PILIHAN
Para Pengemis Merajalela Di Kota Tembilahan Peran Dinas Sosial di Pertanyakan
bualbual.com, Masyarakat Kabupaten Inhil Hampir lima puluh persen mengunakan transportasi laut, berbagai daerah berdatangan kepusat kabupaten kota yaitu tembilahan.
Berbagai perdaganggan yang dijual bagi masyarakat yang datang namun ada hal yang manarik dari pantuan bualbual.com saat berada dipelabuhan Lasedap pelabuhan yang dikenal padat para aktivitas baik darinpembongkaran barang maupun pelabuhan speedbod para penumpang.
para pengemis baik dari orang buta sampai orang peminta sumbangan yang mengatas namakan yayasan ataupun panti asuhan hal ini membuat kenyamanan masyarakat manjadi terganggu.
Tak terlihat peran dinas sosial kabupaten inhil dengan maraknya para pengemis di kota tembilahan, 15/09/17
Kita tidak ingin kota yang kita cintai ini banyak para pengemis yang hanya mengambil kesempatan dan berharap belas kasian orang lain, apa lagi pengemis dengan wajah dan kesehatan yang masih segar bugar kami berharap fungsi dari dinas sosia kabupaten ini untuk menertipkan para pengemis yang merasahkan bagi masyarakat kota tembilahan ataupun para pengunjung yang datang di kabupaten ini, (ucu)

Berita Lainnya
Tutup Rapat Pleno, Wabup Bangga Pemilu di Inhil Berjalan Lancar
Aksi Bakar Ban Tolak Hasil Verifikasi Stering Committe Faperta UR
PDIP Nantikan Deklarasi Capres Prabowo Jika Poros Ketiga Tak Akan Terbentuk
Ternyata Ada Otak Kedua di Perut Kita
Polres Inhil Tangkap Pelaku Penanam Ganja Di Seberang Tembilahan
Warga mulai Kwatir, Tekait kabar ada harimau sumatra di balai raja, Masyarakat Mintah Pihak terkait Segera meneluaurinya,
Kedatangan Luhut Binsar Panjaitan Datang ke Inhil, Salah Satunya Bahas Harga Kelapa
Coach Malaysia U16 Minta Maaf Atas Bendera Indonesia Yang Terbalik
Coreng Dunia Pendidikan, Pelajar SMAN 1 di Rohul Riau 'Rayakan Kelulusan Secara Vulgar'
Besok Enam Mahasiswa yang Jalani Observasi di Natuna Kembali ke Riau
UNRI Lakukan Penyemprotan Disinfektan di 6 dan SPS Desa Bantan Timur
Pengumuman Pilpres dan Pileg, Syamsuar Imbau Masyarakat Tak Ikut 'People Power'