PILIHAN
Melonjak 47 Persen, Utang BUMN Jadi Rp2.394 Triliun
BUALBUAL.com, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat utang perusahaan pelat merah tanpa dana pihak ketiga (DPK) sepanjang 2018 mencapai Rp2.394 triliun (unaudited). Angka itu melonjak 47,5 persen dibanding realisasi 2017 yang sebesar Rp1.623 triliun.
Sementara itu, kalau dihitung dengan memasukkan dana pihak ketiga, secara total, utang perusahaan negara tercatat mencapai Rp5.613 triliun atau meningkat 16,2 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya Rp4.830 triliun.
Sekretaris Jenderal Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro mengungkapkan tingkat utang BUMN tersebut masih berada di level aman.
"Namanya perusahaan, tumbuh berkembang besar," ujar Imam usai menghadiri rapat koordinasi Kementerian BUMN dan BUMN di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (28/2/2019).
Imam mengungkapkan besarnya jumlah utang masih bisa dikelola dan dibayar oleh pendapatan BUMN. Berdasarkan data sementara Kementerian BUMN, perusahaan pelat merah tahun lalu masih mencetak laba hingga Rp188 triliun atau tumbuh sekitar 1 persen dibandingkan capaian 2017 yang sebesar Rp186 triliun.
Total aset BUMN juga melonjak 12,2 persen dari Rp7. 210 triliun menjadi Rp8.092 triliun. Secara terpisah, Menteri BUMN Rini Soemarno mengungkapkan sepanjang tahun lalu BUMN telah berkontribusi dalam merealisasikan pembangunan infrastruktur dan meningkatkan konektivitas, mulai dari pembangunan dan penambahan kapasitas bandara, pelabuhan, jalan tol, hingga reaktivasi jalur kereta api.
Dampak pembangunan tersebut, Indonesia mampu meningkatkan efisiensi ekonomi. Di bidang logistik, pembangunan infrastruktur telah berhasil menurunkan waktu bongkar muat di pelabuhan (dwelling time) dari 8 hari menjadi ke kisaran 3 hari.
Selain itu, BUMN juga membangun infrastruktur telekomunikasi, listrik, hingga bahan bakar. "Masih harus diperbaiki tetapi saya tekankan untuk terus kerja dan lebih baik lagi," ujarnya.
Sepanjang tahun lalu, BUMN juga telah memberikan kontribusi terhadap kas negara sebesar Rp422 triliun melonjak 19,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi negara tersebut terdiri dari pajak sebesar Rp212 triliun, PNBP lain Rp166 triliun, dan dividen Rp44 triliun.
Sumber : cnnindonesia.com

Berita Lainnya
Bengkalis Juara II Kejurprov ke-32 Catur Riau 2019 di Bangkinang Kampar 'Raih 4 Emas, 2 Perak dan 3 Perunggu'
Koloborasi Karang Taruna, Polbeng, PHR Buka Pelatihan Juru Las Di Mandau
Warga Inhil Harus Tahu! Inilah Arahan Bupati Wardan Untuk Segenap Elemen Masyarakat Terkait Pencegahan Covid-19
Mungkin Kiamat Sudah Dekat Di Bengkalis, Ayah Kandung Cabuli Anaknya Sendiri
Innova Plat Merah Rusak Parah, Tower Disdukcapil Pelalawan Ambruk
Camat Talang Muandau Lakukan Innovasi Resmikan 30 Kolam Budi Daya Ikan Lele
Kebun Warga Kebanjiran, Diduga Akibat Tambang Batubara di Peranap Inhu Alihkan Aliran Sungai
Kelangkaan Masker Terjadi di Tembilahan, Disdagtrin Inhil Lakukan Sidak ke Apotek
Polda Riau Musnahkan Narkoba Bernilai Milyaran Rupiah
Hadiri Syukuran Komunitas Dijepit Biru, HM. Wardan Ucapkan Terima Kasih
Anggaran untuk BPBD Riau Tahun 2020, Hanya Diusulkan Rp500 Juta
Satu dari Korporasi, Polda Riau Tetapkan 31 Tersangka Kasus Karhutla