PILIHAN
Riau Masih "BELUM" Bebas Asap
BUALBUAL.com - Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di wilayah Provinsi Riau. Bahkan tahun ini sudah terjadi sejak bulan Februari. Wilayah yang terdampak pun bergeser. Kalau dulu banyak di Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir dan Kota Dumai, kini bergeser ke selatan. Karhutla terjadi juga di Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu.
Kondisi tahun ini kembali mulai menimbulkan kabut asap. Padahal tahun lalu ada tagline tiga kata yang digaungkan dan dikampanyekan seluruh elemen mulai dari pusat hingga daerah, "Riau Bebas Asap". Kebakaran hutan dan lahan memang masih terjadi di tengah upaya pencegahan dan pemadaman. Tapi tak muncul kabut asap. Ratusan orang ditahan sebagai tersangka karhutla. Ada penindakan, meski harus diakui masih banyak yang masyarakat bawah.
Tahun ini, seperti yang dikatakan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo, jika langkah pencegahan sudah dilakukan namun masih ditemukan adanya karhutla di Riau, ia meminta tim penegak hukum untuk dapat bekerja lebih ekstra lagi dalam menemukan para pelakunya. Pernyataan tegas itu disampaikannya saat hadir pada Rapat Evaluasi Karhutla di Lanud Roesmin Nurjadin, Jumat (2/8) lalu.
"99 persen karhutla disebabkan oleh ulah tangan manusia. Sengaja dibakar. Kalau sudah ada bukti tindak pidana, kami minta Satgas Gakum melakukan penindakan hukum. Berikan efek jera kepada para pelaku," tegasnya.
Efek jera. Kata ini yang tampaknya belum berhasil menjadikan para pelaku pembakar lahan untuk tidak mengulang aksinya. Entah karena susah menjerat mereka atau panjangnya proses hukum bagi pelaku pembakar lahan ini. Apalagi sangat sulit untuk menjerat korporasi. Bahkan melakukan eksesui putusan terhadap korporasi yang diputus bersalah dan denda terkait kebakaran lahan di areal konsesinya pun masih menemukann jalan panjang dan berliku.
Gubernur Riau Syamsuar juga meminta tim penegak hukum dapat menganalisa hal ini dan dapat menemukan para oknum yang sengaja melakukan pembakaran.
"Harapan kami dapat ditemukan para pembakar lahan di Riau, terutama di daerah yang baru ditemukan karhutla saat ini," pinta Syamsuar.
Gerak cepat pencegahan dan pemadaman juga seyogyanya diiringi dengan gerak cepat penindakan hukum. Biar negeri ini bisa seratus persen Bebas Kabut Asap.
Sehingga tidak terjadi lagi salah satu media negeri jiran, The Star memasang headline halaman depan pada Jumat, 2 Agustus 2019 dengan judul menohok. The Smog is Back!. Judul itu dipertegas dengan kalimat pertama bernada protes keras. "Forest fires are raging in Riau, Indonesia, and once again, Malaysians are paying the price".
Tapi yang jelas, harga yang dibayar masyarakat Riau akibat kabut asap karhutla ini jauh lebih mahal.
Sumber: riaupos.co

Berita Lainnya
Diduga Lucehkan Ayat Alquran, Tiga Anak di Bawah Umur di Selatpanjang Diperiksa Polisi "Baca surah Al Fatihah Gunakan Hio Budha"
Ketua AMPG Inhil, Merasa dilecehkan Beredarnya Ke Publik Ada Masyarakat Rugi dalam Agenda Pengobatan Gratis Partai Golkar
Gubernur Riau Kembali Himbau Masyarakat Kurangi Kegiatan Pertemuan
FKWI Periode 2019-2022 Resmi Dilantik, SU: FKWI Salah Satu Bagian Perjalanan Saya!
Ketua Adat Talang Mamak Wafat, Bupati Yopi Melayat ke Rumah Duka
Bupati Syamsuar: Untuk Mengatasi Kondisi Ekonomi Daerah yang lagi turun Kita menggendong pertanian, perkebunan, perikanan serta ekonomi kreatif (UMKM)
Melihat Suku Laut di Kepulauan Riau 'Perahu Sampan Kajang yang Lebar'
APINKARI Sebut: PT. Diamond Raya Timber Abaikan Aturan Mentri tentang Pengelolaan Hasil Hutan
FORMAPPI Sebut : Anggota DPRD Riau Abdul Wahid, Harapan Masyarakat Inhil
Ini Harapan Bahtiar Dikegiatan Sosialiasi Pengamanan Jelang Pilkades Desa Pelanduk Kec Mandah
Segera Dibuka, Pekanbaru Dapat Jatah 346 Formasi CPNS Tahun Ini
Gesa Penyelesaian Finishing, Progres Saat ini Capai Lebih Kurang 99%