PILIHAN
Kapolres Inhil: Karhutla di Kateman Tinggal 10 Titik Hotspot
BUALBUAL.com - Titik hotspot di Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) pada hari pertama pemadaman dilaksanakan terpantau sebanyak 52 titik hotspot.
Setelah Kapolres Kabupaten Inhil, AKBP Indra Duaman Siahaan S.IK beserta anggota,TNI,BPBD,pihak perusahaan,relawan,mahasiswa,masyarakat setempat,unsur desa, kelurahan,berhasil melakukan pemadamkan dan pendinginan api dibeberapa titik hotspot yang terpantau.
“Kemaren hari pertama lebih kurang terpantau 52 titik hotspot,
Kemudian pada hari ini, dimana hari ke empat pemadaman dan pendinginan sudah terpantau tepat pada pukul 9:07 Wib pagi sudah titik hotspot sudah berkurang yaitu menjadi 10 titik hotspot ujar Kapolres Inhil ketika di wawancarai awak media (3/3/2020) Rabu.
Dimana progres saat ini hanya pendinginan, dan dimana pelaksanaan pemadaman dan pendinginan ini merupakan pelaksanaan kegiatan yang bersinergi.
“Kami berharap dengan kegiatan pelaksanaan yang bersinergi ini, kegiatan pendinginan ini dapat kita selesaikan secepatnya supaya tidak lebih meluas lagi,“pungkasnya.
Kegiatan yang dilakukan berdasarkan pantauan awak media dengan membagi delapan titik pemadaman dimana dimasing-masing titik pemadaman ditempatkan personil dari Polri, TNI-AD, BPBD, masyarakat setempat Unsur Pimpinan Kecamatan, Perusahaan setempat dan masyarakat serta relawan karhutla.
“adapun jumlah Personil,Polri 37 personil, TNI 7 personil, RPK Perusahaan 48 personil, dan masyarakat sebanyak 154 orang kemudian ditambah relawan sebanyak 5 orang,”jelasnya.
Dikatakan Kapolres bahwa progres penangan Karhutla ini sekitar enam puluh persen, dan sekarang tinggal empat puluh persen di sepuluh titik hotspot ini.
“Untuk sekarang yang terpantau 10 titik hotspot hanya dilaksanakan pendinginan, yang mana kita ketahui ini merupakan hanya bekas dari kebakaran,”jelasnya.
Dijelaskan Kapolres bahwa lahan di Kacamatan Kateman ini merupakan tanah gambut tipis, dan pendukung dalam pemadaman dan pendinginan ini dengan cara menurunkan alat ekskapator dengan dilakukannya penyekatan.
“Dampak pada kebakaran ini sangat merugikan kita semua dan diperkirakan untuk satu hamparan lebih kurang 20 hektare, dimana pastinya akan diukur oleh BPN dan tim LAK,”pungkasnya.
Kemudian usai pristiwa ini, ini menjadi pelajaran dan Kapolres berharap kepada masyarakat tidak melakukan pembakaran untuk membuka lahan, dan demikian juga untuk perusahaan-perusahaan yang ada disekitar sini tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Kita berharap setiap masyarakat, berperan serta aktif sebagimana himbauan kepolisan menjaga dan menjaga lahannya tidak terbakar yang kedua tidak membersihkan dengan cara membakar,”lanjutnya.
Kapolres juga mengucapkan terimakasih kepada masyarakat keterwakilan dari beberapa desa yang responnya cukup baik untuk membantu TNI dan Polri dalam kegiatan pemadaman ini. (**)

Berita Lainnya
Gubernur Kepri Lakukan Pembohongan Publik
IRT Ditipu Pangeran Rp154 Juta, Dijanjikan Jadi PNS
Antusias Masyarakat, Sambut Wardan Saat Kampanye Dialogis di Batang Tuaka
Gubri Syamsuar, Minta Hotel di Riau Siapkan Tempat Promosi Produk Halal UMKM
Terbentur Anggaran, Sea Eagle Boat Race Tak akan Digelar Tahun 2017
Waw,,, Budget dana Tur langka 1,4 Miliar, Untuk kunjungi bangkai kapal Titanic, kamu minat?
Demi Menuntaskan Perekaman e-KTP dan KIA, Disdukcapil Inhil Jemput Bola di Dua Kecamatan
PT HKI Sedikit Lagi Tuntaskan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai
Ini Harapan Bupati Inhil saat Hadiri Pelantikan IKA UR Kecamatan Keritang
Inflamasi Riau Jengkol dan Ikan Nila
DPRD Inhil Mendagri: 314 Wilayah Pemekaran Dipastiakan Tunda Termasuk INHUT dan INSEL Pemerintah Fokus pembangunan infrastruktur