PILIHAN
Isu Tenaga Kerja China 'Digoreng' Terus, Jokowi Saya Kesal
BUALBUAL.com, Presiden Joko Widodo geram isu Tenaga Kerja Asing (TKA), khususnya asal China, terus "digoreng" untuk menyerang dirinya. Ia mengaku heran isu TKA China masih digoreng sehingga membuatnya dicap sebagai "antek aseng".
Jokowi membela dengan menyebut keberadaan TKA China tidak signifikan. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, jumlah TKA hingga akhir 2017 sebesar 85.974 orang atau memang meningkat 14,91 persen dari posisi akhir 2016 74.813 orang. Dari jumlah tersebut, TKA asal China terbilang mendominasi dengan jumlah 24.804 orang, atau 28,85 persen dari total TKA.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini melanjutkan, data ini sangat jauh ketimbang tuduhan adanya 10 juta TKA China yang menyerbu Indonesia. "Padahal TKA di Indonesia ini hanya 78 ribu hingga 80 ribu, tidak lebih, yang dari China hanya 24 ribu," ucap Jokowi di Bandung, Sabtu (10/11).
Menurut dia, isu serbuan 10 juta TKA China ke Indonesia bisa disebabkan dari keinginan Indonesia untuk menggaet turis asal negara Tirai Bambu tersebut. Pada 2016 silam, China memiliki potensi wisatawan sebanyak 180 juta yang menjadi rebutan negara-negara di benua Amerika, Eropa, dan Asia sendiri.
"Indonesia saat itu minta minimal 10 juta (turis asal China) tapi bukan lisan, tanda tangan agreement (perjanjian). Itu yang kemudian diplesetkan menjadi (serbuan) TKA," ucap dia.
Selain itu, melihat faktanya, proporsi TKA di Indonesia terhadap jumlah penduduk bekerja masih kecil, yakni 0,03 persen. Angka ini jauh lebih rendah ketimbang Brunei Darussalam sebesar 32 persen, Singapura 24 persen, dan Malaysia 5,4 persen.
Bahkan, jumlah tenaga kerja Indonesia yang bekerja di China pun lebih banyak dibanding TKA China di Indonesia. Ia mencontohkan, TKI di China terbilang 80 ribu orang, Hong Kong sekitar 160 ribu pekerja, dan Taiwan di kisaran 200 ribu pekerja.
"Terus untuk masalah TKA, antek asengnya di mana? Jumlahnya (terhadap seluruh penduduk bekeja) 1 persen tidak ada kok. Penjelasannya itu saja mengenai antek aseng," ujar dia.
Sumber: cnnindonesia

Berita Lainnya
Update Corona di Indonesia 1 Mei: 800 Meninggal 10.551 Positif, 1.591 Sembuh
Presiden Prabowo Apresiasi Satgas PKH, Total Rp31,3 Triliun Berhasil Diamankan
Pertamina Rugi Rp 11 Triliun, Abdul Wahid Pertanyakan Manajerial Hulu dan Hilir
Susunan Kabinet Selesai Dua Bulan Lalu, Jokowi Mau Diumumkan Tapi Dilarang!
Ma'ruf Amin Soal Warga Percaya Jokowi PKI dan Anti-Islam: Oon Ente
Benarkah Jokowi Akan Keluarkan Perppu Penyadapan Ini Kata Fahri Hamzah
Usai Pelajari Perekonomian Jokowi, Alumni Mesir Dukung Prabowo
DPRD Provinsi Riau Minta Pemerintah Pusat Turunkan Harga BBM
Terungkap Fakta Baru, Siapa yang Minta Jokowi Pegang Pulpen Saat Debat Capres
Butuh Berapa Lama Belajar? Jokowi: Tak Punya Pengalaman Tapi Mimpin Negara
Mulai 3 Mei 2020, PLN Gratiskan Tarif Listrik Bisnis dan Industri Kecil Selama 6 Bulan
Hamdi Muluk: Informasi Berlebihan Tentang Virus Corona Buat Psikologis Masyarakat Terganggu