Pemprov Riau Terima Tunda Salur DBH Dari Pusat Rp 439 M
BUALBUAL.com - Pemerintah Provinsi Riau, telah menerima Dana Bagi Hasil (DBH), dari pemerintah pusat, setelah ditunda selama dua tahun. DBH yang diterima sebanyak Rp439 Miliar dari kurang salur pemerintah pusat tahun 2018. Sedangkan untuk DBH tahun 2019 belum disalurkan oleh pemerintah pusat.
Asisten III Setdaprov Riau, Syahrial Abdi, mengatakan, dengan adanya anggaran DBH yang sudah disalurkan oleh pemerintah pusat ini, membuat Pemprov Riau menjadi lega, dan kembali akan menjalankan kegiatan yang ada di Provinsi Riau.
“DBH yang kurang salur sudah terealisasi tahun 2018 sudah dapat, yang
2019 belum akan diatur oleh Kementrian PMK dan akan dibayarkan bertahap. Yang sudah terima tahun 2018 kurang bayar sebesar Rp439 lebih, dan kita bisa sedikit lega,” ujar Syahrial Abdi, Kamis (28/5).
“Sebelumnya kita sudah melakukan relokasi anggaran, sekarang dengan adanya anggaran itu, bisa mengatur casflow, bisa mengatur uang dalam satu bulan dimanfaatkan. Seperti pembayaran gaji TPP, casflow doatur dalam belanja wajib pegawai,” jelasnya lagi.
Selanjutnya di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga bisa memanfaatkan anggaran yang ada di rekening OPD yang di depositokan. Dimana nantinya pada APBD Perubahan kembali menyusun kegiatan yang tertunda, setelah adanya realokasi anggaran.
“Jadi Kalau sudah diatur casflow sudah diatur yang di kasda dan belum termanfaat, bisa menanfaatkan lagi yang ada di deposito. Di APBD perubahan disesuaikan kembali ke fungsi awal mana yang prioritas, mudah-mudahan tidak terlalu lama,” ungkap mantan Pj Bupati Kampar ini.
Sementara itu, kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Riau, Indra, membenarkan DBH dari pemerintah pusat telah disalurkan dan masuk dalam kas daerah. Anggaran tersebut nantinya akan digunakan sesuai peruntukan melalui arahan pimpinan.
“Sudah masuk dalam kas daerah, itu besarannya Rp439 lebih. Tentu anggaran ini sangat bermanfaat sekali bagi kita dalam menjalankan kegiatan lain pada tahun ini,” jelas Indra.
Terkait dengan Dana Alonasi Umum (DAU) yang sempat ditahan sebesar 35 persen dari anggaran DAU Riau yang berkisar sebesar Rp110 Miliar. Indra menjelaskan, pemerintah pusat telah mentransfer sisa DAU Riau, setelah dipenuhinya persyaratan yang harus dilengkapi.
“DAU kita yang sempat tertahan sebesar 35 persen sudah dintransfer pusat. Dan kita sudah memenuhi syarat yang kurang dari SKB dua mentri. Hak kita yang ditahan itu 35 persen dari Rp110 Miliar lebih, sekarang sudah dipenuhi dan sudah di transfer,” tutup Indra.

Berita Lainnya
Permintaan Ekspor Naik, Harga Sawit Riau Ikut Naik Pekan Ini
Razia Blok Hunian Lapas Pekanbaru, Masih Ditemukan Sajam dan Benda Terlarang Lainnya
Bupati Sukiman Panen Raya Jagung Manis di Desa Sialang Rindang
Gugus Tugas Covid-19 Inhil Gesa Sinkronisasi Data Calon Penerima Bansos
Bupati Tubaba Lantik Pejabat Pimpinan Pratama, Administrator dan Pengawas serta PPUPD
Bupati Kampar Tinjau Rencana Lokasi Isolasi di Taman Rekreasi Stanum
Remaja 13 - 17 Tahun Jadi Korban Kekerasan Terbanyak di Riau, Tembus 1.681 Kasus
Sengeka Lahan dengan PT IJA, Masyarakat Sungai Bela Unjuk Rasa ke Kantor Bupati Inhil, SU: Saya Harap Masyarakat Tenang
Bersempena Milad Inhil, BRK Syariah Serahkan 2 Unit Mobil Ambulans
Pemkab Inhil Raih Penghargaan Insentif Fiskal Kinerja Tahun Berjalan dari Pemerintah Pusat
Kadis Kominfo Lampura sesalkan adanya hoak tentang covid-19
Penutupan Durian Fest 2026 Berlangsung Meriah, Kasmarni: Mari Kita Jaga dan Rawat Durian Bengkalis Jadi Warisan Negeri