Orang Tua Temukan Bukti di Ponsel
Gerak Cepat! Kurang dari 1 Jam, Polisi Ringkus Terduga Predator Anak di Teluk Meranti
BUALBUAL.com - Kepolisian Sektor (Polsek) Teluk Meranti jajaran Polres Pelalawan bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan tindak pidana pencabulan terhadap seorang anak. Kurang dari satu jam setelah menerima laporan, polisi mengamankan seorang pria berinisial MN (32), yang kini berstatus terduga pelaku untuk menjalani proses hukum.
Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, S.I.K Kapolsek Teluk Meranti, Ipda Vicki Rizky, S.H., M.H mengatakan, laporan diterima setelah orang tua korban menemukan percakapan dan foto yang dinilai mencurigakan di telepon genggam. Setelah dimintai keterangan, anak tersebut mengaku diduga menjadi korban perbuatan cabul.
"Orang tua kemudian segera melaporkan dugaan peristiwa itu ke Polsek Teluk Meranti," kata Vicki, Rabu (22/7/2026).
Menurut Vicki, personel Unit Reskrim segera melakukan penyelidikan begitu laporan diterima. Polisi kemudian bergerak ke lokasi dan mengamankan terduga pelaku dalam waktu kurang dari satu jam.
Lebih lanjut Vicky menyatakan, penanganan perkara tersebut merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya anak yang diduga menjadi korban tindak pidana.
"Kami memastikan setiap laporan masyarakat ditangani secara cepat, profesional, dan sesuai ketentuan hukum. Terduga telah diamankan dan saat ini proses penyidikan masih berlangsung. Kami juga berupaya memastikan korban memperoleh pendampingan selama proses penanganan perkara," ujar Vicki.
Saat ini penyidik masih mendalami perkara tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang dapat mengganggu proses penyidikan serta tetap menghormati asas praduga tak bersalah.
Dalam perkara ini, penyidik menerapkan dugaan pelanggaran Pasal 415 huruf b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yang mengatur ancaman pidana penjara paling lama sembilan tahun. Status hukum terlapor akan ditentukan berdasarkan hasil penyidikan yang sedang berlangsung.

Berita Lainnya
Ditinggal Anak Istri, Pedagang Bakso Putus Asa, Akhiri Hidupnya Dengan Seutas Tali
Antisipasi Gangguan Keamanan, Polsek Kuindra Giat Patroli Malam
Terungkap! Pemuda di Kampar Diduga Setubuhi Remaja 13 Tahun hingga 10 Kali, Berakhir di Tangan Polisi
Rugikan Korban Capai Rp30 Juta, 2 Pelaku Pencurian Berhasil Diringkus Polsek Sungkai Selatan
Kejati Sita Dua Kotak Berisi 26 Item, Setelah Tiga Jam Geledah Kantor Disdik Riau
Ditreskrimsus Polda Kepri Bongkar Modus Pencurian Uang Via SIM SWAP
Enam Saksi Sudah Diperiksa, Kejari Gali Bukti Dugaan Korupsi Pelaksanaan Program Paket Premium Ramadhan Baznas Inhil
Kedok Investasi Terbongkar, WN Tiongkok Dideportasi dari Indonesia
Kepala Desa Boncah Mahang Di Kecamatan Bahtin Solapan, Diperiksa Team Tipikor Terkait Dana Desa
Miliki Barang Haram, Dua Warga Tungkal Ilir Diamankan Satres Narkoba Polres Inhil
Biadab, Ayah Tiri Setubuhi Anak Bawah Umur Hingga Puluhan Kali
Antisipasi Gangguan Kamtibmas Jelang Pemilu, Polsek Kuindra Tingkatkan Patroli Malam