Diduga Perkim Biarkan Oknum Pedagang Taman Gurindam Komersilkan Fasilitas Umum
BUALBUAL.com - Diduga masih terjadinya pembiaran terhadap okmun Pedagang yang mengkomersialkan Fasilitas Umum di Laman Boenda.
Pasalnya oknum pedagang yang menggunakan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) dengan memperjualkan Listrik ke Pedagang Taman Gurindam tersebut sampai hari ini masih mengambil listrik tersebut.
"Saya tidak tahu kalau listrik tersebut diperjualbelikan ke Pedagang, coba Abang tanya ke pihak PLN. Karena yang punya listrikan orang PLN," ucap Kabid Pertamanan Perkim Tanjungpinang, Abdul Farid, saat ditemui awak media di Ruang Kerjanya.
Sementara itu, Asisten Manager Pelayanan Pelanggan UP3 PLN Tanjungpinang, Rieska menegaskan bahwa pihaknya memang menyediakan SPLU di Laman Boenda. Tetapi tidak untuk diperdagangkan.
"Jadi itu urusan yang punya taman. Memang kegunaannya untuk masyarakat tapi bukan untuk dijual atau diperjualbelikan," tegasnya.
Sementara itu, Koordinator Pengurus Pedagang, Iche menyangkan apa yang dilakukan oleh Oknum pedagang tersebut dengan mengkomersialkan Fasilitas Umum.
"Namanya fasilitas umum digunakan untuk kepentingan bersama secara gotong royong. Misalnya habisnya berapa, kabel beli sama - sama. Bukan dipatok harus Rp 5.000 per lampu," beber Iche.
Sebelumnya, Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) yang seharusnya dipergunakan untuk kepentingan masyarakat. Tetapi tidak demikian yang terjadi pada SPLU Laman Boenda.
Pasalnya SPLU yang ada di lokasi tersebut diduga dikomersilkan oleh salah satu Oknum Pedagang Taman Gurindam dengan tarif Rp 5.000/Lampu.
Tidak hanya itu, kabel yang digunakan oleh Oknum pedagang tersebut melintang melewati tanah merah yang ada dibelakang Gedung Laman Boenda Tanjungpinang.
"Ini kalau kesenggol atau ada kabel yang melintang apa tidak berbahaya ya, soalnya inikan Listrik tegangan tinggi," ucap salah satu pengunjung Taman Gurindam.
Menanggapi hal ini, Kepala Bidang PJU dan Dekorasi Dinas Perkim Kota Tanjungpinang Benyamin Hutagaol sudah mengecek PJLU dan menegaskan tidak memperbolehkan Oknum tersebut menggunakan fasilitas tersebut karena dapat membahayakan masyarakat.
"Mulai hari ini tidak boleh lagi dipergunakan untuk dia menggunakan Listrik disini. Karena pada prinsipnya Listrik yang ada di PJLU ini hanya untuk kepentingan masyarakat yang ingin mengadakan kegiatan di Laman Boenda seperti Konser musik maupun pengecasan Handphone," ucap Ben kepada media ini beberapa waktu lalu.
Tetapi kenyataan yang terpantau media ini dilapangkan Oknum pedagang tersebut masih menggunakan Listrik sampai saat ini.

Berita Lainnya
Korban Kebakaran Speedboat BNPB di Perairan Pulon Berhasil Dievakuasi
Pria di Pekanbaru Mengaku Diikuti Seseorang, Sebelum Ditemukan Tewas Tergantung
Bawaslu Rohil Ingatkan Agar Petahana Tidak Gunakan Fasilitas Negara
Kapolres Periksa Pengurus IWO Inhil Terkait Penyaluran Data Bansos, Ternyata Ini yang Terjadi
BBM Langka di Sungai Guntung, Aktivitas Warga Kateman Lumpuh
CFD Inhil Berbeda, Generasi Muda Buka Lapak Baca Gratis di Ruang Publik
Video Viral Dugaan Aktivitas LGBT di Kafe Pekanbaru, Tim Yustisi Diminta Turun Tangan
Perangkap Harimau Sumatera Ditinggalkan di Desa Griya Mukti Jaya, Tim BBKSDA Awasi Pergerakan Satwa
Akun PTK Seorang Guru di Lampura Diduga Diblokir Pihak Yayasan Tanpa Alasan yang Jelas
Rosihan Tetap Harus Bayar, Meskipun Program Bupati Berobat Gratis Hanya Pakai KTP di RSUD Meranti
Warga di Riau Tewas Mengenaskan, Diduga Diserang Harimau di Inhil, BKSDA Turunkan Tim Memastikan Informasi Secara Detail
Keresahan Warga Abung Semuli Akibat Aksi Kawanan Pelaku Pencurian Hewan Ternak yang Gunakan Senpi