PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Didampingi Kadis Dinkes, HM Wardan Besuk Corneyus Anak Penderita Gizi Buruk
BUALBUAL.com - Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan, MP dan Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Inhil Zainal Arifin, SKM., M.Kes, mengunjungi Corneyus (17 bulan) anak penderita Gizi Buruk di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tembilahan, Minggu (18/8/2019).
Pada kunjungan tersebut Bupati Inhil dan Kadis Kesehatan memastikan Pemerintah Kabupaten Inhil melalaui Dinas Kesehatan dan RSUD telah memfasilitasi dan menyiapkan berbagai hal yang dibutuhkan oleh pihak keluarga, baik administrasi dan kebutuhan lainnya.
Bupati Inhil HM Wardan mengatakan, bahwa ini sebagai tindak lanjut sekaligus perhatian Pemerintah kepada warga yang membutuhkan.
HM Wardan yang juga saat itu didampingi ketua PMI Inh Hj. Zulaikah Wardan memberikan bantuan dana kepada pihak keluarga yang diterima ibunda Corneyus.
Kadis Kesehatan Inhil Zainal Arifin mengatakan, terkait tidak adanya kepemilikan identitas, Dinkes sudah berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil agar pasien tersebut dapat didaftarkan sebagai peserta JKN.
“Pasien tersebut tetap akan dipantau tumbuh kembangnya setelah selesai perawatan di RSUD melalui UPT Puskesmas setempat,” imbuhnya.
Zainal berharap peranserta masyarakat untuk tetap aktif membawa anak ke posyandu, agar kasus gizi buruk dapat dicegah sedini mungkin.
Sebagai diketahui, kontak pertama dengan petugas Puskesmas April 2019 saat penjaringan status Gizi balita Ke km 09, Anak ditemukan dengan BB 5,5 TB 61 diare, kaki dan tangan kaku.
Menurut ibundanya BB anak lahir 3,2 kg di klinik swasta, umur 10 hari anak kuning, demam tinggi dan kejang kejang.
Dan disarankan ke Puskesmas untuk pemeriksaan lanjutan, di Puskesmas diberi penanganan oleh dokter, penyuluhan dan PMT Balita.
Saat itu juga dokter menyarankan agar Corneyus dirujuk ke Rumah Sakit agar dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh dr spesialis anak.
Tapi pasien tidak jadi berangkat karena tidak punya Jaminan Kesehatan dan tidak punya biaya untuk ongkos dan biaya makan disana.
Lebih Kurang 3 bulan Puskesmas selalu memberikan Pemantauan dan memberikan PMT balita dan BB Anak ada naik dari 5,5 kg 6,1 kg dan 6,8 kg.
Dan pada kunjungan tanggal 13 Agustus 2019 Berat Badan Anak menurun ke 5,1 kg BB 67 cm dengan diagnose Gizi Buruk + susp bronko pnemoni.***
.jpg)

Berita Lainnya
Antisipasi Penyebaran Corona, Gubri Sarankan Masyarakat Untuk Gunakan Masker
Ketua TP. PKK Kab.Bengkalis Kasmarni, Resmi Buka Stand Bazar MTQ Kecamatan Bahtin Solapan
ISEI, Bank Indonesia dan Pemprov Riau Gelar Bedah APBD Provinsi Riau 2019
Daerah Kabupaten Kampar Riau, Tiga Kecamatan di Diterjang Banjir
Cium Aroma Tidak Sedap Warga Gaung Temukan Bayi Membusuk Di Tepi Jalan
Target Operasi Awal Tahun Jalan Tol Pekanbaru-Dumai tak Terwujud
Kabid Tibum Dan PPD Hengki Irawan : Sesuai SE Plh. Bupati Bengkalis H Bustami HY, Perpanjang Masa Menutupan Sementara Tempat Hiburan Dan Warnet
Lahan di Pinggir Sungai Nilo Pelalawan Terbakar
Karyawan GCN Selamat Dari Terkaman Harimau 'Sama-sama Kena Jerat'
Bank Riau Kepri Berlakukan Split Operation untuk Cegah Penyebaran Covid-19
DPD Projo Riau Siap Penuhi Panggilan Bawaslu Provinsi Riau
Bahaya Corona, Pemkab Kampar sosialisasi di hadapan 5 Camat