Covid-19
Pasien PDP Reaktif Terindikasi Covid-19 Inhil, Meninggal Dunia
BUALBUAL.com - Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang terindikasi Covid-19 di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) meninggal dunia, Kamis (9/4/2020).
Juru Bicara Bidang Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Inhil, Trio Beni Putra mengatakan satu orang pasien PDP meninggal dunia sekitar pukul 06:20 wib di Rumah Sakit Puri Husada Tembilahan.
"Pagi ini, kita terima informasi dari pihak RSUD Puri Husada Tembilahan satu orang Pasien PDP di Kabupaten Inhil dinyatakan meninggal dunia," tutur Trio.
Jenazah Pasien PDP dengan hasil rapid test reaktif, akan disemayamkan di tempat pemakaman umum (TPU) yang baru di parit 19 Tembilahan, Kelurahan Sungai Beringin.
Proses pemakaman akan dilakukan sesuai dengan protokol penanganan Covid-19 berdasarkan Fatwa MUI No 18 tahun 2020 tentang pedoman pengurusan jenazah bagi umat muslim.
"Mulai dari pemandian, pengkafanan, mensholatkan hingga penguburan jenazah harus sesuai protokol kesehatan dan mentaati aturan Agama," imbuh Trio Beni Putra.

Berita Lainnya
Bupati Sukiman Serahkan 2.307 Sertifikat Hak Milik Kepada Masyarakat, 54 Persil Tanah Kantor Milik Aset Pemda
BRK Syariah Raih Penghargaan Perusahaan Peduli CSR Terbaik di JMSI Riau Award 2025
Sudah Tiba di Inhil, Korban Banjir Dapat Bantuan Beras dan Kebutuhan Pokok
Gelar Konferensi Pers, Gubernur Kembali Tegaskan Kepri Sangat Siap Terima Wisman
Inflasi Cukup Terkendali di Indonesia, Mendagri: Jangan Cepat Berpuas Diri
Diduga Terima Sawit dari Hutan Lindung, PT GSL Disidak Bupati Kuansing
Bupati Kasmarni Hadiri, Kecamatan Mandau Ikuti Penilaian Lomba Evaluasi Kinerja Kecamatan (EKK)
LKPj 2022 Gubernur Kepulauan Riau Dinilai Baik, DPRD Kepri Sampaikan Beberapa Rekomendasi
10 Warga Binaan Dapat Remisi Natal di Lapas Klas IIA Tembilahan
Irup Hari Pramuka, Gubernur Kepri Gelorakan Mengabdi Tanpa Batas Guna Tangguhkan Bangsa
Camat Mandau, Resmi Buka Perhelatàn Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Desa Bathin Betuah
Andri Taufik: Rendahnya Literasi Teknologi Dinilai Penyebab Tingginya Potensi Radikalisme dan Terorisme