Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Respon Cepat Puskesmas Sungai Piring Tangani ODGJ di Sungai Luar
BUALBUAL.com - Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di desa Sungai Luar, kecamatan Batang Tuaka sudah mendapatkan perhatian dari Puskesmas Sungai Piring beberapa pekan terakhir.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Inhil, Rahmi Indrasuri, SKM., MKI melalui Kepala Bidang P2P, Devi Natalia saat dikonfirmasi media, Selasa (15/11/2022).
"Tenaga medis kita dari Puskesmas Sungai Piring dan Pustu di Sungai Luar aktif mengontrol pasien tersebut, kemarin pasien sempat mengamuk dan Alhamdulillah bisa diatasi. Sekarang sudah agak stabil meskipun terus dilakukan pengecekan," ujarnya.
Devi juga menjelaskan, pihaknya tidak mempermasalahkan terkait kepemilikan Kartu Indonesia Sehat (KIS) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pasien yang belum terbit, dan tenaga medis sedari awal sudah memberikan pelayanan untuk kesehatan pasien tersebut.
"Saat menerima laporan ada pasien ODGJ mengamuk, tim medis sudah langsung ke lokasi untuk memberikan penanganan, kemudian pasien ini dikonsultasikan via telpon dan via WhatsApp ke dokter spesais jiwa terkait dengan kondisinya. Setelah itu kita lihat perkembangannya terus membaik, kami merasa pasien ini masih bisa ditangani di Inhil dan tidak perlu dirujuk ke Pekanbaru," ungkapnya.
Kemudian selain pasien ODGJ, ternyata suami dari pasien ODGJ ini menderita sakit, dan pihak Puskesmas juga tidak tinggal diam, mereka langsung memberikan pelayanan kesehatan terhadap sakit di tulang rusuknya karena tertimpa kayu.
"Untuk suaminya sudah kami kasih obat juga, sewaktu tim medis berkunjung ke rumahnya," imbuhnya.
Sementara itu Sekretaris Desa Sungai Luar, Arisman saat dikonfirmasi meluruskan informasi mengenai pengusulan KIS kepada Dinas Sosial pada berita sebelumnya bahwa informasi yang benar adalah 2 Minggu, bukan 2 bulan.
"Informasi yang kami terima, data yang dimasukkan kemarin sudah 2 Minggu, bukan 2 bulan," ujarnya.
Namun, katanya, pihaknya juga pernah mengusulkan sebelumnya dengan pendataan kolektif, tapi nama keluarga tersebut tidak masuk saat yang lain sudah terdata.
"Jauh sebelum mereka sakit, kami sudah mengajukan pembuatan KIS BPJS yang sifatnya kolektif tapi nama mereka tidak keluar," imbuhnya.

Berita Lainnya
Dirut RSUD Duri, Tidak Tahu Terkait Parkir Dan Baju Petugas Parkir Dari Pemda
Tahanan Kasus Korupsi di Kejari Dinyatakan Positif Corona
Sebanyak 12 Kabupaten Di Riau Sudah Menerima Vaksin
Pemberlakuan Status UHC, Bela Purwakarta Desak BPJS Kesehatan Sosialisasi Secara Masif
Masya Allah! Satu Keluarga Di Pelalawan Positif Covid-19, Satu Tenaga Medis Ikut Tertular
Dinkes Inhil Sampaikan Faktor Genetik dalam Risiko Sakit Jantung
Rahmi Indrasuri Ajak Masyarakat Minum Delapan Gelas Air Putih Setiap Hari
Berdasarkan Hasil Swab yang Ketiga, Seorang Dokter di RSUD Bengkalis Positif Covid-19
Kadiskes Rahmi Indrasuri Hadiri Pembukaaan Pertemuan Advokasi Percepatan Penyelenggaraan Kab/Kota Sehat
Gugas Kecamatan Keritang Lakukan Pendataan dan Pengawasan ODP di Perbatasan
Bapak-bapak ingin Kempiskan Perut Buncit, Ini 6 Sayuran Paling Baik untuk Dikonsumsi
Binda Kepri Bekerjasama dengan Dinkes Batam Lakukan Vaksinasasi Bagi Anak Usia 6-11 Tahun