PILIHAN
Pasca bentrok berdarah, Kapolres Kepulauan Meranti dicopot
BualBual.com - Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Asep Iskandar dicopot dari jabatannya pasca bentrok antara ratusan warga dengan polisi di markasnya. Perwira menengah jebolan akademi kepolisian tahun 1998 ini juga dinilai tidak maksimal dalam bekerja, sehingga saat proses penangkapan terhadap Apriadi Pratama (24) berujung kematian.
Pencopotan terhadap AKBP Asep dilakukan Kapolda Riau Brigjend Pol Supriyanto pada Sabtu (27/8). "Kita menilai, kinerjanya belum maksimal," ujarnya.
Selain mencopot AKBP Asep, Kapolda Riau juga memerintahkan Kabid Propam Polda Riau AKBP Pitoyo Agung Yuwono untuk memproses Kasat Reskrim Polres Kep Meranti AKP Aditya Warman dan 14 anggota lainnya.
[caption id="attachment_2321" align="alignnone" width="300"]
Bentrok warga dan polisi di Meranti 2016[/caption]
"Iya, 15 orang personel juga sedang diperiksa di Mapolda. Ini terkait dugaan kesalahan prosedur dalam bekerja," ucap Supriyanto.
Saat ini, jabatan Kapolres Kepulauan Meranti mengalami kekosongan karena belum ada penggantinya. Menurut Supriyanto, pencopotan ini sebagai bentuk tindakan tegas institusi kepolisian terhadap anggotanya.
"Insya Allah, situasi di Kepulauan Meranti saat ini sudah kondusif," jelas Supriyanto.
[caption id="attachment_2322" align="alignnone" width="300"]
Warga kepung Polres Kep Meranti 2016[/caption]
Puluhan Brimob Polda Riau, dan sejumlah personel dari Polres Bengkalis, dan Siak dikirim ke Kepulauan Meranti untuk melakukan pengamanan pasca bentrok berdarah ratusan warga di Mapolres. Akibat serangan ratusan massa yang melempari batu dan kayu, seorang warga yang ikut demo bernama Is Rusli tewas terkena lemparan batu pada bagian kepalanya.
Penyerangan ratusan massa di Mapolres Kep Meranti dipicu atas kematian Apriadi Pratama, pelaku pembunuhan anggota polisi Brigadir Adil S Tambunan. Keduanya terlibat perkelahian di parkiran hotel Furama hanya gara-gara seorang wanita.
Sumber : [hhw] merdeka.com
Bentrok warga dan polisi di Meranti 2016[/caption]
"Iya, 15 orang personel juga sedang diperiksa di Mapolda. Ini terkait dugaan kesalahan prosedur dalam bekerja," ucap Supriyanto.
Saat ini, jabatan Kapolres Kepulauan Meranti mengalami kekosongan karena belum ada penggantinya. Menurut Supriyanto, pencopotan ini sebagai bentuk tindakan tegas institusi kepolisian terhadap anggotanya.
"Insya Allah, situasi di Kepulauan Meranti saat ini sudah kondusif," jelas Supriyanto.
[caption id="attachment_2322" align="alignnone" width="300"]
Warga kepung Polres Kep Meranti 2016[/caption]
Puluhan Brimob Polda Riau, dan sejumlah personel dari Polres Bengkalis, dan Siak dikirim ke Kepulauan Meranti untuk melakukan pengamanan pasca bentrok berdarah ratusan warga di Mapolres. Akibat serangan ratusan massa yang melempari batu dan kayu, seorang warga yang ikut demo bernama Is Rusli tewas terkena lemparan batu pada bagian kepalanya.
Penyerangan ratusan massa di Mapolres Kep Meranti dipicu atas kematian Apriadi Pratama, pelaku pembunuhan anggota polisi Brigadir Adil S Tambunan. Keduanya terlibat perkelahian di parkiran hotel Furama hanya gara-gara seorang wanita.
Sumber : [hhw] merdeka.com

Berita Lainnya
Lakalantas Inhil 'Truck vs Motor' Guru Pesantren Jadi Korban
Kisruh Politisi PDIP Ahmad Basarah Sebut 'Soeharto Presiden Terkorup Sepanjang Masa'
Sebanyak Tiga OPD Pemda Inhil Membeberkan Terkait Hutang Pengadaan Barang dan Jasa Tahun 2019
Harga TBS Sawit di Riau Naik, Jelang Idul Fitri
Masyarakat Kuindra Tegaskan Siap Memenangkan Wardan-SU Pada Pilkada Inhil 2018
Tingkatkan Kwalitas dan Pelayanan Pelanggan, PDAM Tirta Indragiri Gandeng 3 Perusahaan
Ratusan Jamaah Masjid Al-Muqaddis Lakukan Istighosah Terkait Wabah Virus Corona
Semifinal Timnas Indonesia U-16 Vs Malaysia, Siapa Unggul?
Pihak Sekolah Harus Tahu! Ini Syarat Guru Honorer yang Bisa Dapat Dana BOS
FKWI Kemuning Sukses Laksanakan Bedah Rumah Tahap Ke- 4
Ada Dugaan Kuat Upaya Pencurian Picu Kebocoran Pipa Minyak Chevron di Duri
Bangunan Penunjang Wisata di Teluk Meranti Pelalawan Diterjang Ombak Bono