PILIHAN
Bupati Wardan Jawab Kontraversi Tentang Dampak Fistival Kelapa International Bagi Masyarakat Inhil
bualbual.com, Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan memberikan jawaban ihwal manfaat penyelenggaraan Festival Kelapa Internasional (FKI) yang dianggap kontradiktif dengan misi pembangunan sektor perkebunan kelapa Kabupaten Inhil oleh sebagian kalangan.
Jawaban Bupati ini disampaikan pada saat pelaksanaan pelantikan sekaligus pengambilan sumpah jabatan Penjabat Kelapa Desa Concong Dalam, Kecamatan Concong di Desa Concong Tengah (Air Bagi), 10/10/17
Kontroversi penyelenggaraan Festival Kelapa Internasional memang kerap kali menjadi isu hangat di Kabupaten Inhil. Kontroversi yang muncul tidak hanya pada masa pra penyelenggaraan, namun juga setelah usainya perhelatan akbar negara-negara produsen kelapa tersebut.
Kritikan bahkan kecaman terus berdatangan menghampiri Bupati Inhil, HM Wardan dari para pihak yang tidak setuju dengan penyelenggaraan Festival Kelapa Internasional pada 9 September silam.
Kendati demikian, Bupati Inhil, HM Wardan selalu menyikapi kritikan serta kecaman tersebut dengan lapang dada dengan tetap memberikan jawaban rasional tentang latar belakang dan tujuan penyelenggaraan Festival Kelapa Internasional.
Menurut Bupati, penerimaan tawaran Kabupaten Inhil sebagai 'Tuan Rumah' penyelenggaraan Festival Kelapa Internasional ini dilatarbelakangi oleh luasnya hamparan perkebunan kelapa Kabupaten Inhil yang mencapai 400 ribu hektare yang meski belum resmi ditetapkan, namun telah diidentifikasi menjadi daerah kabupaten yang memiliki areal perkebunan kelapa terluas di Indonesia bahkan dunia.
Tujuan penyelenggaraan Festival Kelapa Internasional, diungkapkan Bupati, tidak lain dan tidak bukan ialah untuk memperkenalkan apa yang menjadi latar belakang penyelenggaran tersebut, yakni kabupaten dengan hamparan areal perkebunan kelapa terluas di dunia.
"Perihal anggaran dana kegiatan, itu bukanlah berasal dari APBD Inhil, melainkan berasal dari kontribusi para pelaku bisnis lokal yang berdomisili di Inhil. Misalnya saja, persoalan transportasi, itu disediakan oleh PT THIP yang turut berkontirbusi juga berpartisipasi dalam helat FKI," urai Bupati.
Dia menambahkan, kedatangan 11 (sebelas) negara yang terhimpun dalam Komunitas Kelapa Asia-Pasifik pada perhelatan akbar FKI yang lalu pun didasarkan atas solidaritas masing-masing negara yang bersedia untuk memenuhi akomodasi dengan biaya pribadi.
"Jadi, bukan kita (Pemerintah Kabupaten Inhil, red) yang menanggung akomodasi para peserta," tukas Bupati.
Lebih lanjut, berbicara tentang torehan hasil penyelenggaraan, Bupati mengaku, hal tersebut tidak serta-merta secara langsung memberikan dampak terhadap kenaikan harga jual kelapa dikalangan pekebun kelapa, melainkan butuh proses pengenalan Kabupaten Inhil sebagai lumbung kelapa.
"Dengan begitu, diasumsikan permintaan kelapa dari para pelaku bisnis yang bergerak dibidang pengolahan kelapa akan meningkat karena telah mengetahui bahwa Kabupaten Inhil banyak memiliki persediaan kelapa untuk diolah," papar Bupati seraya mengatakan, ketika permintaan kelapa meningkat, maka harga jualpun akan meningkat sesuai dengan hukum permintaan dan penawaran dalam disiplin ilmu ekonomi.
Selanjutnya, Bupati Inhil mengaku bahwa Dirinya diundang oleh Kementerian Perkebunan Republik Indonesia untuk memberikan presentasi terkait potensi perkebunan kelapa di Kabupaten Inhil yang diketahui merupakan bentuk respons atas penyelenggaraan FKI.
"Di sana (Kementerian Perkebunan, Red), saya diberikan kesempatan untuk menjabarkan hal-hal yang berkenaan dengan potensi kelapa lokal di Kabupaten Inhil. Nah, ini juga merupakan bagian dari upaya kita untuk mengembangkan sektor perkebunan kelapa Kabupaten Inhil. Tujuan kita, tentunya untuk jangka panjang," tutup Bupati. (Mok/Diskominfo/sjc)

Berita Lainnya
Nekad Bawa Sabu, 2 Penumpang Pesawat di Amankan Petugas Bandara SSK II Pekanbaru
Bupati Bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 Semprot Disinfektan Ke Sejumlah Pusat Keramaian
Ketua Komisi I DPRD Inhil Sebut Ini Penyebab Harga Kelapa Tidak Stabil
Effendi Simbolon: Tidak Ada Operasi Intelijen Untuk Rizieq
Pasca bentrok berdarah, Kapolres Kepulauan Meranti dicopot
Kemenpora Tak Bisa Pastikan Riau Masuk Tuan Rumah Piala Dunia U-20
Pimpin Apel Harlah Pancasila, HM. Wardan Ajak Jadikan Pancasila Pedoman Hidup
Utusan Inhil Melaju ke Putaran ke 2 Lomba Perahu Jalur Toduang
Hebat!!! Tim Bulu Tangkis Putra Indonesia Terlalu Mudah Kalahkan Maladewa
Polsek Pelabuhan Tembilahan Giat Lakukan Operasi Bina Kusuma
Empat Desa Di Kampar, Terendam Banjir
Hafis Tohar: Aktifkan Kembali Fungsi Masyarakat Adat 'Kasus Pencabulan Marak di Riau'