Usai Klarifikasi Soal Penurunan PAD Gara - Gara MBG, SF Hariyanto Melah dapat Dukungan Netizen ''Tutup Saja MBG''
BUALBUAL.com - Polemik pernyataan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum juga mereda. Meski telah memberikan klarifikasi, dukungan terhadap pernyataannya justru bermunculan di media sosial.
Sebelumnya, SF Hariyanto menjadi sorotan setelah pernyataannya yang menyinggung Program Makan Bergizi Gratis dikaitkan dengan rendahnya realisasi pendapatan retribusi daerah. Pernyataan tersebut memicu beragam reaksi publik hingga akhirnya ia memberikan klarifikasi pada 24 Juni 2026.
Namun menariknya, klarifikasi tersebut tidak menghentikan perdebatan. Di media sosial, khususnya pada unggahan akun Facebook Riauonline, banyak warganet yang justru menyatakan dukungan terhadap pandangan SF Hariyanto. Mereka menilai apa yang disampaikan merupakan gambaran kondisi yang terjadi di lapangan.
"Betul sekali Pak SFH, bubarkan aja MBG. Contoh Pemda Kabupaten Malang yang berani menutup MBG," tulis akun Tono Brayn, Sabtu (27/6/2026).
Dukungan serupa datang dari akun Martius Ismail yang menilai pernyataan SF Hariyanto merupakan fakta yang perlu diterima secara objektif.
"Itu betul yang disampaikan oleh gubernur. Fakta yang tidak bisa ditolak," tulisnya.
Sementara akun Said Efendi menilai Program MBG sebaiknya dievaluasi apabila benar berdampak terhadap kemampuan daerah dalam meningkatkan pendapatan.
"Apa yang disampaikan Pak Gubernur Riau benar adanya. Lebih baik MBG di-stop di Riau," komentarnya.
Hal senada juga disampaikan akun Zam Askari.
"Kalau memang MBG menghambat PAD Riau sebagaimana disampaikan Pak SF Hariyanto, sebaiknya ditutup saja," tulisnya.
Gelombang komentar tersebut menunjukkan bahwa polemik terkait Program Makan Bergizi Gratis masih menjadi perhatian publik. Sebagian masyarakat mendukung program tersebut sebagai upaya peningkatan gizi anak-anak, sementara sebagian lainnya menilai perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap dampaknya terhadap keuangan daerah.
Sebelumnya, SF Hariyanto telah menegaskan bahwa pernyataannya tidak dimaksudkan untuk menyalahkan Program Makan Bergizi Gratis. Ia menjelaskan bahwa yang disampaikan adalah kondisi fiskal daerah yang saat ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk adanya perubahan kebijakan yang berdampak pada penerimaan daerah.
Meski telah diklarifikasi, pernyataan tersebut terus menjadi bahan diskusi di tengah masyarakat. Dukungan yang mengalir dari sejumlah warganet menunjukkan bahwa isu MBG tidak hanya menjadi pembahasan di kalangan pemerintah, tetapi juga mendapat perhatian luas dari publik.

Berita Lainnya
Diduga Pakai Plat Palsu, Mahasiswa di Riau Polisikan Oknum Anggota DPRD Pekanbaru
Targetkan Rp250 Ribu Sehari, Ini Motif Pasutri Eksploitasi Anak di Lampu Merah Pangkalan Kerinci
22 Siswa SDN di Tembilahan Diduga Keracunan Makan Olahan MBG Dilarikan ke Rumah Sakit
Pergi Refreshing ke Air Terjun Tembulun, 2 Siswa MAN 1 Inhil Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan
Mayat Perempuan yang Ditemukan di Desa Sungai Intan, Inhil Diduga Korban Pembunuhan
Seorang Warga Batang Gamsal Inhu Diduga Tewas Dimangsa Buaya, Begini Penjelasan Polisi
Gagalnya Pelaksanaan Vaksinasi ke- II, Disayangkan Ketua DPD GAZA Purwakarta
Ketua IWO Jambi Berpulang, Ketum Minta Warisi Dedikasi Nurul Fahmy
Derita Penyakit Kulit, Bocah 8 Tahun di Kota Tanjungpinang Ini Butuh Uluran Tangan
Lubang Besar Menanti Korban Nyawa Di Jalinsum Duri - Dumai
Polsek Kuindra Giat Berikan Sosialisasi dan Himbauan Pemilu Damai Kepada Masyarakat Sapat
Tabrakan Maut di Lintas Timur, 4 Penumpang Bus PMH Meninggal Dunia