Terkait Rapid Tes Antigen, Pemprov Ikut Aturan Pusat
BUALBUAL.com - Pemerintah provinsi (Pemprov) Riau hingga saat ini belum membuat aturan, untuk siapa saja yang akan masuk provinsi Riau harus memiliki keterangan rapid tes antigen. Pemprov Riau saat ini masih menggunakan aturan dari pemerintah pusat terkait syarat masuk wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan, saat ini yang sudah berlaku secara nasional yakni orang-orang yang akan melakukan perjalanan wajib memiliki hasil rapid tes antigen negatif. Untuk itu, pihaknya mengacu pada aturan tersebut.
"Kalau Riau buat khusus soal aturan rapid tes antigen itu belum ada. Kami mengacu pada aturan pemerintah pusat saja. Sekarang kan yang mau bepergian harus memiliki keterangan itu," kata Mimi, Kamis (24/12/2020).
Namun demikian, dalam kesempatan tersebut Mimi juga mengingatkan kepada masyarakat yang akan bepergian saat libur natal. Hendaknya dapat terus menerapkan protokol kesehatan, baik yang akan masuk atau keluar Riau.
"Penyebaran Covid-19 harus bisa ditekan secara bersama-sama, jangan sampai usai libur nanti terdapat klaster baru. Untuk itu protokol kesehatan harus tetap dijalankan," imbaunya.

Berita Lainnya
Pantau Proses Pelayan Kesehatan Kartika Sari Erisman Tinjau Posyandu Pelita Jaya
Dinkes Inhil Sampaikan Standar Pelayanan Kesehatan Bayi Baru Lahir
Dinkes Inhil Tingkatkan Layanan Kesehatan bagi Usia Produktif
Pemdes Pamesi Bersama TP-PKK Gelar Penyuluhan Stunting
Respon Cepat Puskesmas Sungai Piring Tangani ODGJ di Sungai Luar
Dinkes Inhil Dorong Skrining Hipotiroid Kongenital Pada Bayi Baru Lahir Terus Digalakkan
Pemetaan Analisis Situasi Stunting Tahun 2022, Sebanyak 30 Tenaga Gizi Dinkes Inhil Ikuti Pertemuan
Kadiskes Riau : 4 Kabupaten Yang Masih Rawat Pasien Covid 19 di Riau
Stunting: Dampak Kekurangan Gizi Kronis pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan
Pukesmas Kuala Enok Gelar Kegiatan KRR dan Peer Coselor untuk Anak Remaja di Tingkat SLTP dan SLTA
Dibanding Kemarin: ODP Dalam Proses Pemantauan di Kabupaten Bengkalis Turun 4,65 persen
Direktur RSUD Dumai, Himbau ASN Dan TKPK Contoh Sukseskan Vaksinasi