Alarm Bahaya untuk Orang Tua
Mengejutkan! Uang Saku Pelajar Kini Terancam Habis di Judi Online, Ini Penyebab Utamanya
BUALBUAL.com - Minimnya literasi pendidikan finansial di Indonesia dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat sebagian pelajar hingga mahasiswa rentan terjerumus dalam praktik judi online. Alih-alih mendapatkan keuntungan dan menjadi kaya dalam waktu singkat, mereka justru berisiko mengalami kerugian finansial yang dapat berdampak pada diri sendiri maupun keluarga.
Fenomena tersebut menjadi perhatian karena masih banyak generasi muda yang belum mendapatkan pemahaman memadai mengenai cara mengelola uang, menabung, berinvestasi, serta membedakan antara aktivitas keuangan yang produktif dan aktivitas yang berisiko merugikan.
Mahasiswa PTIQ Jakarta, Chusnul Fikri Bukhariansyah, menilai pendidikan literasi finansial perlu diperkuat sejak usia dini. Menurutnya, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan tidak seharusnya hanya diberikan ketika seseorang sudah memasuki dunia kerja, tetapi perlu ditanamkan sejak duduk di bangku sekolah.
"Minimnya literasi pendidikan finansial di Indonesia membuat sebagian siswa hingga mahasiswa mudah terjerumus judi online dengan harapan mendapatkan uang lebih atau menjadi kaya. Padahal, judi online justru dapat menjadi jalan menuju kesengsaraan bagi diri sendiri dan keluarga," ujarnya.
Ia membandingkan kondisi tersebut dengan Amerika Serikat yang telah memberikan perhatian terhadap pendidikan keuangan pribadi atau *personal finance*. Menurutnya, pembelajaran mengenai keuangan dapat membantu generasi muda memahami bagaimana mengelola pendapatan, membuat anggaran, menabung, berinvestasi, serta merencanakan masa depan.
Sementara di Indonesia, kata dia, masih ditemukan pelajar yang menggunakan uang sakunya untuk aktivitas yang tidak produktif, termasuk judi online. Padahal, uang tersebut dapat diarahkan untuk menabung atau mulai mengenal investasi yang sesuai dengan usia dan tingkat pemahaman mereka.
Chusnul menilai kondisi ini tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab siswa. Pemerintah, sekolah, dan orang tua juga memiliki peran penting dalam memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan sejak dini.
"Jangan sampai anak-anak kita tumbuh tanpa memahami bagaimana cara mengelola uang. Ketika mereka mendapatkan uang saku, mereka harus tahu bagaimana menggunakannya secara bijak, menyisihkan untuk tabungan, dan memahami konsep investasi untuk masa depan," katanya.
Menurutnya, pemerintah perlu mempertimbangkan penguatan pendidikan pengelolaan keuangan dalam kurikulum sekolah secara bertahap, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Dengan demikian, ketika menyelesaikan pendidikan formal, siswa diharapkan telah memiliki kemampuan dasar dalam mengelola keuangan dan memahami pentingnya perencanaan finansial.
Ia menilai sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan dan karakter siswa. Setidaknya terdapat sejumlah alasan penting mengapa pendidikan pengelolaan keuangan perlu diberikan sejak dini.
Pertama, menanamkan kebiasaan mengelola uang secara bijak sejak usia dini. Kedua, mencegah perilaku konsumtif yang berlebihan. Ketiga, membentuk karakter disiplin dan bertanggung jawab. Keempat, mempersiapkan generasi muda menghadapi kehidupan dan tantangan ekonomi di masa depan.
Namun, penerapan pendidikan finansial di sekolah juga memiliki sejumlah tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan tenaga pendidik yang memiliki kompetensi di bidang literasi keuangan serta perlunya menyiapkan materi pembelajaran yang sesuai dengan usia dan tingkat pendidikan siswa.
Meski demikian, Chusnul menilai tantangan tersebut dapat diatasi apabila pemerintah dan sekolah saling bersinergi dalam mempersiapkan tenaga pendidik serta materi pembelajaran yang tepat.
Menurutnya, penguatan literasi finansial merupakan bagian penting dalam mempersiapkan generasi Indonesia menuju 2045. Jangan sampai generasi muda kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan dan masa depan yang lebih baik akibat terjebak dalam praktik judi online.
"Kalau kita ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045, generasi muda harus dipersiapkan bukan hanya secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan hidup, termasuk kemampuan mengelola keuangan. Pendidikan finansial sejak dini dapat menjadi salah satu langkah untuk membentuk generasi yang lebih mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab dalam mengambil keputusan keuangan," pungkasnya.

Berita Lainnya
Apa Termasuk Tempat Tinggalmu? Inilah 4 Daerah Penghasil Kelapa dan Terluas di Provinsi Riau
FYP TikTok dan K-Pop Makin Menggila, Ini Peringatan Puteri Indonesia Riau untuk Anak Muda
Yusdianto Dinilai Siap Pimpin Gawat Kepri
Berdasarkan Surat MPK PB HMI, Suparjo dan Ilham Resmi Pimpin HMI Badko Riau-Kepri
Menginjak Usia ke-19, Ini Harapan Ketua IWP Tanjungpinang
PMII Achmad Yani Cimahi Gelar Doa Bersama untuk Indonesia, Ini Harapannya
Ribuan Masyarakat Duri, Tengok Acara Julang Bermasa 2022
Mengenal Sosok Tuan Guru Syekh Abdurrahman Yakub Pendiri Pesantren Nurul Wathan Kotabaru Reteh
Jalin Silahturahmi YLBH KUTUB dan Pengurus Advokad Gelar Buka Bersama
Mandat Ditandatangani, Formatur PD IWO Mesuji Akan Terbentuk
Suasana Kekeluargaan Warnai Sertijab Manager PT Haleyora Power Kotabumi
Event Perdana Beranda Komunitas Sukses Digelar, Tampilkan Lomba Teater dan Story Photo Wedding