PILIHAN
Jokowi Blusukan Ke Pasar, Pedagang Malah Curhat soal Pasar Tak Rampung Selama 6 Tahun
BUALBUAL.com, Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo hari ini berkampanye di Lampung. Jokowi memulai kampanyenya dengan berkunjung ke Pasar Gintung Bandar Lampung. Saat itu, ia didampingi istrinya, Iriana Joko Widodo.
Kehadiran mereka disambut meriah pedagang dan pengunjung pasar dengan berebut menyalami dan berfoto bersama. Jokowi dan Iriana hadir dengan tampilan casual.
Jokowi mengenakan kaus cokelat bertulis #01 dengan paduan celana jin biru dan sneakers berwarna hitam. Sementara itu, Iriana berjaket hitam-coklat dengan paduan celana hitam, topi dan sneakers putih.
Kejadian menarik terjadi saat itu. Jokowi sempat ditarik seorang pedagang Pasar Smep yang terletak di seberang Pasar Gintung. Ia tampak memberi tahu sesuatu.
Jokowi mendengarkan sang pedagang dan meminta staf ajudan mencatat keluhan tersebut.
Setelah itu, kepada pewarta, sang pedagang memberi tahu ia mengeluhkan pembangunan pasar yang tidak kunjung dilaksanakan. Padahal, para pedagang telah diminta iuran.
"Saya tadi meminta dibangun kembali pasar ini. Karena sudah enam tahun ini enggak dibangun-bangun," ujar sang pedagang.
Ia menuturkan sejak 2013 pedagang di sana sudah membayar iuran. Para pedagang hanya diberi tahu hal itu terjadi karena pemerintah kota memberikan pemborong yang tidak tanggung jawab.
"Dampaknya dari pasar yang enggak dibangun pedagang jadi jualan di jalan-jalan," tuturnya.
Jokowi disebut mengkomodasi keluhannya itu. Ia berharap solusi kongkret diberikan setelah mengengar aduan tersebut.
Kritik Materi Kampanye
Terpisah, mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengatakan perdebatan pada masa kampanye Pilpres 2019 tidak menyentuh isu substansial.
Rizal bahkan menyindir kelas perdebatan kubu Jokowi dan Prabowo hanya sekelas kedelai.
"Yang satu nawarin menu tempe yang lainnya baru nawarin menu tahu, dua-duanya kedelai. Padahal rakyat Indonesia ingin menu yang lebih bagus, ayam, steak, ikan," ujar Rizal saat menyampaikan pidato pada 'Seminar Nasional Akademisi Memimpin Negeri' di Universitas Bina Sarana Informatika, Jakarta, hari ini.
Ia menyayangkan isu-isu yang dibahas kedua kubu hanya seputar hoaks Ratna Sarumpaet, politisi sontoloyo, politik genderuwo, dan cercaan lainnya.
Rizal mengatakan tidak ada pendidikan untuk rakyat dalam proses politik ini. Padahal Indonesia sedang menghadapi kondisi yang krusial, yaitu permasalahan ekonomi.
Dia mencontohkan masalah nilai tukar rupiah yang masih labil. Rizal memprediksi efek lemahnya nilai tukar rupiah akan terasa di awal 2019.
Sumber: cnnindonesia

Berita Lainnya
Pengamat: Dukungan dari Kepala Daerah ke Paslon tak Pengaruhi Pilihan Rakyat 'Jokowi Kalah di Riau'
Surati Luhut, Ahok Mau Kampanyekan Jokowi Usai Bebas
Bandara Japura Kembali Aktif, Layani Penerbangan Tiga Kali Seminggu
Ketika Lembaga Survei AS Tunjukkan Prabowo Ungguli Jokowi, Anda Ragu?
Relawan Jokowi Perkuat Bukti, Ingin Jadikan Ahmad Dhani Tersangka
Debat Keempat Pilpres, Menteri Jokowi Tak Dapat Jatah Kursi
Segini Jumlah Dana Awal Kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin
Jokowi Minta Pendukungnya Tak Percaya Hoax 'Jelang Pencoblosan'
Presiden Jokowi Ingin Tutup Ekspor Kopra, Karena Bakal Diolah Jadi Avtur
Saat Presiden Jokowi Makan Siang Bersama Para Youtubers
Wali Kota Serahkan Bantuan Seragam dan Perlengkapan Sekolah SD dan SMP Se-Kota Tanjungpinang
Prabowo-Sandi Tak Terbendung 'PKS Anggap Jokowi Kian Panik'