Kabar Buruk untuk Petani Kelapa
Harga Kelapa di Malaysia Jatuh, Ekspor Kelapa Inhil Anjlok 78 Persen dalam Sebulan!
BUALBUAL.com - Aktivitas pelayaran dan bongkar muat kelapa di Pelabuhan Sungai Guntung, Kabupaten Indragiri Hilir, masih berjalan normal dan terus melayani kebutuhan industri pengolahan kelapa lokal, pengiriman antarpulau, serta ekspor. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, ekspor kelapa bulat tujuan Malaysia mengalami penurunan signifikan.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Sungai Guntung, Capt. Yovan Siahaan, mengatakan arus keluar komoditas kelapa dari pelabuhan tersebut menunjukkan tren menurun, terutama untuk pasar Malaysia.
"Berdasarkan pencatatan dokumen operasional Pelabuhan Sungai Guntung, aktivitas pengiriman komoditas kelapa bulat tujuan Malaysia memang menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir," ujar Capt. Yovan.
Data pelabuhan mencatat, volume ekspor kelapa bulat ke Malaysia pada April 2026 turun sekitar 78,43 persen dibandingkan Maret 2026. Sementara pada Mei 2026, volume pengiriman masih lebih rendah sekitar 42,02 persen dibandingkan Maret 2026.
Menurut Capt. Yovan, penurunan paling tajam terjadi pada periode Maret hingga April 2026, ketika volume ekspor berkurang sekitar 1.745 ton hanya dalam satu bulan.
Kondisi ini dipicu melemahnya pasar kelapa di Malaysia. Harga kelapa di negara tujuan tersebut mengalami penurunan, sementara permintaan juga cenderung lesu. Situasi itu membuat eksportir harus lebih berhati-hati dalam melakukan pengiriman.
Dalam kondisi harga jual yang rendah, biaya pembelian bahan baku, pengumpulan, bongkar muat, hingga pengiriman berpotensi tidak sebanding dengan nilai penjualan di pasar tujuan.
Melemahnya permintaan dari Malaysia juga berdampak langsung terhadap frekuensi keberangkatan kapal ekspor dari Sungai Guntung.
"Penurunan permintaan dari negara tujuan seperti Malaysia secara langsung berdampak pada penurunan frekuensi keberangkatan kapal ekspor dari Sungai Guntung," jelasnya.
Ia menambahkan, kapal baru akan dijadwalkan berlayar setelah kuota muatan minimal terpenuhi sesuai pesanan atau purchase order dari pembeli di luar negeri.
Selain faktor permintaan, kondisi pasokan di Malaysia juga memengaruhi kebutuhan impor. Saat produksi dan stok kelapa domestik di negara tersebut melimpah, kebutuhan terhadap kelapa impor dari Indonesia otomatis berkurang.
Meski ekspor kelapa bulat sedang melemah, Capt. Yovan menegaskan KUPP Sungai Guntung tidak memiliki kewenangan menentukan harga kelapa, baik di tingkat petani maupun pasar ekspor.
"KUPP tidak memiliki kewenangan dalam menentukan harga kelapa. Hingga saat ini juga tidak ada pembatasan ekspor kelapa bulat dari pemerintah, serta tidak ada pungutan maupun pajak khusus untuk ekspor kelapa bulat. Penurunan ekspor yang terjadi murni dipengaruhi mekanisme permintaan dan penawaran pasar," tegasnya.
Menurutnya, tugas KUPP berfokus pada keselamatan dan keamanan pelayaran, ketertiban pelabuhan, serta kelancaran administrasi dan operasional kapal.
"Kami berkomitmen memastikan pelabuhan berfungsi sebagai jembatan logistik yang andal, menyediakan layanan administrasi yang cepat, memastikan dermaga siap digunakan, serta menjamin kapal dapat berlayar dengan aman dan lancar hingga tujuan," tutup Capt. Yovan.
Dengan harga kelapa di Malaysia yang masih rendah dan permintaan yang belum pulih, aktivitas ekspor kelapa bulat dari Sungai Guntung diperkirakan masih menghadapi tantangan dalam beberapa waktu ke depan.

Berita Lainnya
Mulai 1 Februari 2023, Ini Harga Pertamax Turbo dan Pertamina Dex di Riau
DLHK Rohil Hadir Kegiatan Penyusunan Dokumen Lingkungan AMDAL Ruas Jalan Propinsi Riau di Lintas Pesisir
BKD Riau Umumkan Jadwal dan Lokasi Ujian Mandiri Seleksi Kompetensi PPPK Tahap II
Buka Festival Budaya Bahari, Wabup Bagus Ajak Masyarakat Kembangkan Potensi Pariwisata
Sinergi dan Kolaborasi Jadi Kunci Utama Implementasi Pembangunan Rendah Karbon
Hadiri Pemasangan 1330 Patok Batas Tanah, Wabup Ardian Ajak Masyarakat Dukung Program Gema Patas
Sekda Tubaba Pimpin Rapat Persiapan Peresmian Pasar Pulung
Matangkan Persiapan Persyaratan Anda, Pendaftaran Kartu Prakerja Diundur Hingga Sabtu 11 April 2020
Kadis PMD Yuliargo Dampingi Wabup Inhil Yuliantini Hadiri Maulid Nabi di Desa Gembira
617 napi huni rutan klas II B Rengat
Ketua K3S Inhil Serahkan Santunan di Panti Asuhan Muhammadiyah Tembilahan
Gubernur Ansar Serahkan Bantuan Hibah Rumah Ibadah dan Organisasi Islam se Tanjungpinang