PILIHAN
Mahasiswa Dorong-dorongan dengan Petugas, Sweeping Kantor Gubernur Riau
BUALBUAL.com, Ratusan mahasiswa yang berunjukrasa di Kantor Gubernur Riau nekat melakukan sweeping ke dalam kantor Gubernur Riau.
Massa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau dan Politeknik Chevron Rumbai (PCR) ini ingin bertemu langsung dengan gubernur untuk menyampaikan aspirasinya.
Aksi saling dorong pun sempat terjadi antara mahasiswa dan Satpol PP di depan pintu masuk kantor. Keributan yang terjadi ini membuat desakan masuk dari mahasiswa semakin banyak.
Karena tidak terbendung lagi, akhirnya Satpol PP membiarkan sweeping dilakukan. Beberapa orang perwakilan mahasiswa dibiarkan untuk memeriksa ruangan gubernur bekerja.
Setelah beberapa saat, akhirnya sekitar tiga orang perwakilan mahasiswa keluar.
Mengetahui gubernur tidak di tempat, massa pun gusar. "Ini masih jam kantor kenapa gubernur tidak ada. Bukan kantor gubernur ini, tapi rumah hantu," ujar demonstran.
Karena gubernur tidak berada di tempat, ratusan massa ini akhirnya mulai membubarkan diri sekitar pukul 18.00 WIB. Massa menyatakan akan datang lagi dengan jumlah mahasiswa yang lebih banyak jika tuntutannya tidak dipenuhi.
| Sumber | : | Cakaplah |

Berita Lainnya
Doodle Hari Ini "Google Birthday", Berapa Usia Google?
Selama 96 Jam Hilang, Jasad Kamarudin ditemukan di Perairan Mandah-Inhil
Satu Rumah Warga Mekong Meranti Rata dengan Tanah "Dilalap Si Jago Merah"
Orang Melayu Wajib Tahu! Mari Kita Mengenal Fungsi Utama Penggunaan Tanjak Dari Pakar Tanjak Melayu Riau
Akan Dibangun Dalam Mega Proyek NU Riau 9 Masjid Terunik di Dunia
Esok Prabowo Akan Umumkan Wakilnya
Hangat Di Netizen, FPI Bakal Jadi Parpol Islam? Ini Jawaban Habib Novel
Besok: Mesin Pemburu Konten Negatif Milik Kemenkominfo Mulai Berburu
Tiga Kepala Desa di Riau Dipanggil Bagian Seksi Intelijen Jaksa
DR.Muhammad Maliki Terpilih Sebagai Ketua IKA SMPN 1 Rimba Melintang Rohil 2017-2020
Wardan SU Kampanye Dialogis di Kecamatan Enok
Caleg Gerindra Untuk RI, Disergap Bawaslu Pekanbaru, Serta BB Rp506 Juta 'Diduga Money Politic'