PILIHAN
Jaringan Malaysia, BNN Pusat Masih Mengembangkan Kasus 3 Penyeludup Sabu di Inhil Riau
BUALBUAL.com, JAKARTA - Penyeludupan narkotika belum berakhir. Petugas Badan Narkotika Nasional dan Bea Cukai Kementerian Keuangan, kembali membuktikan peredaran barang haram belum berakhir.
Kali ini, BNN dan Bea Cukai kembali membongkar praktik penyeludupan sabu-sabu dari Malaysia di pelabuhan buruh, Indragiri Hilir, Riau. Dalam penggerbekan kali ini, petugas mengamankan tiga tersangka.
Hal ini diungkapkan Deputi Pemberantasan BNN Inspektur Jenderal Arman Depari, Minggu (28/4) malam.
"Tiga tersangka yang diduga terkait penyeludupan sabu-sabu itu adalah Rusman, Firdaus, dan Piara. Kita juga mengamankan barang bukti narkoba yang disita yakni dua karung yang berisi 50 kilogram sabu dengan kemasan teh warna hijau dengan tulisan atau aksara China. Berat total kurang lebih 52 kilogram," kata Arman.
Selain Narkoba, aparat juga mengamankan barang bukti yakni satu unit speedboat, mobil, sepeda motor, alat komunikasi seperti telepon seluler dan GPS, KTP, paspor dan lainnya. Menurut Arman, pengungkapan berawal dari laporan masyarakat bahwa akan ada penyeludupan narkoba dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur laut.
Mendapati informasi itu, BNN dan Bea Cukai langsung melakukan penyelidikan. Kurang lebih dua minggu, penyelidikan dilakukan oleh kedua instansi ini.
Masih kata Arman, pada Kamis (24/4), anggota BNN mencuriga satu speedboat yang merapat ke pantai dan bertemu seseorang yang turun dari mobil Toyota Avanza.
Jenderal bintang tiga ini menjelaskan, saat dilakukan pemeriksaan terhadap mobil dan pengemudinya, Rusman, petugas BNN menemukan narkoba dalam dua karung yang sudah sempat disimpan di pos pelabuhan. Saat penangkapan Rusman dilakukan, sang pengemudi speedboat yang diindikasi bernama Firdaus berhasil kabur.
Namun, pelarian Firdaus hanya cukup sehari saja. Pasalnya, Jumat (26/4), Firdaus berhasil ditangkap di Batam, Kepulauan Riau, bersama seorang tersangka lain bernama Piara. "(Piara) berperan sebagai pengendali," tegas mantan Kapolda Kepri, itu.
Arman menjelaskan, berdasar keterangan para tersangka, sabu-sabu itu dibawa dari Johor, Malaysia, dengan kapal kayu. Narkoba kemudian diserahterimakan di tengah laut dengan sistem ship to ship atau dari kapal ke kapal di koordinat yang telah disepakati.
Saat ini, barang bukti dan satu tersangka berada di BNN Provinsi Riau di Pekanbaru. Sementara itu, dua tersangka lainnya masih berada di Batam, Kepri. Kasus ini masih terus dikembangkan petugas.***
Sumber: GoRiau.com

Berita Lainnya
KPK Periksa Mantan Bupati Kampar Jefry Noer, Dugaan Korupsi Jembatan Waterfront City
Indra Muchlis: Rancikan Politik Ramli-Azhar Perpaduan Melayu Banjar Kita Yakin Menang
Kapolsek Mandau Kompol Arvin Hariyadi, Himbau Masyarakat Duri Perayaan Pergantian Tahun Ke Arah Positif
Ketua DPRD Inhil: Patut Diacungkan Jempol TMMD ke-101 di Inhil, Kasrem: Pembangunan Infrastruktur jadi Prioritas
Tak Capai Target, Bapenda Kota Pekanbaru Bakal Evaluasi Kinerja
Sembuhkan Ambeien Tanpa Operasi Dengan 3 Tanaman Ini
Finishing Jembatan Siak IV Tak Sesuai Harapan 'Kadis PUPR Protes ke Kontraktor'
Berikut Hasil Pertandingan Liverpool vs Southampton di Liga Inggris 2018-2019
Pjs Bupati Inhil Hadiri Ramah Tamah Pemrov Riau dengan Jaksa Agung RI
KPK Siap Bantu KLHK Usut Kasus Karhutla Riau
Polisi Bubarkan Pesta Pernikahan Warga Lirik Indragiri Hulu Riau
Hari Pahlawan, Pjs Danramil 08/Mandah Kodim 0314/Inhil "Stop Berita Hoaks, Hindari pornografi dan Porno Aksi Masa Depan Negara di Pundak Kalian"