Saya Bersumpah! TA: Gubri Abdul Wahid Bantah Tuduhan Pemerasan oleh KPK
BUALBUAL.com - Tenaga Ahli (TA) Gubernur Riau, Tata Maulana, mengungkapkan bantahan Gubernur Riau Abdul Wahid terhadap sangkaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga antirasuah itu sebelumnya menetapkan Abdul Wahid sebagai tersangka dugaan pemerasan terhadap sejumlah pejabat di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Riau.
“Saya bertemu Pak Gubernur saat menyerahkan pakaian yang diminta penyidik KPK untuk dibawa ke Jakarta. Kata penyidik, pakaian itu untuk dipakai Pak Gubernur nanti saat keberangkatan,” tutur Tata Maulana saat diwawancarai melalui percakapan WhatsApp dengan riauterkini.com, Selasa (11/11/2025).
Tata menjelaskan, saat itu ia bersama Gubernur Riau berada di Mako Brimob Polda Riau setelah dijemput sejumlah penyidik KPK dari sebuah barbershop di Jalan Paus, Pekanbaru.
“Kepada saya, Pak Gubernur menegaskan bahwa dirinya tidak tahu menahu soal OTT (Operasi Tangkap Tangan) KPK di Dinas PUPR. Pak Gub bersumpah tidak melakukan pemerasan seperti yang disangkakan,” tegas Tata.
Bantahan itu, lanjut Tata, diperkuat dengan alibi bahwa sejak pukul 11.00 WIB, Senin (3/11/2025), Abdul Wahid berada di rumah dinas gubernur. Saat itu, ia menerima sejumlah tamu, di antaranya Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Bupati Siak Afni Zulkifli, dan Wakil Gubernur Riau SF Hariyanto.
“Mereka berbincang di gedung belakang Balai Serindit yang memang sering dijadikan tempat ngopi,” kata Tata.
Setelah para tamu pulang, lanjutnya, Gubernur mengajak untuk ngopi di luar. Atas saran Kabag Protokol Raja Faisal, mereka pun menuju sebuah kafe di Jalan Paus.
“Saat sedang ngopi, tiba-tiba datang sejumlah penyidik KPK yang langsung menghampiri Pak Gubernur,” ujarnya.
Tata mengaku sempat bertanya kepada penyidik tentang keterkaitan OTT di Dinas PUPR dengan Gubernur. Namun, penyidik justru balik bertanya mengenai identitas Tata. “Saat saya sebut nama, penyidik malah bilang saya juga nanti ikut ke KPK,” tambahnya.

Berita Lainnya
Kali Ketiga Pengusiran Alber PT SBP, Nyaris Bentrok Dengan Petani Sungai Raya dan Skip Hilir
Dibujuk Istri, Tahanan yang Kabur dari Lapas Rohul Akhirnya Menyerahkan Diri
Melihat Lebih Dekat Potensi Wisata Destinasi Tersembunyi Selensen Point Kab Indragiri Hilir
Ketua KAMI Palika, Rohil Siap Mediasikan Persoalan Sumur Bor ke Polsek Panipahan
Diduga Melakukan Perbuatan Mesum di Penginapan, 9 Pasang Muda-mudi Diamankan Satpol PP Inhil
Nelayan Tanah Merah Ditemukan Tewas Mengapung di Kanal, Diduga Kambuh Penyakit Epilepsi
Diduga Ada Kejanggalan Terkait Penerimaan Siswa Baru di SMAN 3 Kotabumi
Kerugian Mencapai Rp800 Juta, Dua Bus Terbakar di Tampan Pekanbaru
Perangkat Desa Diduga Ikut Kampanye, Bawaslu Bintan Rekomendasi Pemberian Sanksi
Berkas Perkara Pemerasan Rencana Pembangunan Ruko Pasar Kamis Dilimpahkan ke JPU Kotabumi
Nyantai di Kedai Ngopi, Pria Asal Desa Bungur Meranti Ditangkap Polisi
Janji Bela Petani Berujung Pengkhianatan, Rp15 Juta Raib