TELAAH KPPU: Seharusnta Harga BBM Bisa Turun Sejak Maret
BUALBUAL.com - Harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia menjadi perhatian Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di tengah merosotnya harga minyak dunia. Menurut Direktur Ekonomi KPPU Zulfirmansyah, semestinya harga BBM di Indonesia sudah turun sejak Maret.
Firman menuturkan harga minyak mentah terus menurun sejak 19 Februari lalu. Tren penurunan harga minyak dunia juga telah membuat sejumlah negara di ASEAN melakukan penyesuaian harga.
Dalam data yang ia presentasikan, harga BBM di tujuh negara ASEAN turun drastis. Di Myanmar, misalnya, harga BBM jenis RON 95 berada di kisaran Rp5 ribuan per liter, jauh di bawah harga BBM jenis RON 90 di Indonesia.
"Sementara di domestik, kita lihat trennya tidak pernah turun sejak September. Di beberapa periode ada penurunan seperti Desember, naik lagi Januari dan turun Februari, tapi tidak signifikan," katanya, dilansir dari Antara, Jumat (8/5).
Firman juga mencontohkan, harga BBM Shell di Singapura yang terus turun secara signifikan sejak Januari lalu. Ia juga mengatakan penyesuaian harga BBM di sejumlah negara bahkan telah dilakukan per pekan.
Namun, penyesuaian harga BBM di dalam negeri tak kunjung dilakukan baik oleh PT Pertamina (Persero) maupun perusahaan penyalur BBM swasta lainnya.
"Artinya kalau memang bisa disesuaikan seharusnya sudah bisa disesuaikan Maret atau April. Tapi ini tidak dilakukan baik oleh Pertamina maupun empat perusahaan swasta SPBU lain," katanya.
Dalam kesempatan sama, Komisioner KPPU Guntur Saragih menambahkan, pihaknya memang tidak bisa melakukan intervensi terhadap penetapan harga BBM.
"Tapi, kalau ada pelaku usaha secara bersama tidak mengindahkan atau melanggar (regulasi) itu, tentu berpotensi terhadap pelanggaran Pasal 5 soal penetapan harga (dalam UU Persaingan Usaha Tidak Sehat)," katanya.

Berita Lainnya
Pendukung Prabowo - Sandiaga: Dapat Nomor 1, Jokowi Sekali Saja
Data 26 April Kasus Covid-19: Total Pasien Sembuh 1.107, Positif 8.882
Presiden Jokowi 'Bluder Besar' Sarankan Masyarakat tanam Jengkol atau Petai sebagai ganti kelapa sawit
UAS Angkat Bicara Terkait Wacana Kemenag RI Ingin Alihkan dana Haji untuk Penanganan Wabah Corona
Menristekdikti Dilaporkan BEM Se-Indonesia ke Bawaslu Diduga Kampanyekan Jokowi di Kampus
Jokowi Abaikan Rasa Kemanusiaan Korban Terorisme "Sadis"
Ditolak Beberapa Percetakan, Akhirnya, Buku Kebohongan 'Reformasi Agraria Jokowi' Segera Diproduksi
Akibat Hina Presiden Jokowi Lewat Akun Facebook Farhan di Tuntut 2 Tahun Penjara
Inilah Tugas 2 Tokoh Ekonom Muda yang Gabung ke TKN Jokowi-Maruf
Inilah 4 Alasan Pemerintah Jokowi Pindahkan Pusat Ibu Kota Palangkaraya
Sedang Viral! Deklarasi Tolak Jokowi - Ma'ruf Amin Jadi "Presiden dan Wakil Presiden"
Komunitas PUK: Sekitar 4 Juta Pemulung Disebut Terkena Dampak Corona