DPRD Pekanbaru Panggil Camat Se-Pekanbaru, Bantuan Selama PSBB Tak Jelas
BUALBUAL.com - Komisi I DPRD Kota Pekanbaru menjadwalkan pemanggilan camat dan lurah se-Kota Pekanbaru untuk dimintai keterangan terkait kacaunya bantuan yang diterima oleh masyarakat selama bencana Covid-19 melanda.
Pemanggilan akan dilakukan pada Senin, 22 Juni 2020 dengan dua tahap. Yakni pukul 10. 00 WIB dijadwalkan untuk Camat Rumbai, Sail, Sukajadi, Rumbai Pesisir, Payung Sekaki, dan Bukit Raya.
Kemudian, pada pukul 13.30 WIB rapat akan dilanjutkan dengan Camat dari Pekanbaru Kota, Marpoyan Damai, Limapuluh, Tenayan Raya, Tampan dan Senapelan.
Anggota Komisi I, Ida Yulita Susanti mengatakan, undangan ini merupakan langkah evaluasi terkait distribusi bantuan baik dari APBN Pusat, APBD Provinsi hingga APBD Kota Pekanbaru.
"Pelaksanaan PSBB memang sudah selesai, tapi DPRD berhak melaksanakan pengawasan terhadap realisasi program pemerintah. Kemarin kami sudah mengundang forum RT/RW, mereka menyampaikan beberapa hal, sampai mereka bawa contoh sembako bantuan Pemko kesini," kata Ida, Sabtu, 20 Juni 2020.
Berdasarkan penjelasan forum RT dan RW, sedari awal Pemko dinilai Ida telah salah langkah, karena tidak siap dengan data penerima bantuan, sehingga semua kegiatan selanjutnya kacau dan yang menjadi korban adalah masyarakat.
Bahkan, berdasarkan pengakuan RT dan RW, mereka melakukan pendataan di lapangan tanpa Alat Pelindung Diri (APD). Padahal, mereka melakukan pendataan saat Gubernur Riau, Syamsuar telah mengucurkan Bankeu Rp 8,3 Milyar beserta Petunjuk Teknis (Juknis).
"Jadi, dari Juknis yang diturunkan pak Gub, anggaran Rp 100 juta bisa per kelurahan itu salah satunya untuk APD, tapi saat mendata mereka tak pakai APD, padahal RT dan RW ini manusia biasa, tidak kebal mereka dari virus," tuturnya.
Kemudian, dari laporan RT dan RW juga, mereka baru mendapatkan APD setelah pendataan selesai, makanya mereka menolak setiap anggaran yang dicairkan dari Bankeu Rp 100 juta per-kelurahan tersebut.
"Jadi kesannya untuk sekedar SPJ saja, uang (Rp 8,3 Milyar) itu ditransfer berbarengan Juknis, kenapa tidak saat itu juga didistribusikan? Tidak hanya APD, honor RT dan RW juga didistribusikan sekarang, ada juga yang belum dapat. Kalau saat ini didistribusikan, ya tidak sesuai pemanfaatannya kan. Artinya, pemerintah sudah menyalahi Juknis," tegasnya.
Nantinya, setelah semua Lurah dan Camat berkumpul, DPRD akan meminta Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) di setiap Kelurahan, dan akan melanjutkan pemanggilan pada Inspektorat, BPKP dan BPK.
"Suksesnya pemerintah itu bukan hanya dari jumlah positif dan sembuh, tapi kesuksesan juga dilihat dari kebijakan yang dilahirkan oleh Social Safety Net," tutupnya.

Berita Lainnya
Rumah Warga Berdinding Daun, Septina: Akan Saya Perjuangkan untuk Dapat Rumah Layak Huni
Janji Syamsuar-Edi Ditagih, Jalan Sontang-Duri Rusak Parah
Curi 3 Tandan Sawit Janda Tiga Anak Dihukum, DPRD Riau Sebut PTPN V Tidak Berprikemanusiaan
Bahas Anggaran Penanganan Covid-19, DPRD Inhil Kecewa Mengapa Sekwan Tidak Mengundang Pihak TAPD
45 Anggota DPRD Provinsi Kepri Periode 2019-2024 Resmi Dilantik
Kinerja Kepala Dinas Pertanian Kuansing Disorot DPR RI, Darori:Laporan Ini Segera Dibahas
DPRD Riau Minta Awasi Pelabuhan 'Tikus' Antisipasi Pendatang dari Luar Negeri Secara Sembunyi
Ketua DPRD Riau Septina Setelah Kunker di Palembang Langsung Ke Rs Mediatra Jakarta
Mahasiswa UI Tewas Dibunuh Senior, DPR: Tamparan Keras Dunia Pendidikan Indonesia
DPRD Kabupaten Labuhan Batu Sumut Melakukan Kunjungan Kerja di DPRD Rohil
Ketua DPRD Septian Nugraha, Gas Poll Giat Reses Disambut Spirit Warga
37 Anggota DPRD Bengkalis, Sepakat Syofyan Jadi Ketua Sampai Ada Pimpinan Definitif