Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Usai Pecahkan Rekor MURI, Asal-usul Joget Mande Diperdebatkan, Ini Klarifikasi Penciptanya
BUALBUAL.com - Munculnya unggahan di media sosial yang menyebut Tari Joget Mande atau Tari Mandah merupakan pengembangan dari Tari Pantai Solop mendapat tanggapan dari kreator Tari Joget Mande, R. Indra M.
Dalam klarifikasinya, R. Indra M menegaskan bahwa Tari Pantai Solop dan Tari Joget Mande merupakan dua tarian yang berbeda dan tidak memiliki hubungan secara langsung.
"Tari Pantai Solop ya Tari Pantai Solop. Begitu juga Tari Joget Mande yang ditampilkan kemarin tetap Tari Joget Mande. Tidak ada hubungannya antara kedua tari tersebut," tegasnya. 14/06/26
Ia menjelaskan bahwa Tari Joget Mande merupakan karya kreasi yang ia ciptakan dengan mengambil inspirasi dari kesenian Joget Mande atau Dangkong yang pernah hidup dan berkembang di Kecamatan Mandah.
Menurutnya, secara historis Joget Mande berkembang di sejumlah wilayah seperti Igal, Belaras, Bekawan, dan daerah lainnya di Kecamatan Mandah. Karena itu, jika disebut berakar dari tradisi Joget Mande, hal tersebut memang sesuai dengan fakta budaya yang ada.
"Kalau dikatakan berakar dari Joget Mande atau Dangkong yang pernah berkembang di Mandah, itu sah-sah saja. Namun bukan berarti berasal dari Tari Pantai Solop. Masyarakat perlu membedakan kedua tarian ini," ujarnya.
R. Indra M juga menyebut hingga saat ini belum terdapat referensi yang menunjukkan adanya keterkaitan langsung antara tradisi Joget Mande dengan Tari Pantai Solop.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penciptaan Tari Joget Mande dilakukan dengan mengangkat gerakan-gerakan yang terinspirasi dari Joget Mande tradisional. Namun, untuk kebutuhan pertunjukan massal, sejumlah inovasi dan kreasi baru tetap dilakukan agar tarian tersebut dapat ditampilkan oleh banyak orang secara serentak.
"Gerakan dasar Tari Joget Mande saya angkat dari Joget Mande zaman dahulu. Namun untuk kebutuhan penampilan massal, tentu diperlukan inovasi dan kreasi baru agar bisa ditarikan oleh semua kalangan," jelasnya.
Melalui klarifikasi ini, ia berharap masyarakat dapat memahami perbedaan antara Tari Pantai Solop dan Tari Joget Mande, sekaligus menghargai latar belakang sejarah serta proses kreatif yang melahirkan masing-masing karya budaya tersebut.

Berita Lainnya
Penjemputan Adat Forkopimda, LAMR Inhil Awali Prosesi Tepuk Tepung Tawar
Bersama STMIK Indragiri, IWO Inhil Bagikan Sembako ke Panti Lansia
Pemdes Pulau Cawan Salurkan Bantuan Sembako ke Warga, Said Khairul Hanafiah: Pinta Warga Jaga Diri dan Kesehetan
Ibu - ibu Persit Cabang Kodim 0427/Way Kanan Berbagi Takjil Berbuka Puasa kepada Warga
Pidato Bupati Inhu saat Pelantikan Karang Taruna "Mari Terus Tingkatkan SDM"
Natal Bersama Polres Inhu, Berkarya dengan Hati
Portal Jalan Gajah Mada Sebanga Duri, Sering Buka Tutup, Dishub diminta Tegas dan Keras
Peresmian Kantor Sekretariat DPC AJOI Metro adakan Santunan Anak Yatim
DPC F.SPTI - K.SPSI Inhu Resmikan Sekretariat Baru
RSUD Tengku Sulung Tunjukkan Kepedulian untuk Korban Kebakaran di Reteh
HPN dan HUT JMSI Ke 4 Tingkat Riau, Bakal di Bengkalis
Dimasa Pandemi Covid -19, PT SAS Muara Basung Tetap Kucurkan Bantuan CSR