PILIHAN
Tangkap Pastor, Dua Menteri Turki Terkena Sangsi AS
bualbual.com, Pemerintah Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi terhadap dua pejabat Turki yakni Menteri Kehakiman Abdulhamit Gul dan Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu. Keduanya dijatuhi sanksi menyusul penangkapan pastor asal AS Andrew Craig Brunson.
"Keduanya diberikan sanksi setelah menahan dan menghukum pastor berusia 50 tahun, Andrew Craig Brunson," kata Juru Bicara Gedung Putih Sarah Sanders Huckabee seperti diwartakan Aljazirah, Kamis (2/8).
Andrew Craig Brunson merupakan seorang pastor yang memimpin sebuah gereja di Izmir yang terletak dekat laut Aegean. Bunson diamankan otoritas Turki lantaran diduga terlibat dengan kudeta gagal Presiden Recep Tayyip Erdogan pada 2016 lalu.
Dia didakwa dengan hukuman kurungan selama 35 tahun setelah dinyatakan bersalah oleh pengadilan setempat. Brunson saat ini tengah menjadi tahanan rumah.
Status tersebut dia dapatkan setelah sebelumnya ditahan di sebuah penjara oleh otoritas Turki selama 21 bulan. Penahanan yang dilakukan terhadap Andrew Craig Brunson membuat Presiden AS Donald Trump mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada Turki.
Presiden Erdogan mengaku tidak takut akan ancaman sanksi itu serta siap menghadapi hukuman yang dimaksud.
"Kami tidak akan memberikan tanggapan positif atas ancaman tersebut. Tidak mungkin bagi kami untuk menerima ancaman AS, terlebih dengan seorang pencerahan bermental zionis yang biasa menggunakan bahasa penuh ancaman semacam ini," tegas Erdogan.
Wakil Presiden AS Mike Pence menilai Brunson merupakan korban intimidasi agama. Erdogan segera membantah pernyataan tersebut sambil menegaskan jika Turki tidak memiliki masalah dengan etnis minoritas tertentu.
Seperti diketahui, kudeta gagal terhadap Presiden Erdogan terjadi pada 2016 lalu. Hingga kini, Pemerintah Turki terus melacak warga yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Dalam inisiden itu, nyawa Presiden Erdogan juga sempat terancam akan dibunuh.
Pemerintah Turki menuding jika percobaan kudeta itu dilakukan organisasi FETO (Fetullah Gulen Terorist Organization). FETO merupakan organisasi yang dikepalai oleh sosok bernama Fetullah Gulen, yang kini tinggal di Pensylvania, AS.
Pemerintah Turki mengaku memiliki bukti kuat terkait keterlibatan pria 63 tahun itu dengan percobaan pembunuhan Presiden Recep Tayip Erdogan. Bukti didapatkan berdasarkan pengakuan personel kudeta gagal yang menyerah kepada pemerintah.
Pemerintah Turki telah melakulan pemeriksaan menyeluruh kepada semua personel yang terlibat dalam kudeta. Otoritas juga telah menyelidiki informasi pribadi hingga ke segala bentuk sistem komunikasi yang hanya mereka gunakan di antara mereka saja.
Editor:bbc
Sumber: republila.co

Berita Lainnya
Bisa Jadi Ancaman Radikalisme saat Pemilu, Keberadaan TKA di Riau
Hebat! Putra Inhil Ini Jadi Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin untuk Riau
Kamu Harus Tahu: Keistimewaan dan Keajaiban Surat Al-Fatihah, Jika Diamalkan
Segera dioperasikan Jembatan apung pertama di Indonesia
Karhutla di Riau Belum Ganggu Jadwal Penerbangan Bandara SSK II
Pengamat: Hilang Sudah Reputasi Dan Citra Ma'ruf Amin, Soal Ngaku Terpaksa Bersaksi Untuk Ahok
Ayat Cahyadi: Ingatkan Sekolah Tak Terima Siswa Baru Lebih dari Daya Tampung
Bupati HM. Wardan Pimpin Rapat Penyelesaian Permasalahan Konflik Lahan Masyarakat dengan PT. IJA
DIPA 2020 Turun Sampai Rp1,7 Triliun, Pemprov Riau Tak Bisa Jelaskan Penyebabnya
Riau Siap Laksanakan UN 2019
Kelompok 8 KKN UMRI Gelar Webinar Bertani Diera Degital Dimasa Pandemi
Masuki Penghujung Tahun 2019, Pengerjaan Ruas Jalan Di Tembilahan Masih Belum Selesai