Pemprov Riau Siapkan Bukti!
20 Indikator Pemerintahan Digital Dipenuhi, Pemprov Riau Masih Diminta Lengkapi Eviden
BUALBUAL.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengikuti wawancara evaluasi kinerja pemerintahan digital bersama asesor eksternal yang ditunjuk Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).
Kegiatan tersebut berlangsung di Riau Command Center, Menara Lancang Kuning, dan dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Riau Syahrial Abdi, Kamis (24/9/2026).
Syahrial Abdi mengatakan, evaluasi tersebut merupakan bagian dari penilaian nasional terhadap implementasi pemerintahan digital di seluruh pemerintah daerah.
"Hari ini kita mengikuti evaluasi pemerintahan digital dari Kementerian PANRB. Jadi mereka menunjuk pihak ketiga independen untuk memberi penilaian terhadap seluruh pemerintah daerah untuk implementasi Pemerintahan Digital," kata Syahrial.
Ia menjelaskan, pemerintahan digital bukan merupakan hal baru. Sebelumnya, konsep tersebut dikenal dengan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Namun, saat ini terdapat pengembangan pada indikator penilaiannya.
"Pemdigi ini sebenarnya bukan barang baru. Kalau yang kita kenal dulu adalah SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik). Dulu terdapat 12 indikator yang sekarang ditambah menjadi 20 indikator yang kemudian akan menggambarkan sejauh mana pemerintahan itu melaksanakan pemerintahan digital," jelasnya.
Dari 20 indikator yang menjadi objek penilaian, Syahrial menyebut Pemprov Riau secara prinsip telah memenuhi seluruh indikator tersebut.
"Hari ini, dari 20 indikator itu, Alhamdulillah Pemprov Riau secara prinsip sudah memenuhi semua. Sudah mengirimkan semua bukti terkait kebijakan, peraturan," ungkapnya.
Meski demikian, tim asesor eksternal masih meminta sejumlah bukti tambahan atau eviden fisik yang menunjukkan implementasi pemerintahan digital di lapangan.
"Namun, ada beberapa hal yang mereka minta berupa eviden yang menggambarkan bahwa secara fisik itu ada. Contoh, pelayanan perizinan di DPMPTSP, pelayanan pajak di Bapenda, layanan kepegawaian di BKD yang sudah dilakukan secara digital, namun mereka butuh bukti yang menggambarkan bahwa proses itu benar-benar terjadi," tutur Syahrial.
Terkait kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam pengelolaan pemerintahan digital, Pemprov Riau juga telah melakukan kolaborasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD).
"Kita juga sudah kolaborasikan BPSDM, Diskominfo dan Bappeda serta Biro Organisasi untuk membuat modul-modul pembelajaran digital yang bisa diakses secara digital baik oleh ASN maupun masyarakat," pungkasnya.
(MC Riau/mcy)

Berita Lainnya
Peringati Hari Pahlawan Nasional ke-76, Gubernur Kepri Ziarah ke TMP Pusaran Bhakti Batu 5
Rasio Elektrifikasi Desa Berlistrik di Kabupaten Inhil Mencapai 98,7 Persen
Wabup Bengkalis Resmi Tutup Perhelatan MTQ ke 48, Mandau Raih Terbaik 1 Pawai Ta'aruf dan Satnd Bazar
Dahrius Husin: Penerima Bantuan Pemprov Bisa Juga Mendaftar Online Begini Caranya
Ketua Dekranasda Inhil Ikuti Musyawarah Nasional Secara Vidcon
Tokoh Adat hingga ICMI Riau Sepakat: DIR Bukan Isu Biasa, Tapi Kebutuhan
Gubernur Ansar Serahkan Bantuan Perikanan di Desa Pekaka Lingga Senilai Rp 2,648 miliar
Supiansyah Resmi Buka Lomba Perkemahan Akbar II MTI Sungai Guntung Kecamatan Kateman
Kominfo RI Keluarkan RPM Terkait Interoperabilitas Data
Bupati Bengkalis Kasmarni, Beri Pesan Pada 94 Kepsek Yang Dilantik
Camat Mandau Kunjungani PKK Kelurahan Gajah Sakti
Sekda Riau Kawal Langsung Konsistensi Program Hijau di Bumi Lancang Kuning