Terseret Arus Saat Berenang, Warga Bandung Hilang di Sungai Kampar, Tim SAR Sisir 3 Kilometer
BUABUBTim SAR gabungan melanjutkan operasi pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan tenggelam di Sungai Kampar, Desa Muara Jalai, Kecamatan Kampar Utara, Kabupaten Kampar, pada Senin (8/6/2026) pagi. Korban diketahui bernama Cepi (32), berjenis kelamin laki-laki dan beralamat di Bandung. Hingga memasuki hari kedua operasi pencarian, korban masih dalam pencarian oleh Tim SAR gabungan.
Kepala Basarnas Pekanbaru Budi Cahyadi, menyampaikan bahwa pada pukul 07.00 WIB Tim Rescue melaksanakan briefing dan evaluasi sebelum melanjutkan pencarian di sekitar lokasi kejadian.
"Pencarian hari kedua dilakukan dengan penyisiran sejauh kurang lebih 3 kilometer ke arah hilir Sungai Kampar menggunakan pola pencarian paralel sesuai rencana operasi yang telah ditetapkan," ujar Budi.
Area pencarian hari kedua meliputi sektor yang berada di sekitar lokasi kejadian dengan koordinat 0°22'50"N - 101°04'07"E. Untuk melakukan pencarian tersebut pihaknya mengerahkan tujuh orang personil .
“Tim SAR gabungan akan terus mengoptimalkan upaya pencarian sesuai rencana operasi yang telah disusun. Apabila korban ditemukan, selanjutnya akan dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit atau puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” sebutnya.
Basarnas juga mengimbau seluruh masyarakat dan unsur yang terlibat dalam operasi pencarian agar selalu mengutamakan faktor keselamatan selama pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Untuk diketahui, Tim Basarnas Pekanbaru mendapatkan laporan kondisi membahayakan manusia, berupa seorang pria tenggelam di Sungai Kampar, di kawasan Pulau Kasiok, Desa Muara Jalai, Kecamatan Kampar Utara, Kabupaten Kampar, Minggu (7/6/2026) siang. Pria tersebut diketahui bernama Cepi Ahmad Munawar (32), warga Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
“Berdasarkan keterangan saksi, sebelum kejadian korban bersama dua rekannya, Dede Oleh Nurdiansyah dan Wawan Setiawan, sedang memancing di Sungai Kampar kawasan Pulau Kasiok sekitar pukul 13.00 WIB,” katanya.
Pada awalnya, korban dan temannya memancing di lokasi yang relatif dangkal. Namun kemudian ketiganya berpindah ke arah hilir sungai yang memiliki kedalaman lebih tinggi.
Usai berpindah lokasi, korban dan Dede Oleh Nurdiansyah memutuskan untuk mandi dan berenang di sungai tersebut. Saat berada di tengah sungai, keduanya diduga tidak mengetahui adanya bagian sungai yang cukup dalam sehingga terseret arus.
"Kedua korban sempat berusaha berenang menuju tepi sungai. Dede berhasil mencapai daratan, sedangkan Cepi terus berjuang melawan arus sambil meminta pertolongan," ujarnya.

Berita Lainnya
Sandra Dua Penumpang, Dikabarkan Telah Terjadi Perampokan Speedboat di Perairan Mandah Inhil
52 Jalur Sudah Daftar! Pacu Jalur Rayon II MTQ Riau Diprediksi Pecahkan Rekor Antusiasme
Hakim PN Tanjungpinang Tolak Gugatan Praperadilan Tersangka PMI Illegal Terhadap Polres Bintan
Diduga Pemdes Bangun Harjo Jaya Lakukan Kegiatan Fiktif, Warga Pulau Burung Datangi Inspektorat Inhil
Mayat Perempuan Terapung di Tepian Sungai Rokan, Diduga Korban Pembunuhan
Tanah Longsor Kembali Terjadi di Tembilahan Hulu, Mobil Serta Gudang LPG Asia Jatuh ke Sungai
Masih Ada Warga Tanjungpinang yang Belum Memahami Pentingnya Prokes
Tergelincir saat Memeriksa Tali Kapal, Seorang ABK Tenggelam di Siak
Sudah Terdaftar UUCK, Petani di Riau Tetap Ditangkap, Warga Minta Tolong Presiden dan KLHK: Kami Dijajah!
Mayat Perempuan Ditemukan Warga Mengapung di Aliran Sungai
Hingga April 2022, BC Batam Capai 55 Pelanggaran Komoditi Barang Kena Cukai
Ketua PPWI Kuansing Angkat Bicara Terkait Aksi Video Viral Tambang Emas di Desa Tanjung Pauh