Penerbangan ke Jakarta Gagal
Pekanbaru Diselimuti Kabut Ekstrem! Jarak Pandang 100 Meter, Pesawat Tak Bisa Terbang
BUALBUAL.com - Kabut tebal yang menyelimuti Kota Pekanbaru pada Selasa (13/10/2026) pagi berdampak langsung terhadap operasional penerbangan di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II. Jarak pandang yang sangat terbatas membuat dua penerbangan tujuan Jakarta terpaksa mengalami penundaan.
Berdasarkan pembaruan kondisi operasional bandara pada pukul 07.03 WIB, jarak pandang (visibility) hanya berkisar antara 100 hingga 550 meter akibat kabut (fog), sehingga aktivitas penerbangan tidak dapat berjalan normal.
General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Achmad, melalui Branch Communication & CSR Bandara SSK II Pekanbaru, Meta Harahap, menjelaskan bahwa dua penerbangan yang terdampak adalah AirAsia nomor penerbangan IP329 dan Citilink nomor penerbangan QG937, yang sama-sama melayani rute Pekanbaru–Jakarta.
"Jarak pandang terpantau berada pada rentang 100 hingga 550 meter akibat kondisi kabut," ujar Meta Harahap.
Tak hanya keberangkatan yang tertunda, hingga pukul tersebut juga belum ada pesawat yang berhasil mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru.
Pihak bandara saat ini terus memantau perkembangan cuaca serta berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), maskapai penerbangan, dan seluruh pihak terkait guna memastikan operasional berjalan aman.
"Aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama," tegas Meta.
Sementara itu, Forecaster on Duty BMKG Stasiun Pekanbaru, Deby, menjelaskan bahwa fenomena yang terjadi merupakan fog atau kabut dengan tingkat kelembapan udara mencapai 100 persen.
"Pagi ini terjadi fog dengan jarak pandang hanya sekitar 100 meter dan kelembapan udara mencapai 100 persen," jelasnya.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya para pengguna jalan, agar meningkatkan kewaspadaan saat berkendara karena jarak pandang sangat terbatas di sejumlah wilayah.
Menurut Deby, kondisi tersebut diperkirakan akan berangsur membaik seiring menurunnya tingkat kelembapan udara.
"Seiring waktu, ketika kelembapan udara mulai turun, kekaburan udara juga akan berkurang," pungkasnya.

Berita Lainnya
Tata Maulana Ledakkan Fakta: OTT KPK Sarat Kepentingan dan Tanpa Bukti Kuat!
Seorang Bandar Ditangkap, Polda Riau Gagalkan Peredaran 24 Kg Sabu
Nyawa Tinggal Sehelai Benang! Harimau Sumatera Seret Pekerja, Diselamatkan Cahaya Alat Berat
Kondisi Waka DPRD Bengkalis Mulai Stabil, Alami Patah Tulang Usai Kecelakaan
Konser Honne di Pekanbaru Tuai Penolakan, Dinilai Terafiliasi Komunitas LGBT
Viral Isu Abdul Wahid Akan Gugat Presiden dan Hakim, Cak Mus: Itu Ulah Akun Provokator!
Lahan Seluas 8 Hektare Terbakar di Rangsang, Polisi Lidik Pelaku Pembakaran
Berjudi Kartu Remi, 6 Warga Batang Cenaku Diciduk Polisi
Akibat Terlilit Batang As Pompong Rambut dan Kulit Kepala Bocah Berumur 6 Tahun Asal Mandah Terlepas
Sampan Dihantam Ombak, Satu Warga Pelangiran Inhil Tenggelam
Abrasi Makin Ganas! Empat Rumah dan Rumah Tahfiz Lenyap Diterjang Longsor di Inhil
Sadis! Rusa Penangkaran di Bawah Jembatan TASL Siak Dijagal Pencuri, Dua Ekor Mati