PILIHAN
LAM Riau Berikan Gelar Adat ke Jokowi? Syarwan Ancam Pulangkan Gelar Adat yang di Dapatnya
BUALBUAL.com, Tokoh masyarakat Melayu Riau, Letjen TNI (Purn) Syarwan Hamid, mengancam mengembalikan gelar adat diterimanya dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), jika institusi tersebut tetap bersikukuh memberikan gelar adat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Presiden Jokowi direncanakan akan menerima gelar adat dari LAM Riau, Sabtu, 8 November 2018 mendatang, dalam kunjungan kerja ke Provinsi Riau.
"Saya dan beberapa tokoh lainnya keberatan dengan pemberian gelar dalam kurun waktu ini, kami akan mempertimbangkan untuk mengembalikan gelar yang diperoleh jika LAM memaksakan kehendaknya," kata mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) di era Pemerintahan Presiden BJ Habibie tersebut, Senin, 26 November 2018.
Sebagai perwira tinggi bintang tiga, Mantan Kepala Staf Sosial Politik (Kasospol) ABRI tahun 1996 ini merupakan anak Riau dengan pangkat tertinggi di kedinasan ketentaraan.
Sekitar 18 tahun silam, ditanggal persis hari ini, Syarwan Hamid yang lahir di Siak, 10 November 1943, menerima gelar adat dari LAM Riau, 26 November 2000. LAM Riau memberikannya gelar Datuk Seri Lela Setia Negara.
Tak hanya itu, lulusan Akademi Militer Negara (AMN) 1966 ini Mantan Menteri Dalam Negeri Kabinet Reformasi ini menuding pemberian gelar adat ini bukan diprakarsai oleh LAMR namun hanya oleh ketua LAM saja. Ini dibuktikan dengan tidak adanya konsultasi LAM dengan pemuka masyarakat Riau.
"Saya bertanya kepada Syahril (Ketua DPH LAM), apakah Anda layak memprakarsai pemberian gelar itu, tanpa berembuk dengan Pemuka masyarakat lainnya?" ungkap Pensiunan jenderal bintang tiga ini, Minggu, 25 November 2018.
Syarwan juga menilai LAM adalah personifikasi dari pribadi Syahril. Padahal, katanya, LAM merupakan organisasi tempat tokoh masyarakat bermusyawarah tentang adat istiadat, budaya dan Marwah kemelayuan.
"Selama ini terkesan Syahrir telah memposisikan LAM sebagai lembaga pribadinya dan sulit diajak berdialog," tuturnya
"Jika kalian menganggap Jokowi banyak berjasa untuk Riau, seberapa besarkah jasanya? Bisakah dibandingkan dengan sumbangan negri melayu ini kepada Pemerintah? Tak ada apa-apanya," tegasnya.
Apalagi, kata Syarwan, momentum pemberian gelar itu bersamaan dengan waktu Pilpres, sehingga sangat kental nuansa politiknya.
Sumber: riauonline.co.id

Berita Lainnya
Komunitas Relawan Sadar Indonesia, Siap Adu Data Dengan Relawan Jokowi
Presiden Jokowi Disarankan Terapkan Teori Kaca Spion, Sebelum Angkat Ahok Jadi Bos BUMN
Relawan Jokowi Siap Door to Door Menangkan 01 di Duri-Riau
Bidik 2024 Sudah Terwujud, Pemprov Riau Siapkan Kajian Akademis BUMD Pangan
Kembali Mengundang Perdebatan Soal Anggaran Bocor: Dibantah Jokowi, Dibenarkan JK
Dibalik Pelantikan Andika dan Maruli Ada 'Bau' Nepotisme Jokowi dan.....
Bin: KPU Untungkan Jokowi, Hasto Pasang Badan Wajar
Syamsuar dan Menteri LHK Kampanyekan Jokowi di Kandis Riau
Cak Imin Minta 10 Kursi Menteri ke Jokowi, Wapres JK Nilai Tentu Berlebihan
Pak Jokowi? Siapa Bermain Politik Genderuwo!
Aktivis Lingkungan Banyak Dikriminalisasi, WALHI Layangkan Somasi Kepada Presiden Jokowi
Dispora Kota Tanjungpinang Gelar Kegiatan Olahraga Lari 8 - 17 Kilometer