PILIHAN
Ketum IGI: Pak Presiden Honorer K2 Bukan Cuma Ratusan Ribu
BUALBUAL.com, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim mengibaratkan PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) semacam permen manis.
PPPK juga hanya sebuah terapi kejut agar pemerintahan ini tidak jadi bulan-bulanan diserang honorer K2 (kategori dua) maupun non kategori.
"Pemerintah sama sekali tidak punya niat menuntaskan masalah pendidikan di Indonesia. Pemilu 2019 memang membutuhkan hal itu. Entahlah, apakah memang tidak niat menuntaskan atau memang tidak tahu bagaimana menuntaskannya. PPPPK ini bagi saya hanya sebuah permen manis atau kembang gula dunia pendidikan. Tidak cukup mengenyangkan, tak pula menghilangkan dahaga," tutur Ramli dalam pernyataan resminya, Kamis (6/2).
Sebaiknya pemerintah berhenti memandang pendidikan bukan dari sudut pandang pendidikan.
Pengadaan fasilitas dipandang dari pilot project, sebaran guru dipandang dari sisi keunggulan sekolah, bahkan prestasi siswa dihitung dari sisi peringkat dari nilai total. Semua cara pandang ini tak akan pernah menuntaskan masalah pendidikan Indonesia.
"Menurut hemat kami, pendidikan harus dipandang dari sudut pandang pendidikan, jangan dipandang dari sisi ormas apalagi dari sisi politik," bebernya.
Presiden tak tahu kalau ada guru di Indonesia yang pendapatannya ratusan ribu sebulan. Ini ketidaktahuan yang menghancurkan hati honorer yang saat ini menjadi tulang punggung pendidikan kita. Bukan sekadar melukai tapi menghancurkan.
"Bukan cuma ratusan ribu Pak Presiden tetapi di banyak tempat di Indonesia ini pendapatan guru bahkan di bawah Rp 100 ribu," ucapnya.
Sumber: Jpnn / Editor: ucu

Berita Lainnya
Tinjau Lokasi TMMD ke-101, Tim Wasev Puji Kinerja Kodim 0413/Inhil
Lei Jun: Negara Indonesia Adalah Pasar Inti Smartphone Xiaomi
Ini Penjelasan Ustaz Abdul Samad Atas Larangan Bercadar
PSPS Bawak Pulang Satu Poin Dari Aceh
Ini Penjelasan Disdagtrin Inhil Terkait Kelangkaan dan Kenaikan Harga Gas 3 Kg
Hebat, Mahasiswa Unnes Ini Bikin Alat Pendeteksi Uang untuk Tunanetra
Selama 216 Jam Wardan Menghilang Dari Inhil, Kenapa.?
Maman Minta Kapolda Sumut Dicopot Karena Sambut Rizieq FPI
HM. Wardan Serahkan SK Tentang Pengangkatan PNS di Lingkungan Pemkab Inhil T.A 2018
Soal Bendera PBB Dibuang di GBK, FPI-PKS Jawab Tudingan Yusril
Kelangkaan Masker Terjadi di Tembilahan, Disdagtrin Inhil Lakukan Sidak ke Apotek
Bupati HM. Wardan Lantik Ketua dan Pengurus APKL Periode 2020 - 2023