PILIHAN
4 Kapal Pengangkut Minuman Kaleng dari Negeri Jiran Ditahan, Pemkab Meranti
BUALBUAL.com, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) telah melayangkan surat kepada Kanwil Bea dan Cukai (BC) Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.
Hal ini terkait ditahannya 4 unit kapal milik pengusaha asal Kepulauan Meranti yang membawa minuman kaleng untuk kebutuhan lebaran dari negara Jiran Malaysia.
Kepala Bidang Perdagangan, Disperindagkop UKM Kepulauan Meranti, Ade Suhartian mengatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kepulauan Meranti dalam persiapan lebaran.
"Saat menjelang lebaran, bagi masyarakat Kepulauan Meranti minuman kaleng ini menjadi wajib dan tradisi untuk disuguhkan saat ada tamu yang datang, jadi bisa dikatakan tidak afdhal jika lebaran tidak ada air kaleng," kata Ade, Ahad (10/6/2018).
Akibat ditahannya empat unit kapal lintas batas itu, air kaleng di Kepulauan Meranti menjadi langka dan harganya pun melambung tinggi.
"Kita sifatnya hanya menyurati dan memohon agar kapal tersebut dilepaskan yang notabene membawa kebutuhan lebaran. Sebelumnya Bupati juga sudah berkoordinasi ke sana, saat ini stok sudah menipis dan harganya pun mahal," ungkap Ade.
Minuman kaleng asal Malaysia sudah menjadi kegemaran sejak turun temurun bagi masyarakat pesisir Riau khususnya Kepulauan Meranti, apalagi saat menjelang lebaran tiba, permintaan akan air kaleng ini mencapai puluhan ribu cans.
"Ada beberapa faktor yang menjadikan kenapa air kaleng Malaysia ini menjadi favorit saat lebaran. Selain enak harganya pun lebih murah dibandingkan produk dalam negeri, selisih harga mencapai Rp15 ribu, dan jaraknya pun dekat sehingga tidak membutuhkan cost tinggi untuk pengiriman," kata Ade Suhartian lagi.
Ditahannya empat kapal pembawa kebutuhan lebaran ini pun menimbulkan polemik di sebagian masyarakat. Buruh serta puluhan masyarakat Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti menggeruduk Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Selatpanjang, Jumat (8/6/2018) malam.
Mereka menuntut pihak beacukai menjelaskan bertanggung jawab atas penangkapan ini.
Dalam aksi tersebut pihak Bea Cukai menerima beberapa perwakilan buruh serta masyarakat untuk bermediasi serta mendengarkan aspirasi ke dalam ruang pertemuan kantor Bea Cukai Selatpanjang.
Salah seorang perwakilan masyarakat dengan tegas mempertanyakan mengapa sampai saat ini kapal tersebut tidak dilepaskan.
"Terkesan berbelit-belit dalam proses pemeriksaan tersebut, Apakah Beacukai tidak tahu bahwa kapal itu membawa stok minuman untuk masyarakat Meranti. Kalau kita lihat dari izin serta kelengkapan surat kapal serta manifes sudah sesuai aturan, apakah ini ada indikasi ingin menyengsarakan masyarakat Meranti. Kebiasaan masyarakat Meranti kalau lebaran itu ada minuman kaleng pak,” teriak seorang perwakilan masyarakat.
"Ini menyangkut khalayak ramai, hajat hidup orang banyak seperti buruh bongkar muat dan yang paling penting adalah langkanya minuman kaleng serta harga yang tinggi makin mencekik masyarakat meranti, beacukai harus tau itu,” kata seorang perwakilan buruh.
Sementara itu kepala kantor pos Bea Cukai Selatpanjang, Hengki menjelaskan pihaknya akan komunikasikan hal ini ke kantor Bea Cukai Bengkalis serta ke kanwil Bea Cukai Pekanbaru untuk dikomunikasikan ke kanwil Tanjung Balai, apa yang menjadi aspirasi masyarakat yang hadir.
“Saya sangat mengerti dengan keluhan masyarakat Meranti terkait stok minuman yang masih tertahan. Sekali lagi saya sampaikakan tidak ada konspirasi oleh pihak Bea Cukai terkait tertahannya minuman ini,” tutup Hengki.***
Editor: ucu
Sumber: cakaplah.com

Berita Lainnya
KPU Riau Lakukan Uji Coba Rapat Jarak Jauh dengan Aplikasi Zoom Cloud
Polresta Kota Pekanbaru Sita 14,4 Kg Sabu-sabu dari Malaysia
Robohnya Intake SPAM Durolis di Rohil, Polda Riau Bisa Usut
Dua Warga Pelalawan Ditahan Polisi, Rambah Kayu di Lahan Konservasi PT Musim Mas
Mega Minta Gibran Baca 4 Buku "Kursus Politik untuk menempa Diri"
Padamkan Karhutla di Riau, Satgas Kerahkan Lima Helikopter
Sadar Tidak Di Hargai Demokrat, Kini Wanita Emas Resmi Dukung Ahok Pilkada DKI
Perwakilan Dari SMK An-nur Kuala Selat, Tiga Siswa Mengikuti Seleksi Paskibra Inhil
Lalu Lintas Sistem Buka Tutup, Jalan Pekanbaru-Kuansing KM 52 Amblas
Mulyadi Said Sebut: SK Personalia kepengurusan baru DPC Partai Gerindra Inhil Belum Final
Pemkab Inhil Minta Akademisi UR Lakukan Riset Perkelapaan
Pokdarwis The Preserver Ranah Sungkai Datangkan Kades Peraih API 2019 "Garap Wisata Umbai Padang Island"