PILIHAN
Pemilu: Bawaslu Temukan 3 Dugaan Pelanggaran Kampanye Prabowo
BUALBUAL.com, Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar telah melakukan investigasi awal terkait dugaan pelanggaran pada kampanye calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto di Lapangan Karebosi Makassar pada Minggu (24/3/2019) lalu.
Ketua Bawaslu Kota Makassar Nursari saat diwawancara wartawan, Kamis (28/3/2019), mengatakan ada tiga dugaan pelanggaran yang ditemukan Bawaslu saat pelaksanaan kampanye Prabowo di Makassar.
"Kalau dugaan pelanggaran kurang lebih tiga yang kami tindak lanjuti dari investigasi. Yang pertama itu soal penggunaan atribut di luar atribut yang bersangkutan," kata Nursari saat diwawancara wartawan di kantor Bawaslu Makassar, Kamis (28/3/2019).
Nursari mengatakan penggunaan atribut partai lain yang dimaksud ialah bendera Partai Golkar yang notabene merupakan partai pendukung capres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf.
Beredarnya atribut ini, kata Nursari, menyalahi PKPU Nomor 33 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua atas PKPU Nomor 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilihan Umum yang melarang peserta kampanye membawa atribut atau tanda gambar yang tidak relevan.
Sementara dua dugaan pelanggaran lainnya di dalam kampanye tersebut ialah adanya peserta kampanye yang belum memiliki hak pilih serta dugaan keikutsertaan Aparatur Sipil Negara (ASN).
"Kemungkinan besok kami akan memanggil orang yang dianggap bisa menjelaskan soal dugaan pelanggaran tersebut. Mudah-mudahan kooperatif supaya bisa cepat klir. Yang jelasnya kami akan memanggil paling pertama, tentunya yang paling relevan tentunya dari pelaksana," tambahnya.
Lebih jauh Nursari mengatakan, selain pelanggaran administrasi, temuan ini juga bisa merambah ke ranah pidana. Jika telah masuk ke ranah pidana, maka pihaknya akan membawa kasus ini langsung ke Gakkumdu untuk diproses lebih lanjut.
"Kalau misalnya setelah kami melakukan klarifikasi dan ditemukan alat bukti yang cukup tentunya kewajiban kami akan membawa ke Gakkumdu 24 jam setelah itu. Yang jelas secepatnya. Karena ini sudah mau mendekati hari H (pencoblosan)," pungkasnya.
Sebelumnya, keberadaan bendera Partai Golkar di kampanye akbar Prabowo di Lapangan Karebosi Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (24/3/2019) lalu, menjadi polemik. Sebab, Partai Golkar merupakan pendukung pasangan capres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf. DPD II Partai Golkar Makassar pun angkat bicara terkait hal ini.
Ketua Bappilu Golkar Makassar Usman Sofyan menegaskan, bendera Partai Golkar yang ada di kampanye itu palsu. Ia menegaskan bahwa bukti kepalsuan bendera itu karena tidak melalui persetujuan partai.
"Kita sama sekali tidak mengeluarkan bendera, apalagi mencetak khusus. Jadi kami simpulkan bahwa bendera yang ada di kampanye Prabowo tersebut murni palsu," kata Sofyan dalam keterangan resminya, Senin (25/3/2019).
Sumber: Kompas.com

Berita Lainnya
Perbandingan PNS Pelaksana Administratif dan Teknis yang Tidak Seimbang
Masalah Sapi Terus Menjadi Sorotan Masyarakat Lingga , Buruknya Kinerja Satpol PP
Gala Dinner Bersama Gubri, Bupati Inhil Kupas Potensi Dan Bonanza Perkelapaan Di Masa Lalu
Timnas Indonesia U-22 Permalukan Juara Bertahan SEA Games
Hanya Soal Waktu, Brasil Akan Pindahkan Kedutaannya ke Yerusalem
Kebakaran di Desa Bente Kabupaten Inhil, Seorang Perempuan Meninggal Dunia dan Satu Unit Rumah Hangus Terbakar
Jodoh dahsampai! Satu Tahanan Lakukan Pernikahan di Polsek Tenayan Raya Pekanbaru
Digunakan untuk Apa? Uang Zakat Profesi Guru ASN di Pekanbaru Rp300 Juta Sebulan
HUT TNI ke-74, Dandim 0314 Inhil Tabur Bunga ke Makam Pahlawan
IDI Inhil Berikan Bantuan Kepada Keluarga Kurang Mampu
Ikuti Musrenbang Nasional, Pj Bupati Inhil: Keselarasan Pembangunan antara Pusat dan Daerah Harus Dicermati
Di Hari Pahlawan, Ruhut Mengajukan Pengunduran Diri Sebagai Anggota DPR RI