PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Pergi ke Batam , Warga Afghanistan dan Pakistan Menjadi Gigolo
BualBual.com - Batam, Sungguh malang nasib kedua pengungsi asal Afghanistan ini, Khadam Husain (23) dan Ali Husen (19). Kedua imigran pencari suaka ini mengaku mendapatkan informasi bahwa tinggal di Batam, Kepulauan Riau, menjanjikan.
"Saya sudah dua tahun di Jakarta, mengira hidup di Batam lebih enak dari pada di Jakarta, makanya memberanikan diri datang ke Batam," ucap Khadam pengungsi asal Afghanistan saat mendatangi Kantor Imigrasi Klas I Batam, Jumat, 9 September 2016.
Ia mengungkapkan, temannya yang terlebih dahulu datang mengatakan tinggal di Batam sangat menjanjikan. Tempat tinggal dan biaya hidup ada yang memfasilitasi. "Saya menyesal datang ke Batam tidak seperti apa yang dibayangkan. Sekarang akan berencana balik ke Jakarta lagi".
Senada dengan Khadam, Ali Husen (19) yang juga pencari suaka asal Afghanistan, menuturkan kedatangan mereka tidak seindah apa yang dibayangkan. Ternyata, mereka harus tinggal di taman terbuka (taman kota) bersama 92 pengungsi lainnya.
"Hotel yang disewa sudah tidak ada lagi kamar kosong. Terpaksa kami ditempatkan di taman," Ali menerangkan.
Ia menyayangkan dan kesal setelah mendapatkan Informasi dari Imigrasi Batam mengenai penangkapan sembilan rekan mereka sesama pencari suaka asal Timur Tengah. Sedangkan seorang terduga gigolo lainnya berasal dari Pakistan.
"Kami sangat kesal dan marah atas ulah teman-teman, Jika seandainya benar, karena ini akan berdampak jelek kepada yang lain yang sama-sama pengungsi," ujar Ali.
Ia pun berharap kesepuluh terduga gigolo tersebut diproses sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.
Sementara itu, berdasarkan pantauan Bualbual.com, kesepuluh terduga gigolo Arab itu menjalani pemeriksaan intensif di Kantor Imigrasi Klas I Batam.
Adapun Kepala Pengawasan dan Penindakan Imigrasi Batam Muhammad Noviandry saat ditemui, belum memberikan keterangan secara resmi. "Untuk 10 orang imigran yang bermasalah masih dalam proses penyidikan."
editor : bdn

Berita Lainnya
KKN Kepenghuluan Mesah Temu Ramah Bersama Masyarakat Dan Perangkat Desa
Si Jagor Merah Hacar 4 Unit Rumah Warga Teluk Kiambang
TMMD Kodim 0314/Inhil, Pembuatan MCK dan Tempat Wudhu di Masjid Baiturrahman Terus Digesa
Menurut Kamu, Berapakah Prediksi Skor Inggris vs Kroasia?
Akal Sehat Rocky Gerung: Saya Enggak Siap Menghadapi Pertanyaan Bodoh
Hotspot Karhutla di Riau Tembus 259 Titik, Cuaca Masih Cerah Berawan
Roket Insight NASA Sukses Mendarat di Mars
PKS Riau Tolak Teken Hasil Rekapitulasi KPU di Tiga Daerah Pemilihan
Gubernur Riau Keluarkan SE Tentang Layanan penyelenggaraan Pendidikan Dalam Masa Pencegahan Covid 19
Bupati HM Wardan Sambut Kunjungan Dirjen Badilum Mahkamah Agung RI
Efraim Ferdinand: Direktur Teknik Timnas Futsal Indonesia Berharap Riau Muncul Pelatih dan Atlet Mempuni
Berkas P19 Kasus Pembantaian Beruang Madu di Inhil Dikembalikan Kepenyidik