PILIHAN
Di Tahun Politik, Ini Trik Jitu Diskominfo Inhil Menahan Lajunya Informasi Hoax
BUALBUAL.com, Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berkomitmen menahan laju penyebaran berita palsu atau hoax, khususnya di tahun politik, 2018 dan 2019 melalui beberapa upaya.
Menjelang serentetan kontestasi Pemilu yang akan diselenggarakan pada tahun 2018 dan 2019, seperti Pilkada, Pileg dan Pilpres. Penekanan terhadap frekuensi penyebaran hoax menjadi tantangan baru bagi Diskominfo Inhil.
Menurut Kepala Bidang P4SDKI Diskominfo Inhil, Trio Beni Putra, upaya meredam persebaran hoax mesti dilakukan mengingat hoax merupakan sebuah instrumen yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan oleh pihak - pihak yang tak bertanggung jawab.
"Kita akan mengambil langkah tegas terhadap media sosial atau media mainstream yang memuat konten hoax, mulai dari teguran tertulis dan pemanggilan stake holder," ungkap Trio Beni Putra, Tembilahan, Jum'at (25/5/2018) pagi.
Pembatasan akses, dikatakan Trio Beni Putra, adalah langkah antisipatif yang juga memungkinkan untuk diambil. Langkah tersebut juga pernah dilakukan oleh Kementerian Informatika dan Komunikasi.
"Langkah - langkah yang diambil nantinya akan mengacu pada UU Informasi dan Elektronik yang dilanggar. Pembatasan akses bisa berupa penutupan layanan sementara, membekukan atau menghapus suatu akun di media sosial, hingga memblokir situs terkait," jelas Trio, begitu biasanya Dia disapa.
Trio menyebutkan, sejak akhir tahun 2017, berita - berita palsu atau hoax sudah sangat banyak tersebar. Selain dapat memicu perpecahan, hoax juga memuat unsur pembodohan terhadap masyarakat karena kebenaran informasi yang terkandung tidak akurat.
"Selama ada bukti dan aduan yang masuk kita akan lakukan penindakan. Tentu, upaya ini dilakukan demi memperkecil potensi merebaknya berita - berita bohong di kalangan masyarakat," tukas Trio.
*Literasi Digital*
Selanjutnya, Diskominfo Inhil juga menyatakan komitmennya dalam rangka menahan laju penyebaran hoax melalui literasi digital dengan program siberkreasi. Langkah jangka pendek ini merupakan respons Diskominfo Inhil atas agenda program yang digulirkan Kemenkominfo.
Siberkreasi yang diusung, menurut Trio adalah sebuah gerakan sporadis yang merangkul lembaga - lembaga mulai dari perguruan tinggi, korporasi, lembaga swadaya masyarakat, media massa, juga asosiasi pekerja seni.
"Kemenkominfo dengan literasi digitalnya telah dan sedang mengampanyekan literasi digital secara maraton. Kita juga akan menindaklanjuti program ini berkoordinasi dengan Kemenkominfo," paparnya.
Meski diasumsikan program literasi digital ini belum bisa mengimbangi laju hoax yang dipastikan menghiasi wajah media sosial dan media arus utama jelang Pilkada Serentak 2018 dan Pilpres 2019, Trio meyakini, langkah tersebut paling tidak mampu meminimalisir hoax yang tersebar dan menjadi konsumsi masyarakat Inhil selama ini.***
(Diskominfo)

Berita Lainnya
Gempa Bumi Berkekuatan 6,2 SR Guncang Sumbar
Debat Pilpres: Kiai Ma’ruf Amin, Seperti 'Antara Ada Dan Tiada'
Wow...Sandiaga Bongkar Kelakuan Buruk Ahok, Jawaban Telak Ahok Ini Justru Mengejutkan
Pjs Bupati dan Aggota DPRD Inhil Hadiri Peresmian Mesjid Besar Al-Falah Sungai Guntung
Dandim 0314 Inhil Jalin Silaturahmi ke Pondok Pesantren Pimpinan KH Abdul Muis
Gatot Tak Nyapres, Relawan Dukung Prabowo-Sandi
Pjs Bupati Inhil Hadiri Ramah Tamah Pemrov Riau dengan Jaksa Agung RI
Kok Bisa? Rupiah Melemah, Sekda Berharap Berdampak Baik Bagi Riau
Kisah Perjuangan Total Dokter Tirta dari Pejuang Corona COVID-19 Kini Bisa Jadi Korban
Prancis Siap Akui Kedaulatan Negara Palestina
Hanya Waktu 15 Menit 1 Unit Rumah Dikec Keteman Hangus Terbakar
Besok Batas Waktu KPU Riau Serahan Data Petugas Pemilu yang Gugur