PILIHAN
Bupati Yoyok: Jika Anggaran yang Sedikit Tetap Dikorupsi, Rakyat Dapat Apa?
Bualbual.com - Batang - Anggaran yang melimpah sangat menguntungkan pembangunan kota-kota besar di Indonesia. Namun, masih banyak daerah tidak memiliki keistimewaan tersebut sehingga harus berinovasi untuk pembangunan daerah.
Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo, mengatakan keterbatasan anggaran bukan masalah untuk membangun seperti yang ia lakukan di daerahnya. Yoyok pun memberikan pesan kepada calon pemimpin Kabupaten Batang selanjutnya.
"Anggaran itu adalah uang rakyat. Pemimpin harus mampu memanfaatkannya dengan maksimal. Kalau masih ada yang bisa korupsi, berarti sistem kita harus diperbaiki dan ditingkatkan lagi. Jika kita tidak bisa manfaatkan uang dengan baik, masak itu salah koruptor? Makanya, Kami selalu fokus berinovasi di situ," kata Yoyok usai rapat koordinasi semester akhir pembangunan di Pendopo Kabupaten Batang, Selasa (13/09/2016),
Kabupaten Batang memang daerah yang terkenal dengan terobosan-terobosan di bidang transparansi anggaran. Yang terbaru pada tanggal 7 September lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengadakan pendidikan dan pelatihan pejabat setingkat direktur di Kabupaten Batang.
Bagi Yoyok, pemerintah Kabupaten Batang harus mampu menyerap anggaran sebaik-baiknya. Perekonomian masyarakat sangat tergantung pada kinerja pemerintah.
"Kami tidak punya banyak sektor swasta. Kalau anggaran tidak terserap dan dikorupsi, rakyat Batang bisa susah semua. Tidak ada pembangunan. Kalau kota besar, banyak sektor swasta yang bisa menyokong perekonomian masyarakat," ujar penerima Bung Hatta Anticorruption Award 2015 itu.
Pengalaman mengelola keterbatasan ini membuat Yoyok menerima berbagai penghargaan sistem pengelolaan anggaran. Kabupaten Batang bersama Kota Surabaya adalah dua daerah di tahun 2016 ini yang memegang sertifikasi ISO 27001 untuk keamanan dan kerahasiaan informasi publik.
Saat ini, Kabupaten Batang memiliki APBD sebesar Rp 1,7 triliun. Berkat pengelolaan yang baik, angka ini berada jauh di atas tahun pertama pemerintahan Bupati Yoyok, yakni sekitar R. 950 miliar.
"Pemimpin yang baru nanti harus mampu mengatasi keterbatasan. Menghabiskan waktu untuk berpikir dan membuat terobosan. Bukan orang yang selalu menyalahkan-nyalahkan," tutup Yoyok.
Detik.com

Berita Lainnya
Kodim 0314 Inhil Gelar Jum'at Bersih Taja Hari Juang Kartika
Kalahkan Swedia, Inggris Maju ke semifinal Piala Dunia
Dinkes: PDP yang Positif Covid-19 Bukan Berstatus Warga Dumai
Ramli Walid Dapatkan Perahu Golkar, Bursa Pilwako Pekanbaru 2017 Semakin Nyata
Heboh Ada Video Porno Janda VS Pria Beristri Beredar di Cempaga
Di Masjid Pancasila Tembilahan, Wardan Kukuhkan Pengurus Pejuang Subuh
Kok Bisa? Prabowo Dapat Sumbangan Dana Kampanye Dari Ahok Rp250 Juta
Staf BPTD IV Riau Kepri Ditemukan Meninggal Akibat Dermaga Roro Tanjung Buton Siak Ambruk
Waspada ! Penipuan Mengatasnamakan PLN Tembilahan
Efraim Ferdinand: Direktur Teknik Timnas Futsal Indonesia Berharap Riau Muncul Pelatih dan Atlet Mempuni
HUT Legium Veteran RI ke-63, Kasdim 0314 Inhil: Generasi Penerus Selalu Ingat Perjuangan Senior
Polda Riau Toreh Penghargaan dan Tropy Polmas Award Kapolri Cup 2018