Dugaan Korupsi Dana Bansos, Massa Aksi Minta Kejati Usut Tuntas 3 Orang Dekat Gubri Syamsuar
BUALBUAL.com - Sejumlah massa yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Pekanbaru Peduli Keadilan, melakukan unjuk rasa di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Senin (15/2/2021). Mereka meminta kejaksaan mengusut tuntas kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) di Pemkab Siak.
Massa datang ke Kejati Riau membawa spanduk cukup besar yang meminta pengusutan dana bansos terus dilanjutkan. Dalam spanduk itu dipasang tiga foto orang dekat Gubernur Riau H Syamsuar, yakni Indra Gunawan, Ulil Amri dan Ikhsan.
"Lanjutkan pemeriksaan orang-orang Gubernur Riau diduga terlibat korupsi bansos di Kabupaten Siak. Tangkap dan hukum mati," demikian kata-kata yang tercantum di dalam spanduk tersebut.
Koordinator aksi Vahriontirza Havilah menyebutkan, hingga kini penanganan kasus dugaan korupsi bansos belum ada titik terang. "Korupsi yang mengakibatkan kerugian negara ditaksir miliaran rupiah itu belum juga tuntas," kata Vahrion.
Massa menilai, dalam penanganan kasus ini belum terungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab. Padahal tiga orang kepercayaan Syamsuar sudah berulang kali dimintai keterangannya oleh penyidik Pidana Khusus Kejati Riau.
"Ini adalah orang-orang Gubernur Riau dan ada dugaan keterlibatan. Dalam hal ini mereka dipanggil dan diperiksa serta diberi hukuman yang berat jika terbukti bersalah," kata Vahrion.
"Kami inginkan orang seperti Ikhsan, Indra Gunawan, Ulil Amri agar mendapat hukuman yang berat bila terbukti bersalah. Bila perlu beri efek jera yang maksimal untuk para pelaku korupsi dana bansos ini, lanjut," sambung Vahrion.
Dalam tuntutannya, pendemo juga meminta Gubernur Riau mendukung Kejati Riau dalam melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang dicurigai terlibat dalam korupsi bansos. "Kami juga dukung, Kejati Riau dan kepolisian mengusut tuntas kasus ini," kata Vahrion.
Kedatangan massa diterima oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Muspidauan. Ia berterima kasih atas aspirasi dan dukungan dalam penanganan kasus korupsi.
Muspidauan menyebutkan, saat ini tim Pidsus Kejati Riau masih melakukan pengusutan terhadap kasus bansos tersebut. Kasus itu sudah ditingkatkan ke penyidikan.
"Kami minta adek-adek bersabar. Kasus sedang ditangani oleh tim. Beri ruang kepada penyidik untuk menuntaskan kasus tersebut," kata Muspidauan.
Setelah menyerahkan lembar tuntutan dan mendengar penjelasan dari Muspidauan, massa yang dikawal pihak kepolisian membubarkan diri dengan tertib.

Berita Lainnya
Swab Antigen di Komplek Pasar Garuda Barabai, Satu Orang Dinyatakan Positif
Masyarakat Riau Minta Komisi IV DPR RI Fokus Terhadap Lahan Sawit Ilegal Skala Besar
LAMR Inhil Berduka, Datuk Asmadi: Kami Kehilangan Tokoh Adat yang Baik dan Menjaga Marwah Melayu
Mobil Tabrakan dengan Kerbau di Jalur Tol Terpeka, Korban Lapor ke Polres Tubaba
Air Pasang Naik, BPBD Peringatkan Warga: Jangan Lewati Parit 6 Tembilahan Hulu!
Tak Masuk Kantor Selama 2 Bulan, Mahasiswa Minta Kejaksaan Periksa Biaya Perjalanan Dinas Bupati Rohul
Tesso Nilo Adalah Marwah Melayu, LAMR Serukan Penyelamatan Hutan Adat
Korsleting Listrik Diduga Picu Kebakaran Rumah Warga Alahair, BPBD Meranti Langsung Salurkan Bantuan
Panglima Muda BMLBN Dukung KPK dan Plt Gubri SF Haryanto, Indra Gunawan Kritik Penggiringan Opini Kubu Abdul Wahid
Niat Mencari Ikan, Warga Kampar Ini Malah Temukan Granat
Saya Bersumpah! TA: Gubri Abdul Wahid Bantah Tuduhan Pemerasan oleh KPK
Melarikan Diri Selama Dua Bulan, Dua Buronan Kejati Riau Berhasil Diamankan di Jakarta