BBM Susah, Petani Kelapa di Inhil Tidak Bisa Beraktivitas, Nelayan Tidak Bisa Melaut!
BUALBUAL.com - Petani kelapa dan nelayan di Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang kini mulai berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
Zulmiandi, petani kelapa asal Desa Bakau Aceh, mengatakan kelangkaan solar membuat petani kesulitan mengantarkan hasil panen menggunakan pompong. Kondisi tersebut semakin memberatkan masyarakat di tengah harga kelapa yang saat ini dinilai masih rendah.
“Petani sekarang susah. Harga kelapa sudah murah, minyak solar pun susah didapat. Mau mengantar hasil panen jadi terkendala,” ujarnya. 08/05/26
Menurutnya, masyarakat juga mengalami kesulitan membeli solar karena adanya persyaratan barcode atau aplikasi XStar yang dinilai rumit bagi warga desa. Untuk mengurus barcode tersebut, masyarakat harus pergi hingga ke Kota Tembilahan.
“Kalau mau beli harus pakai barcode XStar. Untuk mengurusnya kami harus ke Tembilahan. Itu tentu keluar biaya lagi, sementara kami di kampung tak pernah dapat sosialisasi soal cara mengurusnya,” katanya.
Ia mengaku banyak petani yang belum memahami prosedur pendaftaran maupun instansi yang harus didatangi untuk pengurusan kebutuhan BBM bagi pompong petani.
Karena itu, masyarakat berharap pelayanan pengurusan barcode dan kebutuhan administrasi BBM subsidi dapat dilakukan hingga tingkat desa atau kecamatan agar lebih mudah dijangkau masyarakat.
“Kami berharap ada pelayanan di desa atau kecamatan supaya masyarakat tak perlu jauh-jauh ke kota dan keluar biaya besar,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Helmi, seorang nelayan di Desa Batang Tumu. Ia mengaku aktivitas melaut warga mulai terganggu akibat sulitnya mendapatkan solar.
“Sekarang minyak bukan cuma susah dibeli, tapi kadang memang tak ada. Akibatnya kami tak bisa melaut seperti biasa,” ungkapnya.
Masyarakat pesisir di Kecamatan Mandah berharap pemerintah dan pihak terkait segera memberikan solusi terkait distribusi BBM subsidi agar aktivitas petani dan nelayan tetap berjalan normal di tengah kondisi ekonomi yang sulit.

Berita Lainnya
Rakyat Menjerit Akibat Covid-19, Walikota Tanjungpinang Makin Sehat dengan Makan Bergizi
Polisi Harus Segera Tangkap Pelaku Penganiayaan dan Pengrusakan Kantor PWI Riau
Jenazah Bocah Hilang di Drainase Bangkinang Kampar Ditemukan di Bawah Kayu di Belakang Pabrik Tahu
Hore, Masyarakat Kasih Kado Buat Walikota Rahma
Dulu Gratis, Kini Harus Bayar: Warga Inhu Protes Parkir Berbayar di Venue Olahraga
Bercium saat Zoom Meeting, Dekan Fakultas Tarbiyah Akui AAF Memang Mahasiswi UIN Suska Riau
Naas, Warga Inhil Tersambar Petir saat Cari Ikan
Tangis Haru di Kuansing, Anak Cucu Belanda Cari Jejak Leluhur Korban Kerja Paksa Jepang
Kebakaran Hanguskan Satu Unit Rumah dan Sepeda Motor di Kempas
Seorang Pria di Langkat Tewas Diduga Diterkam Harimau
Dua Orang Tewas di Tempat, Tabrakan Maut di Duri Bengkalis
Begini Kronologi Penangkapan Bupati Kuansing 'Andi Putra' Hingga Ditetapkan Jadi Tersangka oleh KPK