Dihantam Angin Kencang, Pasar di Kuala Selat Kateman Ambruk
BUALBUAL.com - Pasar yang berada di Desa Kuala Selat Kecamatan Kateman, Kabupaten Inhil ambruk ke Sungai.
Ambruknya pasar panggung tepian sungai yang terbuat dari semi permanen itu diakibatkan oleh angin kencang yang terjadi pada Senin 21 September 2020 sekitar pukul 03:00 wib dini hari.
"Kantin (Pasar) itu tempat menjual pakaian, rempah-rempah dan sayur mayur," terang Kades Kuala Selat, Imam Taufik.
Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut.
"Kami dari Pemdes akan merelokasi pasar, karena tempat yang ada sekarang berada di bibir pantai ditakutkan akan mengalami abrasi," tukasnya.
Dikatakan Taufik, dalam hal relokasi pasar telah melobi melalui proposal ke Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) dan Bappeda Inhil untuk kegiatan anggaran tahun 2021.
"Rencana relokasi berada di parit 2 Dusun Kampung Baru Desa Kuala Selat," jelas Taufik.
Kades mengikuti saran dari Disperindag, jarak calon lokasi kantin minimal 50 meter dari bibir pantai atau sungai.

Berita Lainnya
Miliki Taman Buatan Terluas di Indonesia, Central Park Meikarta Raih Rekor Muri
Dua Unit Rumah di Kelurahan Bagan Barat, Rohil Dilalap Si Jago Merah
Kalapas Tembilahan Lega, Pernah Kontak dengan Pasien A, Rapid Test 4 Pegawai Hasilnya Nonreaktif
Diduga Perkim Biarkan Oknum Pedagang Taman Gurindam Komersilkan Fasilitas Umum
Kades Diperiksa Kejaksaan! Dugaan Dana Desa dan Pungli TORA Rp340 Juta Diselidiki
Kebakaran Hanguskan 4 Rumah di Kecamatan Mandah Inhil, 1 Orang Meninggal Dunia
Aktivis Larshen Yunus: Kalau Memang Benar Proyek Pengadaan Tanaman di Dinas PUPR Kota Pekanbaru itu Fiktif, Biarkan APH yang Bekerja
Berpakaian Muslim Siswi SMA Rohul Bikin Gambar Kelamin Di Rok Akhirnya Minta Maaf
Tinggalkan Mobil saat Cari Bengkel karena Ban Bocor, Dana BOS SD N 08 Bungaraya Siak Rp84 Juta Raib
Respon Cepat Damkar Inhil, Turunkan Tim Atasi Serangan Ulat Bulu di Pemukiman Warga
Ratusan Rumah Hangus di Pulau Kijang, LAMR Inhil Ajak Masyarakat Tunjukkan Solidaritas
Supplier Karet Tuntut PT INDOLATEX Lampung Tengah Hingga 300 Milyar Lebih