PILIHAN
Tangisan UAS Ketika Menonton Film Hayya di Batam
BUALBUAL.com - Tidak hanya memberi tausyiah di beberapa daerah di Kepri, Ustaz Abdul Somad juga menyempatkan diri untuk menonton film berjudul Hayya di Mega Mall, Batam Center, Kamis (19/9/2019) lalu.
Terlihat masyarakat sangat antusias menonton fIlm yang mengisahkan tentang kecintaan Indonesia kepada Palestina tersebut.
UAS menyaksikan film ini pukul 14.40 WIB bersama rombongan. Ia mengaku menangis dan tersenyum menyaksikan film yang disutradarai Jastis Arimba itu.
"Air mata menetes, antara lucu dan sedih. Pokoknya susah menceritakan. Selama ini pesan-pesan terhadap keadaan Palestina disampaikan dalam khutbah-khutbah di masjid saja. Terima kasih buat kawan-kawan yang bekerja keras (membuat film) menunjukkan kecintaan kita terhadap Palestina," ujarnya.
Film Hayya: The Power of Love 2 akhirnya tayang perdana diseluruh bioskop tanah air Indonesia, 19 September 2019. Film disutradarai Jastis Arimba ini merupakan sekuel lanjutan serial "The Power of Love".
Dibintangi Rahmat (Fauzi Baadila) film ini menceritakan proses mencari cinta dan keimanan. Pengambaran itu ditunjukan pada konflik perperangan Palestina dan hubungannya dengan Indonesia.
Film ini bercerita tentang hijrahnya seorang jurnalis bernama Rahmat. Sebagai seorang wartawan yang penuh dosa ia merasa perlu melakukan hal yang berarti dalam proses hijrahnya itu.
Pada akhirnya ia memutuskan untuk menjadi relawan kemanusian di camp pengungsian perbatasan Palestina. Tidak hanya menjadi relawan biasa, Rahmat juga berperan sebagai jurnalis perang.
Pada saat itu ia bertemu sosok Hayya. Gadis lugu yang pada akhirnya menjadi yatim piatu akibat korban konflik di Palestina.
Hal tak terduga terjadi antara Rahmat dan Hayya. Penafsiran Rahmat tentang kasih sayang membuat Hayya direndung masalah.
Pergulatan emosi terjadi pada paruh pertengahan film hingga akhir. Pesan kepedulian Indonesia kepada Palestina begitu baik disampaikan. Tidak sedikit sesi terakhir film ini membuat air mata menetes. Meskipuan sebelumnya penonton bioskop tertawa lepas melihat ulah Ria Ricis.
Dalam film ini Amna Hasanah Sahab berhasil memerankan Hayya, Begitu juga Fauzi Baadila.
Meskipun berhasil pada akhir. Film Hayya sedikit terasa hambar pada scene awal. Cara pengenalan karakter terlihat kaku, apalagi jika penonton tidak mengikuti sesi "The Power of Love" pertama yang dituduh lebih politisi.
Film Hayya adalah salah satu film yang bisa menyatukan dua emosi berbeda. Menangis di atas senyuman adalah hal yang sulit.
Sekuel ini direkomendasikan untuk mengisi akhir pekan anda. Bahwa kita diajarkan cinta itu berbahaya. Seperti kata almarhum BJ Habibie, "Tanpa cinta kecerdasan itu berbahaya, dan tanpa kecerdasan cinta itu tidak cukup".
Sumber: batamnews.co.id

Berita Lainnya
Kapal Sembako Terbakar Diperairan Indragiri Satu Orang ABK Hilang
Pemkab Inhil Mendapat Respon Positif Dari Pemerintah Pusat dalam Penyelamatan Kebun Kelapa
Bupati Inhil HM. Wardan Lantik Pj Kepala Desa Harapan Jaya Kecamatan Tempuling
Zahid Azmi Wakili Riau di Pemilihan PPKJ Tingkat Nasional
Massa Reuni Aksi 212 Serukan Prabowo Subianto Presiden 2019
Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SUSKA Riau Taja Pelantikan BEM Periode 2018-2019
Amien Rais: Segera Tahan Ahok, Karna Berpotensi Memecah Bangsa
Bupati Amril Mukminin Mangkir Dipanggil KPK "Dugaan Korupsi Peningkatan Jalan di Bengkalis"
Dikecamatan Kempas: Bupati Inhil Dampingi Gubri Panen Raya dan Gulirkan Gerakan Peremajaan Kelapa Rakyat
Malam Munajat 212, Habib Rizieq Minta Putihkan Monas
DR H Chaidir: Cagubri Riau Firdaus Orangnya Santun
Di Tanah Putih, Tanjung Melawan-Rokan Hilir, terdapat makam yang berusia hampir ratusan tahun