. Itu amanah orang. Kami selalu pegang pesan orang tua kami, jangan pernah memakan hak orang lain kalau ingin hidup selamat dunia akhirat,” tutur Ario penuh keteguhan.
Prinsip itulah yang hingga kini terus mereka pegang dalam menjalankan kegiatan sosial mereka.
Di akhir cerita, Fahro dan Ario menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat dan para pengikut mereka di media sosial yang selama ini terus memberikan doa, dukungan, serta kepercayaan.
“Terima kasih untuk semua doa dan dukungan kalian selama ini. Semoga kami masih bisa membantu lebih banyak orang lagi. Semoga kami bisa terus bermanfaat dalam kebaikan bagi sesama,” ucap mereka.
Di tengah dunia media sosial yang sering dipenuhi pencitraan dan sensasi, perjuangan Fahro Rozi dan Ario Pertamasari menjadi pengingat bahwa masih ada orang-orang yang berjalan dengan ketulusan, menjaga amanah, dan memilih lelah demi membantu mereka yang hidup dalam keterbatasan.

Berita Lainnya
Pelindo Tembilahan Gelar Upacara HUT ke-80 RI, Tekankan Semangat Nasionalisme dan Inovasi Pelayanan
PLN Nusantara Power UP Tenayan Bersama Warga Bangun Jalan Lingkungan Gunakan FABA
Sambu Group Berbagi Biskuit Lebaran di Kecamatan Tanah Merah
Melalui Sektor Perkebunan, Bupati Bengkalis Pererat Hubungan Dengan Negeri Malaysia
Dukung Akses Energi Merata, PLN ULP Tembilahan Gelar Sosialisasi Listrik Dusun
Endang Budi Karya dan Hj Dewi Ansar Berbagi Sembako di Bandara RHF
Bupati Inhu Apresiasi Pelantikan Pengurus Parsadaan Pomparan Toga Sinaga Cabang Inhu
Gardu Prabowo Kuansing Libatkan Generasi Muda dalam Penguatan Organisasi
Mantap! Menjelang Nataru, PT PAA Laksanakan Pasar Murah Minyak Goreng
Rumah Petani di Igal Mandah Akhirnya Terang! Keluarga Bapak Khaidir Ucapkan Terima Kasih ke PLN Tembilahan
Perdana Kasatreskrim Polres Inhu Undang Wartawan Ngopi Santai Ajang Silaturahmi
Pemuda Inhil Bergerak, KNPI Gandeng Bea Cukai Dorong Produk Lokal Mendunia