PILIHAN
Diduga Terlibat Narkoba Jenis Sabu, Kepala UPT Dishub Pemkab Karimun Ditangkap Polisi
BUALBUAL.com - Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Karimun dibekuk Satuan Reserse Narkoba Polres Karimun atas dugaan kasus narkoba jenis sabu.
Informasi sementara yang berhasil dihimpun, PNS berinisial F tersebut sudah diamankan beberapa hari lalu dan kini masih dalam pemeriksaan.
Polisi menangkap F di rumahnya, di Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
F merupakan pejabat Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tanjung Berlian, Kecamatan Kundur Utara, Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun.
Seorang pegawai Dinas Perhubungan yang diwawancarai mengaku telah mendengar penangkapan F tersebut. Bahkan menurutnya kabar itu sudah menjadi perbincangan hangat di kalangan pegawai.
"Kalau tidak salah ditangkapnya hari Kamis atau Jumat sore," kata sumber yang enggan namanya disebutkan itu.
Kasus ini masih diproses oleh Satuan Resese Narkoba Polres Karimun.
Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Karimun, AKP Rayendra Arga Pradana yang dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut.
"Iya benar. Ditangkap dalam pekan lalu. Nanti kita rilis," kata Rayendra.
Sumber: tribunbatam.id

Berita Lainnya
Mantan Kepala Bapemaspemdes Inhu Dituntut 3,5 Tahun Penjara
Bupati Jefry Noer Digugat di PTUN Pekanbaru dan PN Kampar
Adakah Kaitannya Dengan Penggelembungan Suara PPP? 2 Anggota PPK Rengat Non Job
Perintah DPP, Wardan Akan Gantikan Aprizon sebagai Plt Ketua DPD II Golkar Inhil
Penurunan NTP Lebih Banyak Dibandingkan Harga yang Dibayar Petani
Program Studi Hubungan Internasional Fisipol UIR Sosialisasikan Penanaman Nilai Islam di SMA 2 Karimun
Berikut Nama 48 Pejabat Administrator Bengakalis yang Dilantik
Jusuf Kalla: Kebenaran Kasus Antasari Harus Diungkap
Kopra Putih Kini Menjadi Solusi Terbaik Perekonomian Bagi Petani Kelapa di Inhil, Harga Mencapai Rp 7500 Per Kg
WWF Riau Sebut 75 Persen Harimau Sumatera dan Gajah di Luar Kawasan Konservasi
KPK Tetapkan 2 Tersangka Kasus Korupsi Rp 39 M Pembangunan Bangkinang
Masyarakat Sei Buluh Kuansing Tak Bisa Pasarkan Hasil Panen 'Jalan Rusak Parah'