PILIHAN
Firdaus Sebut: Setiap Tahun, Pemko Pekanbaru Selalu Kekurangan PNS
BUALBUAL.com, Walikota Pekanbaru Firdaus menegaskan jika jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus berkurang setiap tahunnya. Tak tanggung-tanggung, jumlah PNS yang masuk masa purna mencapai ratusan orang.
“Setiap tahun, untuk guru saja yang pensiun mencapai 400 an orang. Ini diluar PNS yang berada di Organisasi Perangkat Daerah,” katanya, Ahad (24/2/2019).
Dengan kurangnya jumlah PNS di Pemko Pekanbaru tentunya sangat berdampak karena setiap tahun, Pemerintah Pusat pun tidak setiap tahun merekrut jumlah PNS.
“Di luar guru kita kekurangan 1.000 PNS. Tapi kita pun tak bisa menambah jumlah PNS di luar kuota yang telah diberikan pemerintah pusat,” cakapnya.
Untuk itu, Firdaus menyebutkan pihaknya telah melakukan klasifikasi jumlah kebutuhan PNS yang ada di Kota Pekanbaru, untuk selanjutnya dilakukan perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Proses perekrutan untuk ratusan lowongan sudah berlangsung. Sekarang tinggal menunggu pengumuman saja. Semoga dengan bertambahnya jumlah tenaga PPPK di Kota Pekanbaru akan membantu tugas-tugas para PNS,” pungkasnya.
Sumber : Cakaplah

Berita Lainnya
Gara-Gara Urusan Duniawi, Arab Saudi Halangi Warga Muslim Qatar Naik Haji
IPMPK Gelar Pengenalan Organisasi dan Latihan Kepemimpinan
Ahmad Dhani Menolak Dibawa Ke Surabaya 'Khawatirkan Keselamatannya'
Rumah Novanto Mau Dilelang, Segini Harga Pasarannya
Agama, Politik, dan Toleransi yang Memudar
Hakim Tolak Keberatan dan Pengalihan Penahanan Tiga Dokter RSUD Arifin Achmad Pekanbaru
Niat Hendak Bersilahturahmi, Sumartono Malah Dapati Abang Kandung Tergeletak Tak Bernyawa
Tak Hanya Memadamkan Api, Presiden Minta Gubri Syamsuar Lakukan Pencegahan Karhutla
Kapolda: Kejar Pembeli Sampai Ketemu "Pencuri Minyak Mentah PT CPI Terancam Penjara 7 Tahun"
Ketua AMPG Inhil, Merasa dilecehkan Beredarnya Ke Publik Ada Masyarakat Rugi dalam Agenda Pengobatan Gratis Partai Golkar
Ini Faktanya Buat Tulisan BFF di Status Facebook Ternyata Hoax